Potensi Entrepreneur Perempuan dalam Pembangunan Sosial Ekonomi Indonesia

0
603

Marketing.co.id – Berita UMKM | Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mencatat, UMKM berkontribusi sebesar 60,51% bagi PDB (Produk Domestik Bruto), menyerap 96,92% tenaga kerja, serta menyumbang 15,65% ekspor non migas.

Saat ini, 99% jumlah usaha di Indonesia didominasi UMKM, yaitu sebesar 64,2 juta UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 juta UMKM atau 64,5% dikelola oleh perempuan. Karenanya, kaum perempuan memiliki peran penting dalam partisipasinya untuk menggerakkan roda perekonomian. Bahkan selama pandemi COVID-19, jumlah pelaku usaha perempuan di Indonesia diperkirakan terus meningkat. Kebanyakan dari wirausaha perempuan menjalankan usahanya pada level mikro dan informal.

Masih menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah usaha mikro yang dikelola oleh perempuan pada tahun 2019 mencapai 14 juta unit. Jumlah ini meningkat pada tahun 2020 menjadi 30,6 juta unit. Karenanya, dukungan bagi para perempuan pelaku UMKM menjadi sangat penting, khususnya dalam hal pemberdayaan dan pengembangan usaha melalui pemanfaatan teknologi digital untuk membantu mereka memperluas jangkauan usahanya.

Pada 2020, kontribusi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp619 triliun sehingga dapat menjadi akselerator dalam membangkitkan ekonomi Indonesia. Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan bahwa pada tahun 2030, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) mencapai 64% dari total jumlah penduduk. Karena itu, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan.

Dukungan Bagi Entrepreneur Perempuan

Besarnya potensi SDM di Indonesia juga disadari Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, yang terus mendukung pengembangan kompetensi diaspora Indonesia di Jerman dan para alumni perguruan tinggi di Jerman yang telah kembali ke Indonesia.

Sejak tahun 1996, GIZ telah menjalankan Program Migrasi dan Diaspora (PMD) di Indonesia atas nama Pemerintah Federal Jerman. Melalui program tersebut, GIZ mendukung Pemerintah Indonesia dalam memastikan migrasi memberikan dampak positif bagi para diaspora Indonesia dan turut berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Program ini memfasilitasi mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jerman untuk kembali dan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh untuk memajukan Indonesia, termasuk memberikan dukungan bagi mereka yang ingin membuka lapangan kerja dengan menjadi entrepreneur ketika kembali ke Tanah Air. Beberapa program yang diadakan di antaranya pendampingan bisnis mulai dari pemodelan awal, konsultasi, hingga promosi.

Indonesia Diaspora Festival 2021 yang dihelat pada 1-4 Desember lalu merupakan salah satu bentuk dukungan GIZ melalui Program Migrasi dan Diaspora bagi para alumni perguruan tinggi Jerman yang telah kembali ke Indonesia dan turut berkontribusi dalam pembangunan lewat karya-karya mereka.

Festival tersebut juga menghadirkan para womenpreneur atau entrepreneur perempuan alumni perguruan tinggi Jerman. Di antaranya adalah Widya Ethi Rinany, pendiri usaha makanan sehat berbahan alami Lula Pasta; Nur Anindya Setiyaningsih, pendiri usaha sabun cuci piring ramah lingkungan Mak Rah Pireng; Enggar Jati Pratiwi, pendiri usaha pakaian olah raga khusus muslimah Athlimah; dan Novita Dwi Saraswati, pendiri usaha fashion VIU Outfitters.

Lula Pasta, Mak Rah Pireng, Athlimah, dan VIU Outfitters adalah perwakilan dari para entrepeneur perempuan yang mendapatkan pendampingan dan dukungan dari GIZ melalui Program Migrasi dan Diaspora. Keempatnya hadir dalam Indonesia Diaspora Festival 2021 untuk mempromosikan karya anak muda Indonesia yang berpotensi dalam pembangunan sosial-ekonomi Indonesia. Lewat festival tersebut, GIZ juga mendorong national branding bagi produk-produk lokal unggulan agar makin dikenal masyarakat luas, menumbuhkan kebanggaan terhadap produk buatan Indonesia, dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.