Investasi Besar Polytron Membutuhkan Dukungan Pemerintah

0
877
Investasi Besar Polytron Membutuhkan Dukungan Pemerintah

Investasi Besar Polytron Membutuhkan Dukungan PemerintahUsaha keras PT Hartono Istana Teknologi produsen Polytron untuk membuktikan kepada publik membuahkan hasil.

Pabrik ponsel yang telah direncanakan sejak dua tahun yang lalu kini sudah lancar beroperasi dan telah menghasilkan puluhan ribu unit dan dijual di pasar Indonesia, membuat Polytron turut menyemarakkan pasar ponsel di Indonesia.

Usun Pringgodigdo, General Manager Polytron Mobile Phone mengatakan kebanggaannya karena telah memproduksi ponsel di dalam negeri. Namun, Usun berharap agar peraturan yang telah ditetapkan pemerintah untuk mendukung sama rata produsen lokal tanpa pembedaan, memberikan keringanan dan kemudahan dalam distribusi dan pemasaran serta mendukung penutupan jalur-jalur importir illegal juga terealisasi dengan baik.

Pabrik ponsel  yang didirikan PT Hartono Istana Teknologi berlokasi di Jalan KHR Asnawi Kudus, Jawa Tengah. Pabrik tersebut memiliki kemampuan produksi sebanyak 30.000 unit ponsel per bulan.

Spesialisasi produksi saat ini dititik beratkan pada produksi feature phone, dan dalam waktu dekat Polytron juga akan memproduksi smartphone di komplek pabrik elektronik Audio Video yang telah dimilikinya sejak 1975.

Luas pabrik secara keseluruhan sebesar  130.000 M2. Target untuk waktu dekat Polytron mematok 100.000 unit Feature Phone dan 100.000 unit  Smarphone per bulan. Jumlah produksi akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu sambil perluasan area pabrik.

Santo Kadarusman Public Relations dan Marketing Event Manager menambahkan “Polytron sangat serius mengembangkan bisnisnya pada lini Mobile Phone, baik kualitas produk maupun pelayanan after sales-nya.

Kesungguhan kami ditandai dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap serta produk yang canggih dengan harga bersaing,” pungkasnya.

Editor: Wahid FZ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.