Harga Minyak Turun Berimbas ke Pasar Properti?

0
1052

Harga minyak dunia terus mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Tentu saja itu merugikan negara-negara pengekspor minyak.

pengaruh harga minyak terhadap pasar propertiSeperti diketahui, antara  Juni dan Januari lalu, harga minyak mentah turun hingga 60%.

Chairman Exxon Mobil, Rex W. Tillerson memprediksi bahwa harga minyak akan bertahan rendah – setidaknya dua tahun. Fluktuasi ini berujung pada spekulasi tentang kemungkinan implikasi yang terjadi bagi pasar properti.

Jaringan properti internasional Lamudi menginvestigasi dampak yang kemungkinan terjadi pada pasar properti di lima negara produsen minyak di negara berkembang.

​​Arab Saudi
Sebagai pengekspor minyak nomor satu di dunia, komoditas ini merupakan 90% penghasilan pemerintah di Arab Saudi. Hasilnya, keuangan negara ini mengalami pukulan besar dengan turunnya harga minyak.

US Bank Citi memprediksi bahwa di bulan Januari total pembelanjaan akan turun sampai ke 241 miliar dolar Amerika, atau turun 18% dari angka di 2014.

Di sektor properti, negara ini sedang berusaha mengatasi kekurangan perumahan sekitar satu juta unit, yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi.

Pukulan terhadap penghasilan pemerintah dari penurunan harga minyak ini sangat mungkin memengaruhi kemampuan negara ini mengenalkan proyek baru untuk mengatasi kekurangan ini.

Qatar

Penurunan harga minyak ini diharapkan mempunyai dampak kecil bagi ekonomi Qatar karena mereka terus mencoba memvariasikan ekonominya selain pengekspor minyak dan gas.

Hasilnya, investasi di infrastruktur dan perkembangan properti masih akan berkembang dan berlanjut dengan pertumbuhan pasar properti di negara ini. Pandangan ekonomi yang kuat – dengan pertumbuhan mencapai  7.7% yang diprediksi tahun ini – artinya pengeluaran untuk infrastruktur dan proyek konstruksi akan terus berlanjut.

Bahkan, pemain di industri properti memprediksi bahwa harga sewa di pasaran akan stabil karena bertambahnya jumlah suplai yang ada, karena banyaknya proyek properti seperti Lusail City yang sedang berjalan.

Nigeria

Ekonomi di Negeria 70 % bergantung pada minyak mentah sehingga adanya penurunan harga akan berdampak signifikan kepada sumber penghasilan utama negara ini.

Lebih penting lagi, mayoritas dari proyek properti di negara ini dibiayai oleh pemerintah, artinya akan ada pengurangan dana yang tersedia untuk perkembangan properti. Managing Director Lamudi Nigeria, Obi Ejimofo, memperkirakan, perkembangan perumahan di luar kota besar Nigeria akan mengalami perlambatan sebagai hasilnya.

“Pertanyaan sekarang adalah apakah harga minyak rendah ini akan bertahan, atau apa akan naik kembali dalam jangka 12 bulan. Ini akan menentukan bagaimana industri p terpengaruh dalam jangka panjang.” ujarnya.

Meksiko

Kebijakan termasuk reformasi pajak dan investasi pemerintah di perumahan diperkirakan akan mengalami pertumbuhan kuat di pasar properti di Meksiko pada 2015. Sementara itu, reformasi di sektor energi akan menarik banyak investor internasional ke Meksiko.

Kombinasi ini akan sebagian besar mengimbangi dampak lain yang disebabkan oleh turunnya harga minyak di pasar properti, karena pemerintah juga sedang mencari cara mengurangi pengeluaran hingga 8.4 miliar dolar Amerika untuk mengatasi berkurangnya pemasukan karena penurunan harga minyak.

CEO Lamudi Amerika Latin, Vera Makarov, mengatakan, “Stimulus utama pasar properti akan datang dari kebijakan perumahan pemerintah, diumumkan pada Januari, yang diharapkan akan memancing investasi properti sebesar 370 miliar peso dan membuka jalan untuk konstruksi dari 500.000 rumah.”

Indonesia

Harga minyak rendah kemungkinan besar akan berdampak pada ekonomi di Indonesia, karena minyak, layanan minyak dan industri sumber daya alam lainnya seperti batu bara – semua yang merupakan penyumbang bagian yang signifikan dari GDP Indonesia – akan terkena dampak negatif.

Namun demikian, bagi para end-consumer  dampaknya sejauh ini masih marjinal karena harga minyak yang rendah membantu pemerintah mengurangi subsidi BBM.

Managing Director Lamudi Indonesia Karan Khetan mengatakan bahwa harga minyak yang rendah memiliki dampak yang tidak besar bagi pasar properti karena tidak ada pengaruh besar terhadap penghasilan yang siap dibelanjakan (disposable income).

“Mereka yang bekerja di industri minyak dan sumber daya alam akan terkena dampaknya namun pertumbuhan di sektor ekonomi lainnya akan menyeimbangkan dan hasil dari permintaan di real estate terbatas,” katanya.

Editor: Lutfi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.