HIPMI Gelar Kuliah Umum dan Debat untuk Pilih Ketua Umum Masa Bhakti 2019 – 2022

0
2721

Marketing – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)  saat ini tengah melakukan seleksi memilih Ketua Umum BPP (Badan Pengurus Pusat) Hipmi masa bakti 2019-2022.

Dari Hasil verifikasi pada 25 Mei 2019 lalu, Tim Steering Committee (SC) Hipmi telah menetapkan 4 (empat) calon yang memenuhi syarat  menjadi bakal calon Ketua Umum BPP Hipmi, yaitu Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP Hipmi Bagas Adhadirgha, Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi Ajib Hamdani, Mantan Ketum BPD Hipmi Sumut yang kini menjadi pengurus BPP Hipmi Akbar Buchari, dan Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi dan mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming.

Untuk memperoleh kursi nomor satu di Hipmi yang akan diumumkan di puncak Munas Hipmi XVI pada 15 September 2019, keempat calon tersebut akan diseleksi secara ketat dan diwajibkan mengikuti serangkaian kegiatan antara lain kuliah umum dan debat terbuka untuk menjabarkan visi misi, ide-ide, gagasan dan konsep-konsep dalam membangun Hipmi selama 3 tahun ke depan.

Menurut Ketua Pengarah Munas XVI Hipmi Anggawira, keempat bakal calon Ketua Umum BPP Hipmi tersebut memiliki konsep dan gagasan yang sangat baik untuk memajukan organisasi profesi pengusaha muda ini menjadi profesional, solid dan mampu menjadi organisasi yang relevan menjawab tantangan perubahan jaman serta memenuhi ekspektasi baik dari anggota dan stakeholder.

Namun kursi pimpinan hanya satu, dan siapa pun nanti yang akan terpilih harapannya dapat membawa Hipmi menjadi lebih baik lagi serta meneruskan estafet kepemimpinan dan keberhasilan program-program sebelumnya sehingga bermanfaat bukan hanya untuk kader dan pengurus melainkan masyarakat luas.

Didirikan pada 10 Juni 1972. Pendirian organisasi Hipmi dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda, karena pada saat itu tidak banyak kaum muda yang bercita – cita menjadi pengusaha.  Para pendiri yang rata-rata merupakan pengusaha pemula terdiri dari Drs. Abdul Latief, Ir. Siswono Yudo Husodo, Teuku Sjahrul, Datuk Hakim Thantawi, Badar Tando, Irawan Djajaatmadja, SH , Hari Sjamsudin Mangaan, Pontjo Sutowo, dan Ir. Mahdi Diah.

Sejak awal didirikannya, Hipmi terus berusaha menjawab tantangan perubahan, artinya organisasi harus compatible terhadap situasi pada masanya. Pergantian situasi pemerintahan juga menuntut Hipmi beradaptasi dengan situasi kepemimpinan nasional, tentu setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya, namun sebagai organisasi yang baik Hipmi wajib menjadi organisasi yang relevan menjawab tantangan perubahan jaman.

Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Hipmi yang akan segera meletakkan jabatannya tahun ini mengatakan, Hipmi telah melahirkan banyak pemimpin diberbagai bidang, kepemimpinan di level daerah hingga nasional eksekutif dan legislatif saat ini telah banyak diisi oleh kader-kader Hipmi, namun yang lebih penting adalah bagaimana mempersiapkan Hipmi ke depan untuk terus berkontribusi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan sesuai pasal 33 UUD 1945, menjadi “Tuan Rumah di Negeri Sendiri”  dan mengejar ketertinggalan  dari negara-negara lain di dunia.

Diakui berbagai kalangan, ditangan Bahlil, Hipmi memiliki peran yang lebih dalam mendorong semangat wirausaha kaum muda Indonesia dan menjadi partner strategis pemerintah Jokowi dalam bidang ekonomi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.