High Tech Tapi Humoris

0
2434

www.marketing.co.id – Lewat TVC animasi “Alien”, Yamaha berusaha menonjolkan keunggulan teknologi, namun tetap melakukan pendekatan dari sisi humor sebagai ciri khas iklan-iklannya. TVC Alien ini ternyata mampu mengukir prestasi internasional di dunia periklanan dengan terpilih sebagai iklan terbaik di situs Best Ad on TV. 

Kontribusi periklanan bagi perusahaan jelas tidak dapat disepelekan. Bahkan, periklanan memegang kunci penting, terutama dalam promosi sebuah produk. Pasalnya, terasa sia-sia bila sebuah produk yang memiliki kualitas bagus digelontorkan tanpa dukungan periklanan yang kuat dalam menginformasikan kekuatan atau kelebihan produk tersebut. Apalagi diakui atau tidak, iklan berfungsi menjadi pembeda antara produk yang satu dengan lainnya.

Di ranah otomotif roda dua, Yamaha merupakan salah satu pabrikan sepeda motor yang selalu menampilkan iklan-iklan TV berbeda dengan ciri khas yang mencerminkan kondisi Yamaha sesungguhnya dan tidak menjatuhkan pesaingnya (contra attack). “Iklan Yamaha dikemas dengan lebih menonjolkan kualitas teknologinya, tetapi menggunakan pendekatan humor,” sebut Eko Prabowo, GM Promotion, Community & MotorSport Division PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Kali ini kreativitas Yamaha kembali dibuktikan lewat TVC terbarunya yang segar dan  menggelitik. Dalam iklan tersebut, Yamaha mengolaborasikan endorser-nya, yaitu Komeng, dengan animasi alien yang menukangi robot menyerupai Transformers. Pada cuplikan iklan tersebut, alien mengganggu Komeng dan berusaha menghancurkan teknologi Yamaha. Namun, akhirnya kekuatan sepeda motor Yamaha, yang digambarkan dengan Komeng menunggangi Jupiter MX, dapat mengalahkan alien-alien tersebut.

Ide iklannya sendiri muncul berdasarkan keinginan dan strategi perusahaan berlambang garpu tala ini dalam menonjolkan kelebihan teknologi produknya—seperti diasil cylinder dan forged piston yang terdapat pada Yamaha Jupiter MX, V-Ixion, dan Xeon, termasuk produk teranyar Mio J. Sesuai tagline yang diusung TVC ini adalah “Teknologi Yamaha, yang lain semakin ketinggalan”, pesan yang ingin disampaikan secara lugas adalah kecepatan sepeda motor Yamaha yang merupakan diferensiasi dari kompetitor.

“Yamaha berusaha menunjukkan bahwa produknya menawarkan varian sepeda motor yang inovatif dengan teknologi yang canggih, serta dapat dinikmati oleh setiap orang. Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan citra positif di benak konsumen, meyakinkan dan memudahkan konsumen menentukan sepeda motor pilihannya. Target audiens adalah remaja usia 15–25 tahun, yang menyukai tantangan dan kecepatan,” papar dia.

Ditambahkan Eko, tidak semua orang mengerti dan memahami teknologi. Oleh karena itu, supaya audiens tertarik, strategi beriklan Yamaha memadukan antara teknologi dan sisi humor—apalagi hal ini sudah menjadi perilaku kebanyakan masyarakat kita. Bukan hanya menarik, Yamaha pun mengemas iklannya agar bisa merebut heart share dan mind share dari konsumen. Alhasil, dalam merancang iklan dan aktivitas promosi, Yamaha selalu berpegang pada filosofi kando, yakni “touching your heart”.

“Penggunaan animasi 3D dipilih karena Yamaha ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dan baru agar menjadi trendsetter bagi pabrikan sepeda motor lainnya maupun dunia periklanan di Tanah Air, menimbang belum banyak yang menggeluti iklan animasi 3D secara serius. Pembuatan iklan dilakukan di Australia selama 2,5 bulan dengan pengalokasian biaya lebih besar sekitar 20% dari iklan pada umumnya,” terang Eko.

Keseriusan Yamaha Indonesia dalam penggarapan iklannya berbuah hasil dan sukses berprestasi di dunia periklanan dengan terpilihnya TVC “Alien” sebagai  iklan terbaik di situs Best Ad on TV (http://www.bestadsontv.com/ad/42385/Yamaha-Aliens). Best Ad on TV merupakan lembaga yang memonitor dan menilai ratusan iklan dari seluruh dunia dan hanya memilih sedikit yang terbaik di setiap pekan. Prestasi membanggakan ini merupakan pengakuan dunia internasional atas kualitas iklan TV Yamaha.

Dari semua versi iklan yang dibesut Yamaha, diakui Eko, karakter TVC Yamaha memang tidak cukup mudah untuk dimengerti dengan hanya melihat 2–3 kali tayang. Biasanya audiens bisa memahami ketika sudah melihat tayangan iklan sebanyak 5–6 kali, bahkan ada beberapa audiens yang baru bisa memahami ketika sudah melihat 7–8 kali. Biasanya penayangan iklan Yamaha dilakukan selama enam bulan. Hal ini disebabkan iklan Yamaha lebih bercerita dengan konsep yang mendalam, sehingga dibutuhkan waktu yang relatif lama agar bisa dimengerti.

Soal penayangan iklan, Yamaha selalu mengikuti program acara televisi yang mewakili target konsumennya. “Pemilihan program dan waktu penayangan memang sangat penting, tetapi ide cerita TVC tersebut yang lebih penting, agar selalu ditunggu para audiens dan memberikan kebanggaan kepada pengguna sepeda motor Yamaha,” jelas Eko. Nah, supaya audiens tidak bosan, endorser pun tidak asal dipilih. Misalkan pemilihan Komeng dan grup lawak Bajaj, mereka dinilai memiliki karakter yang mampu melakukan pendekatan beriklan dengan gaya yang lucu dan menghibur. (Moh. Agus Mahribi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.