Jangan Lupakan Wisata Kuliner Gorontalo

2
2745

Potensi Indonesia sebagai tujuan wisata memang sangat besar. Dari obyek wisata alam, budaya, kota dan tentu saja jangan melupakan wisata kulinernya. Benar, wisata kuliner tidak bisa dilupakan begitu saja mengingat tiap daerah di Indonesia mempunyai jenis dan cita rasa makanan yang berbeda-beda.

Bagi para penikmat wisata kuliner, tentu sudah tidak asing dengan makanan khas Sulawesi. Sambal dabu-dabu, Konro bakar dan cakalang fufu adalah sedikit contoh makanan khas Sulawesi yang umumnya kita tahu dari berbagai jenis makanan yang ada. Kali ini, penulis akan membahas beberapa jenis makanan khas yang berasal dari Gorontalo.

Binthe Bilihuta

Binthe Biluhuta atau yang biasa disebut milu siram adalah makanan khas Gorontalo yang sudah ada sejak masa lampau. Makanan ini berupa sop yang berisi jagung manis yang sudah dipipil, potongan ikan cakalan, udang kecil, parutan kelapa, kemangi, daun bawang, bawang goreng, cabe merah dan diberi jeruk nipis secukupnya. Melihat bahan dan bumbu yang dipakai, wajar jika sop ini berasa gurih pedas dan menyegarkan.

Makanan ini tidak hanya ada di Gorontalo tapi juga dapat ditemukan di daerah Sulawesi Tengah ( di Luwuk maupun di Palu ). Hal ini mungkin terjadi karena adanya migrasi warga dari Gorontalo atau warga Sulawesi Tengah yang sudah mengetahui cara pembuatan makanan ini.

Ayam Iloni

Meskipun Gorontalo merupakan daerah penghasil jagung, bukan berarti makanan khasnya akan melulu berbahan dasar jagung. Ayam Iloni adalah salah satu makanan khas tersebut. Dilihat dari bentuknya, Ayam Iloni ini tidak berbeda dengan ayam bakar pada umumnya.

Ayam Iloni dimasak dengan menggunakan racikan bumbu rempah ( bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, kunyit, dan lain lain ) untuk kemudian dimasak menggunakan santan dan dipanggang. Perbedaan cara mengolah dan bumbu yang dipakai itulah yang membedakan ayam Iloni dengan ayam bakar/panggang pada umumnya.

Perbedaan lain? Tentu saja dari rasanya yang gurih dan pedas! Begitu pedasnya, mungkin akan terlihat kita seperti habis olahraga. Terkadang makanan ini disajikan dengan nasi dan sagu, serta semangkuk kecil sup sebagai obat pedasnya. Bagi para pecinta pedas, ayam Iloni wajib untuk dicoba.

Sashimi Tuna

Sashimi memang bukan makanan khas dari Gorontalo, karena sashimi adalah makanan khas Jepang. Mengapa penulis memasukkannya sebagai makanan khas Gorontalo? Karena, Gorontalo merupakan salah satu daerah penghasil ikan tuna  di Indonesia. Ikan tuna yang dihasilkan di laut sekitar Gorontalo bisa seberat 50-60 kg per ekornya.

Di beberapa warung seafood dekat pelabuhan Gorontalo sudah menyediakan menu ini. Tapi jangan harapkan kelengkapan makan sashimi seperti kecap shoyu, wasabi atau cabe bubuk seperti yang kita temui di restoran Jepang di Jakarta. Sashimi di Gorontalo disajikan hanya dengan sambal dabu-dabu, sehingga memberikan cita rasa yang berbeda. Para penikmat sashimi wajib mencoba sashimi tuna campur dengan sambal dabu-dabu ini.

Selain makanan, ada juga minuman khas Gorontalo seperti Es Brenibon, yaitu es kacang merah yang diberi serutan es batu dan susu manis. Atau juga Saraba, minuman seperti STMJ penghangat badan yang merupakan minuman khas yang mudah sekali kita temukan di Sulawesi.

Selain keindahan alam dan budaya di Gorontalo, cita rasa kuliner di daerah ini seperti mengundang para wisatawan terutama pecinta kuliner untuk datang dan mencoba (www.marketing.co.id).

 

Previous articleTrik Mencegah Kesalahan Dalam Mengoptimalkan Website Perusahaan
Next articleBermula dari Sebuah Novel (1)
Saya lahir di Malang, hampir 31 tahun silam. Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan internasional yang bergerak di bidang oil & gas sebagai supervisor lapangan. Saya mulai menyelam sejak tahun 2004, kemudian sempet vakum cukup lama. Comeback ke dunia penyelaman di mulai di April 2011 dengan menyelam di Raja Ampat. Sejak itu bisa dikatakan saya cukup aktif di dunia penyelaman dengan 3-4 bulan sekali mengunjungi titik penyelaman yang kebanyakan di daerah timur Indonesia. Saat ini saya sedang menekuni dunia fotografi bawah air dan berharap bisa terjun ke arah yang lebih profesional. Saya juga lebih memilih untuk keliling Indonesia untuk menyelam daripada jalan2 keluar negeri.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.