Indonesia Kekurangan Talenta Digital, DBS Foundation Bekali Kalangan Menengah Bawah dengan Keterampilan Digital

0
21
DBS Foundation Coding Camp 2023.
Peluncuran Program DBS Foundation Coding Camp 2023.

Marketing.co.id  –  Berita Digital Techno | Di tengah isu masih tingginya angka pengangguran di Indonesia dan sulitnya lulusan perguruan tinggi mendapatkan pekerjaan, ternyata masih ada satu bidang pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Bidang pekerjaan tersebut yakni yang berhubungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Seperti diungkapkan banyak kalangan, Indonesia memang masih kekurangan pasokan talenta digital. Pasokan talenta digital yang ada tidak mampu memenuhi permintaan perusahaan teknologi dan perusahaan non teknologi yang sedang melakukan transformasi digital. Sehingga kekurangan talenta digital harus didatangkan dari luar negeri.

Menurut data Bank Dunia dan Kementerian Keuangan, antara tahun 2015 – 2030 Indonesia secara total membutuhkan 9 talenta digital. Sementara menurut Founder dan CEO of Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono, lulusan talenta digital Indonesia per tahun hanya 180.000 orang. Adapun total mahasiswa bidang studi TIK dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia sekitar 800.000.

Dari segi gaji penghasilan, mereka yang bekerja di bidang IT juga sangat menjanjikan, karena rata-rata gaji mereka lebih tinggi dari bidang pekerjaan lain. “Kita bisa melihat data-data riset yang ada, tapi tergantung kotanya juga, kalau Jakarta pasti sudah paling tinggilah dibandingkan dengan kota lainnya, tapi jangan bandingkan misalnya gaji engineer dengan CEO, tapi misalnya engineer dengan pengalaman kerja 5 tahun dibandingkan pekerja di bidang marketing dengan masa kerja yang sama, angkanya (gajinya) lebih besar,” kata Narenda saat jumpa pers DBS Foundation Coding Camp 2023, di Jakarta, Rabu (8/2/23).

Baca juga: Inilah Jajaran Pekerjaan di Industri Digital yang Populer dan Gajinya

Besarnya gaji engineer TIK karena besarnya permintaan dari berbagai sektor industri. Tingginya permintaan seiring dengan semakin menjamurnya startup dan perusahaan asing. Bidang industrinya pun beragam, tidak lagi sebatas perusahaan teknologi seperti e-commerce, ride hiling, atau digibank, tapi juga hampir semua sektor industri.

“Banyak perusahaan startup dan perusahaan asing yang masuk ke Indonesia yang membutuhkan engineer dan memberikan standar gaji yang lebih tinggi. Makanya yang jadi permasalahan pasokannya karena permintaan tinggi banget,” imbuhnya.

Future-Ready Skills

Banyak institusi yang berupaya mengatasi kekurangan pasokan talenta digital di Indonesia, salah satunya DBS Bank Ltd (Bank DBS) yang melalui DBS Foundation menggelar Program DBS Foundation Coding Camp 2023. Melalui program ini, DBS Foundation ingin membekali talenta Indonesia, terutama kalangan menengah ke bawah, agar dapat berkembang dan siap bersaing di bidang ekonomi digital.

Head of Group Strategic Marketing Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan, DBS Foundation Coding Camp 2023 hadir untuk membekali masyarakat Indonesia dengan future-ready skills, termasuk keterampilan digital untuk menghadapi tantangan dan kebutuhan industri di masa depan.

“Hal ini sejalan dengan visi DBS Foundation untuk membangun dunia yang lebih baik bagi generasi saat ini dan mendatang. Dengan kurikulum yang disusun oleh tim ahli bersama para praktisi industri, kami berharap para peserta dapat menjadi programmer berstandar global. Ke depannya, kami akan terus menghadirkan beragam program edukasi digital guna memperluas inklusi finansial dan digital di Indonesia,” katanya.

Laporan Temasek, Bain dan Google tahun 2023 menyatakan perekonomian digital berhasil menciptakan 160 ribu pekerjaan berketerampilan tinggi dan secara tidak langsung mendukung hampir 30 juta pekerjaan. Selain itu, pengeluaran TI global diproyeksikan akan mencapai USD 4,6 triliun pada tahun 2023, meningkat 5,1% dari tahun 20221.

DBS Foundation Coding Camp 2023.
Peluncuran Program DBS Foundation Coding Camp 2023.

Bertujuan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih setara, DBS Foundation memprakarsai chapter Community Impact dengan total pendanaan sebesar SGD 5,6 juta untuk 10 program di Singapura, Tiongkok, Hong Kong, India, Indonesia, dan Taiwan. Salah satu program chapter Community Impact adalah DBS Foundation Coding Camp 2023 untuk mempercepat akselerasi transformasi digital dan berbagai potensinya.

Di Indonesia, program ini menargetkan sebanyak 102.000 warga negara Indonesia (WNI) sebagai penerima manfaat dan terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tenaga pengajar (guru, dosen ataupun pengajar di bidang IT non-instansi pendidikan resmi), siswa dan mahasiswa, serta masyarakat umum.

Baca juga: Telkomsel Hadirkan Program CSR Unggulan NextDev Academy 2023

Berkolaborasi dengan Dicoding, sebuah yayasan yang bergerak di bidang penyediaan platform edukasi teknologi, program ini berupaya menghasilkan dampak dengan memberikan literasi digital guna mempersiapkan masyarakat untuk masa depan.

Mengenai persayaratan peserta, Narendra menegaskan, yang menjadi prioritas utama adalah mereka  yang berpotensi dan mau belajar. “Kami sangat menantikan terwujudnya program kolaborasi DBS Foundation Coding Camp 2023 yang diresmikan hari ini. Program ini akan membantu para peserta untuk mengasah kemampuan coding mereka yang akan berguna di masa sekarang dan masa depan,” ungkap Narenda.

Peminat dapat melakukan registrasi hingga tanggal 25 Mei 2023 di laman https://go.dbs.com/dbsfcodingcamp untuk secara otomatis mendapatkan konfirmasi via email dan akses belajar coding tanpa biaya di level basic dan beginner. Setelah menyelesaikan level basic dan beginner, peserta dapat mengikuti tahap selanjutnya, yakni level intermediate dan expert dengan persyaratan tertentu.

Para peserta dapat memilih satu pilihan pembelajaran, yakni Back-End Developer atau DevOps Engineer. Peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh materi di level basic dan beginner selambatnya pada 31 Mei 2023 secara mandiri (self-paced) akan mendapatkan sesi code review oleh Developer Expert serta berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa di level lanjutan (intermediate dan expert) dengan jumlah terbatas.

Di level intermediate dan expert, peserta dapat mengakses Live Session dan forum diskusi online untuk membantu proses pembelajaran. Penerima beasiswa lanjutan akan diseleksi berdasarkan nilai tugas akhir, durasi belajar, serta profil pendaftar.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here