Bagaimana Bos Binar Academy Menjawab Pertanyaan Tentang Social Bias?

0
424
Keterangan Foto: Para Pendiri Binar Academy
Keterangan Foto: Para Pendiri Binar Academy

Keterangan Foto: Para Pendiri Binar Academy
Keterangan Foto: Para Pendiri Binar Academy

Mendorong terwujudnya gender diversity di momen Hari Perempuan Internasional 2022
Marketing.co.id – Berita Marketing | Setiap tahunnya, Hari perempuan internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret diperingati dengan cara beragam. Bagi Alamanda Shantika, founder Binar Academy, momen Hari Perempuan Internasional merupakan saat yang tepat untuk mendorong terwujudnya gender diversity. 
Pertanyaan social bias sering dilontarkan kepada Alamanda, khususnya tentang bagaimana perempuan di dunia IT dan pandangan lingkungan sosial. Akan tetapi, Ia selalu enggan menjawab. Alamanda merasa tidak relate dengan kondisi social bias yang ditanyakan.
Tumbuh di keluarga yang suportif membuat Alamanda menjadi pribadi yang tidak fokus pada masalah tersebut, justru terus mengembangkan potensinya untuk bisa menginspirasi banyak orang.
Dalam masyarakat, tidak semua orang berkesempatan memiliki privilege untuk tumbuh dengan stigma positif atas social bias. Hampir tidak ada kenangan yang dimiliki Alamanda terkait social bias, terlebih terkait karirnya saat ini. Menurut Alamanda, fokus yang lebih penting untuk dimaksimalkan adalah pada menghilangkan kotak-kotak sosial dan memposisikan semua kondisi genderless.
“Karena, ketika perempuan yang sebelumnya tidak punya point of view social bias terkait IT mendengar adanya hal negatif tentang hal tersebut, alam bawah sadarnya akan merekam itu sebagai memori. Suatu saat ada kesempatan seorang perempuan memiliki spotlight di bidang teknologi, maka hal negatif yang akan di garis bawahi,” tutur perempuan yang biasa dipanggil Ala tersebut.
“Daripada membuat stereotype ini semakin besar, aku selalu berpikir bagaimana kita menghilangkan kotak-kotak sosial yang ada mengenai gender dan memposisikan bahwa perempuan dan laki-laki punya kelebihannya masing-masing dan dengan kita berkolaborasi kita akan semakin kuat,” pungkas Ala.
Binar Academy memulai tahun pertama dengan demografi peserta perempuan sebesar 10%, memiliki progres baik menyeimbangkan demografi pesertanya menjadi 40% perempuan pada tahun ini.
Peningkatan ini dilakukan dengan mengacu pada insight yang didapat dari para peserta di fase awal, dimana sosok woman in tech menginspirasi mereka untuk bisa menjadi praktisi di industri teknologi.
Sedangkan progress persentase mentor di Binar, pada tahun 2016, jumlah mentor perempuan di Binar 10% perempuan, hingga tahun 2021, telah mencapai 40% dan pada tahun 2022, ditargetkan sebesar 50%.
Alasan semakin meningkatnya angka peningkatan perempuan dalam program Binar adalah dengan terus mengedepankan gender diversity.
Binar Academy memiliki komitmen untuk berkembang sebagai platform yang suportif untuk generasi tanpa social bias. Menjadi bagian di bidang profesional tanpa memandang gender, dan menggeser mindset menjadi,”Focus on you”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.