Keyakinan, Keunggulan, dan Kemerdekaan: Pelajaran Bisnis dari 4 Pemimpin Besar

0
883

4 pelajaran bisnis

Pemimpin besar sering kali memiliki pelajaran luar biasa untuk dibagikan. Kisah-kisah mereka mengingatkan kita – terutama dalam bisnis – bahwa kegagalan tidak dapat dihindari dan keberhasilan dalam bisnis apapun adalah sebuah pilihan.

Kita tidak dapat mengontrol semua keadaan yang dihadapi, apa yang kita bisa kontrol adalah respon kita. Itulah yang membuat seseorang menjadi pemimpin besar: Keputusannya untuk mengambil tanggung jawab di tengah-tengah kekacauan.

Berikut adalah kutipan dari empat orang paling berpengaruh mulai dari masa lalu dan kini seperti kami kutip dari Entrepreneur.com:

Percaya diri dengan siapa saja

“If money is your hope for independence you will never have it. The only real security that a man will have in this world is a reserve of knowledge, experience and ability.” – Henry Ford, pendiri Ford Motor Company.

Sangat mudah bagi kita untuk melihat seorang pengusaha sukses dan berpikir, “Aku yakin semua itu sangat mudah bagi mereka” atau “Mereka hanya beruntung”. Namun, pada kenyataannya mereka pernah bangkrut.

Apa yang membedakan orang-orang ini adalah keputusan mereka untuk tidak membiarkan situasi keuangan mendikte emosi mereka, menentukan nilai mereka atau memberi mereka rasa superioritas atas orang lain. Satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah belajar bagaimana membuat dan menawarkan nilai.

Sekali Anda belajar bagaimana menciptakan nilai di pasar, Anda dapat mengalihkan perasaan keamanan Anda dari apa yang harus dan siapa Anda.

Berpikir secara mandiri

“If you want to succeed you should strike out on new paths, rather than travel worn paths of accepted success.” – John D. Rockefeller, pendiri Standard Oil Company.

Ini adalah rahasia di balik terobosan terbesar dalam inovasi. Inovasi tidak bisa tercapai dengan meniru kesuksesan orang lain. Ini dicapai oleh para pemimpin besar yang memilih risiko kegagalan serta ejekan guna menciptakan sesuatu yang sama sekali baru.

Tahu kapan untuk melanjutkan

“Part of being a winner is knowing when enough is enough. Sometimes you have to give up the fight and walk away, and move on to something that’s more productive.” – Donald Trump, pengusaha dan penulis.

Sebagai pengusaha kita memperjuangkan apa yang kita inginkan, dan sangat benci kalah. Tapi tidak setiap pertarungan berharga. Caranya adalah dengan selalu mengingat gambaran besar dan tidak membiarkan ego menguasai diri Anda.

Ada perbedaan besar antara ketekunan dan keras kepala. Kekeraskepalaan hanya akan membuat kita memaksakan sesuatu. Sementara ketekunan mendorong kita bekerja secara konsisten.

Mengejar keunggulan, bukan ketenaran

“Having success for a year or two, that’s called being hot. Being in demand. Excellence is being able to perform at a high level for a long period of time.” – Jay Z, penyanyi dan pengusaha.

Kita tahu banyak orang yang berhasil meraih kesuksesan dalam semalam dengan produk atau startup, tetapi keberhasilan yang mereka raih dapat menyilaukan mereka. pada akhirnya, mereka mengabaikan feedback bisnis penting yang mereka terima dari mitra dan klien bisnis.

Setelah seorang pengusaha berhenti tumbuh, belajar dan bersikap terbuka terhadap feedback, bisa mengejar akhir bisnisnya.

Sayangnya, beberapa pengusaha harus “kehilangan semuanya” sebelum mereka belajar pelajaran ini. Jadi, buatlah sebuah titik untuk mengejar keunggulan, bukan ketenaran. Keunggulan adalah siapa Anda. Ketenaran adalah siapa Anda dulu.

Sumber: Entrepreneur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.