Halal dan Alaminya Digemari Konsumen Mancanegara

0
878

Laila_PourvousMarketing.co.id – Konsep natural dengan standar six free menjadi nilai lebih yang marketable bagi Pourvous.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tanah air Indonesia merupakan surga bagi sumber daya alam termasuk berbagai bahan baku kosmetik. Bermacam rempah alami baik untuk perawatan tubuh dan kecantikan kerap mudah didapat di segala penjuru Ibu Pertiwi. Tidak hanya di ranah nasional, kabar mengenai kekayaan ini juga terdengar ke mancanegara.

Namun sayangnya tidak semua produsen lokal menyadari hal ini. Kebanyakan dari mereka justru lebih sering menjual bahan mentah secara utuh kepada konsumen asing. Ciri khas dan heritage Indonesia pun terpaksa harus hilang karena transaksi semacam ini.

Merasa gemas dengan maraknya fenomena tersebut, Laila Asri merasa harus melakukan suatu perubahan. Ibu tiga putra ini memutuskan ambil bagian dalam industri produk perawatan tubuh pada tahun 2007.

Kala itu, Laila masih melakukan produksi secara mandiri dengan resep racikan pribadi miliknya. Dengan memakai peralatan dapur yang sederhana, mulailah Laila membuat beberapa percobaan. Di awal mengembangkan produk, ada banyak eksperimen yang dilakukan. Eksperimen perdana dimulai dengan membuat body lotion.

Produk-produk awalnya dicobakan ke teman-teman dan keluarga sendiri. Agar yakin produk-produk itu memenuhi standar kesehatan, Laila pun dibantu oleh orang khusus di bagian produksi dan farmasi untuk melakukan pengujian. Sampai akhirnya tercipta body lotion yang hasilnya banyak diminati keluarga dan teman-temannya.

Laila memilih nama “Pourvous” sebagai brand produknya, yang dalam bahasa Perancis (pour vous) berarti “untuk Anda”. Nama Pourvous dipilih karena Laila melihat pasar dalam negeri sangat gandrung terhadap merek impor. Semakin berkembangnya Pourvous, Laila pun mulai menambah jenis produksinya seperti body care: scrub, bath salt, body scrub, massage oil, juga sabun.

Dari situ, perempuan berkerudung ini memberanikan diri menerima order yang lebih besar, dari perorangan, hotel, maupun spa. Tentu saja order itu diterima dengan dia melakukan perbaikan, mulai dari produk sampai packaging-nya.

Sejak awal memutuskan terjun ke bisnis perawatan tubuh dan kosmetik, Laila memiliki komitmen penuh untuk menghadirkan produk yang benar-benar berbahan dasar alami dan halal.

Bukti kesungguhannya tersebut bisa dilihat dari standar six free yang diterapkannya pada setiap jenis produk. Standar six free tersebut meliputi: tidak mengandung paraben, lanolin, PABA, methanol fragrance, pewarna sintetis, dan lauryl sulfate atau sodium lauryl ether sulfate (SLS/SLES).

“Kami memiliki keyakinan bahwa konsep ini akan diterima pasar, karena kami berangkat dari kebutuhan konsumen. Ditambah dengan kualitas produk dan strategi pemasaran yang tepat sesuai target market membuat kami punya keyakinan bahwa konsep ini marketable,” terang Laila.

Menariknya, dari komitmen six free ini Laila justru membuka peluang bagi konsumen baru, yakni mereka yang menderita/memiliki risiko terkena penyakit kanker.

Perempuan lulusan Universitas Airlangga jurusan marketing management ini paham betul bahwa paraben merupakan bahan kimia berbahaya yang dapat memicu kanker, gangguan hormon, dan memengaruhi perkembangan janin.

PourvousLanolin merupakan kandungan pelembab sintetis dari hewan yang dapat memicu noda pada kulit. PABA yang bekerja sebagai anti-ultraviolet juga berpotensi meningkatkan risiko kanker dan alergi.

Methanol fragrance yang bekerja sebagai deodoran dikhawatirkan mengganggu sistem jaringan dan saraf. Pewarna sintetis yang mengandung karsinogen juga dapat memicu iritasi kulit dan alergi. Demikian juga SLS/SLES, detergen yang banyak terkandung di sabun.

“Sekitar 20% pasar kami pasien kanker, yang mayoritas sudah cukup paham dengan bahan kimia berbahaya dalam produk kecantikan. Tapi, bukan berarti ini produk khusus penderita kanker,” ujarnya.

Diferensiasi tersebut dinilai perempuan peraih “The Most Promising Entrepreneur of Asia Pacific Entrepreneur Award 2011” ini sangat sesuai dengan target market dari Pourvous, yakni wanita urban dengan sosial ekonomi B dan B+ yang well educated, serta memiliki perhatian yang tinggi terhadap keluarga dan kesehatan.

Soal kiprahnya menembus pasar luar negeri, tentu saja diperoleh Laila dengan kerja keras yang luar biasa. Saat permintaan mulai banyak datang, ia memutuskan untuk memasarkan produknya secara online melalui website dan media sosial. Ternyata pembeli online yang berminat akan produk Pourvous tidak hanya datang dari dalam negeri, melainkan banyak dari luar negeri.

Di sisi lain, Laila juga giat mengikuti trade event di luar negeri sejak tahun 2009, seperti ke Malaysia, Perancis, Jerman, dan Argentina. Dari situ, ia mengaku bisa berkenalan dengan calon-calon konsumen baru, mendengarkan respons dan mempelajari feedback dari mereka.

“Dari segi pengetahuan produk, umumnya konsumen sudah paham mengenai paraben free, serta lebih menghargai halal dan produk natural. Di kemasan produk, memang sudah tercantum dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, jadi edukasinya justru lebih mudah. Lagipula selama ini kami mempelajari tren, budaya, dan perilaku berdasarkan hasil browsing di internet, serta mencari informasi mengenai spending konsumen di negara tujuan,” ungkapnya.

Untuk distribusi lokal sendiri, Laila menerapkan sitem reseller yang disebut master agent. Melalui sistem kerja sama tersebut, ia sudah berhasil mengumpulkan 42 agen yang tersebar seluruh Indonesia. Distribusi lainnya dilakukan dengan kerja sama pembukaan outlet Porvous Shop.

“Khusus untuk kerja sama pembukaan outlet ini, mitra tidak perlu pusing memikirkan operasional outlet karena kami yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya. Dengan demikian, risiko bisnis menjadi minimal. Selain itu, mitra juga tidak dikenai biaya investasi stok produk karena sistemnya konsinyasi. Ini adalah penawaran menarik dari kami untuk calon mitra kami,” terang Laila.

Khusus untuk pasar luar negeri, Pourvous telah memiliki distributor secara resmi untuk negara Jerman. Sedangkan konsumen dari beberapa negara lainnya didapat dari pameran dan online buyer.

Meski mengaku mengalami kenaikan jumlah konsumen tiap tahunnya, perempuan yang hobi travelling ini masih enggan menyebutkan secara pasti angka omzet yang diperoleh dari produk perawatan tubuh yang digawanginya tersebut.

Alhamdulillah, dari awal berdiri sampai dengan sekarang, dilihat dari penambahan customer setiap tahunnya, selalu naik signifikan. Selain itu, jumlah repeat customer juga selalu meningkat tiap tahun, dibandingkan di awal berdiri yang rata-rata masih new customer yang sifatnya masih coba-coba,” tutup Laila.

(Angelina Merlyana Ladjar)
Foto: Istimewa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.