IBM Turbonomic Permudah Pengelolaan Aplikasi Bisnis Perusahaan

0
24
IBM Turbonomic
(Dari kiri ke kanan) Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk, sedang berbincang dengan Hansen Panjaitan, Senior Software Engineer PT Multipolar Technology Tbk, di sela-sela seminar bertema “Automating IT Operations to Assure Application Performance and Optimization” di The Langham Hotel, Jakarta, Selasa (28/6).

Marketing.co.id  –  Berita Digital & Techno | Di era digital seperti sekarang ini, perusahaan dituntut untuk beroperasi serba cepat dan serba praktis dengan memanfaatkan berbagai aplikasi bisnis yang mampu mendorong kinerja dan layanan bagi pelanggannya. Namun, di sisi lain, pemanfaatan aplikasi ini juga harus ditunjang pengelolaan yang baik agar dapat memberi manfaat dan kinerja yang optimal dalam mendukung operasional bisnis.

Melihat hal tersebut tim teknologi informasi (TI) perusahaan harus mampu memastikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan mendapatkan resources yang dibutuhkan. Tim IT juga harus mampu mengidentifikasi kapan dan berapa banyak resources yang harus digunakan, serta melakukan perencanaan yang akurat dalam melakukan perubahan kapasitas.

Lebih dari itu, tim TI perusahaan juga harus mampu melakukan simulasi perubahan kapasitas yang aman sebelum menerapkan perubahan. Tak kalah penting, mereka harus sanggup merespon dengan cepat isu kinerja yang timbul dengan mengidentifikasi sumber masalah dan menanganinya dengan tepat.

Baca juga: Program Talenta Digital 2022 – Ratusan Karyawan XL Axiata Sambut Era Baru 5G

Tugas-tugas seperti itu tentu sulit dilakukan tanpa dukungan solusi yang tepat. PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), anak perusahaan PT Multipolar Tbk (IDX: MLPL) yang berperan sebagai mitra dalam mendukung pengembangan otomasi TI perusahaan di berbagai sektor, merekomendasikan solusi IBM Turbonomic untuk membantu pengelolaan resources yang dibutuhkan agar aplikasi dapat mempertahankan kinerjanya secara optimal.

Jip Ivan, Sutanto Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, mengatakan, sebagai solusi Application Resources Management (ARM), Turbonomic mampu secara otomatis mengelola dan menjamin resources yang dibutuhkan berbagai aplikasi perusahaan untuk dapat terus bekerja optimal.

IBM Turbonomic
(Dari kiri ke kanan) Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk, sedang berbincang dengan Hansen Panjaitan, Senior Software Engineer PT Multipolar Technology Tbk, di sela-sela seminar bertema “Automating IT Operations to Assure Application Performance and Optimization” di The Langham Hotel, Jakarta, Selasa (28/6).

“Turbonomic dapat memastikan kesesuaian resources yang dibutuhkan aplikasi secara otomatis, baik aplikasi yang berjalan di on-premise maupun public cloud,” jelasnya dalam seminar bertema “Automating IT Operations to Assure Application Performance and Optimization” di The Langham Hotel, Jakarta, Selasa (28/6).

Solusi ini juga mampu memonitor kinerja pada setiap lapisan aplikasi perusahaan serta mampu menunjukkan bottleneck pada resources dan memberikan rekomendasi sederhana, sehingga memudahkan tim TI perusahaan dalam menganalisis sebelum melakukan penanganan.

Selain itu, Turbonomic juga sanggup mengelola resources, mulai dari virtual CPU, virtual memory, pods, containers, hingga database, yang bisa dikolaborasikan dengan platform Application Performance Management lain seperti IBM Instana, Dynatrace, dan AppDynamics.

Baca juga: 4 Alasan Pentingnya Graph Database Dalam Lanskap Digitalisasi Data 2022

“Kemampuan itu memudahkan tim TI untuk memonitor dan mengelola kesesuaian resources terhadap persyaratan aplikasi secara aman tanpa mengorbankan kinerja aplikasi. Dengan begitu, operasional bisnis dan layanan dapat berjalan dengan baik sehingga pengalaman pelanggan menjadi meningkat,” jelas Jip.

Berdasarkan laporan hasil penelitian Forrester yang dirilis pada Januari lalu, Turbonomic memiliki dampak keuangan perusahaan tiga tahun berikutnya berupa pengurangan belanja infrastruktur sebesar 75%, pengurangan pengeluaran public cloud sebesar 33%, dan persentase karyawan yang mendapat manfaat dari peningkatan kinerja aplikasi sebanyak 80%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.