Portal Lengkap Dunia Marketing

UMKM

Kekeliruan Tentang Bekerja Dari Rumah

bekerja dari rumah

Marissa Mayer CEO Yahoo cukup membuat kehebohan di awal tahun ini. Kehebohan itu terjadi lantaran ia mengumumkan sebuah kebijakan tentang telecommuting – pada bulan Juni tak seorang pun di perusahaan internet tersebut yang bekerja dari rumah.

Dasar pemikirannya: percakapan dan rapat tim dadakan mendorong inovasi sedangkan remote working yang lambat menyebabkan kualitas kerja lebih rendah.

Benarkah demikian, mari kita menggarisbawahi bagian dari buku “Remote: Office Not Required” yang diterbitkan Jason Fried dan David Heinemeier Hansson, pendiri 37signals – perusahaan dibalik alat kolaborasi berbasis web populer seperti Basecamp, Highrise dan Campfire.

Mereka mengidentifikasi banyak keuntungan dari fleksibilitas tersebut, seperti hemat waktu dan uang karena tidak harus bepergian. Tapi apakah itu benar-benar intinya? Sebagian orang tetap bisa bekerja di mana saja asal ada koneksi internet.

Remote working bukan tanpa kelemahan, seperti kecenderungan orang untuk bekerja terlalu banyak dari rumah, sementara pada saat bersamaan mereka kurang mendapatkan pelatihan dibanding mereka yang berangkat ke kantor.

Buku ini penuh dengan tips bagi karyawan tentang cara sukses sebagai pekerja jarak jauh serta saran-saran mengejutkan bagi manajer tentang bagaimana merekrut dan mempertahankan talenta terbaik.

Berikut beberapa beberapa alasan keliru dari banyak manajer untuk tetap menjaga karyawan mereka terikat sesuai jam kerja di kantor.

Bekerja jarak jauh menghambat komunikasi

Empat belas tahun lalu bekerja dari jarak jauh mungkin bisa menghambat komunikasi. Tapi bagaimana setelah banyak instan messaging, seperti Skype dan alat-alat lainnya bermunculan seperti saat ini?

Fried dan Hansson mengatakan layar bersama seperti WebEx dan koneksi suara cukup mampu menangkap pemikiran secara kolektif.

Mereka juga menunjukkan bahwa screencasting – di mana Anda merekam video dan audio dari segala aktivitas Anda dengan komputer sehingga orang lain dapat memainkannya lagi nanti  – adalah cara hebat dari berbagai fitur baru yang sedang Anda kerjakan.

Jika ada keadaan darurat, Anda bisa menggunakan telepon. Semua pertanyaan lainnya dapat ditangani dengan email atau IM, tergantung pada berapa lama Anda menunggu jawaban.

Karyawan lain akan cemburu/iri

Pikirkan, jika Anda membiarkan satu orang bekerja dari rumah, orang lain dalam tim akan merasa diremehkan?

Fried dan Hansson mengatakan, begitu banyak manfaat bekerja dari jarak jauh, mereka heran mengapa perusahaan tidak mau membiarkan semua orang melakukannya.

“Apakah bisnis yang kita bicarakan hanya skema rumit agar semua orang tetap berada di meja kerja selama jam kerja? Atau bukan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan seseorang? Jika itu yang terakhir, mengapa tidak membiarkan orang bekerja seperti yang mereka inginkan, yang penting pekerjaan selesai,” tulis mereka.

Jika Anda tidak percaya karyawan bisa melakukan pekerjaan mereka ketika Anda tidak bisa melihat mereka, kenapa Anda mempekerjakan mereka pada awalnya?

Jika orang senang memutar video game atau menjelajah web seharian, mereka sangat mampu melakukan hal itu dari meja kerja mereka di kantor, tulis Fried dan Hansson. JC Penney misalnya, 30% bandwidth perusahaan dipakai karyawan untuk menonton video YouTube.

Pekerja kantoran sering kali dinilai berdasarkan hal-hal kecil yang sama sekali tidak berhubungan dengan kualitas serta kuantitas pekerjaan yang mereka lakukan. Seperti jam masuk dan pulang kerja, jam istirahat yang mereka habiskan atau ketika seseorang kebetulan melihat mereka membuka akun Facebook. Persepsi nilai pekerja juga dapat diwarnai oleh betapa mudahnya seorang pekerja kantoran untuk bergaul.

Fried dan Hansson juga menunjukkan daftar puluhan perusahaan dari segala bentuk yang memungkinkan karyawan mereka bekerja dari jarak jauh.

Tidak hanya itu, mereka juga mengangkat pendiri Virgin Group, Richard Branson sebagai seseorang yang memiliki pola pikir tepat tentang bekerja dari jarak jauh.

“Dalam waktu 30 tahun ke depan seiring arus teknologi yang terus bergerak maju bahkan bisa lebih maju, orang-orang akan perpikir dan bertanya mengapa kantor pernah ada,” kata Branson dalam bab terakhir buku tersebut.

Editor: Wahid

Sumber: Inc.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top