Konsep Deep-dive Prototyping

0
3243

Marketing.co.id– Proses deep-dive adalah sebuah pendekatan tim dan terfokus untuk mengembangkan solusi terhadap masalah atau tantangan tertentu. Proses ini, dimaksudkan untuk memanfaatkan ide dari setiap orang dalam sebuah tim dengan cara yang kreatif, terfokus, energik, menyenangkan, dan bermanfaat.

Deep-dive merupakan gabungan dari brainstorming dan prototyping (di mana solusi potensial awal dieksplorasi dan dikembangkan). Ini merupakan pendekatan di mana inisiatif setiap orang yang mengarah pada perubahaan dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai tindakan yang dapat memajukan bisnis. Deep-dive dapat diselesaikan dalam waktu satu jam, satu hari, atau satu minggu.

Tahapan-tahapan utama dalam proses deep-dive adalah:

  1. Membentuk beragam tim
  2. Menentukan tantangan desain
  3. Memenuhi para ahli
  4. Berbagi ide
  5. Brainstorming dan pemilihan suara
  6. Membuat prototipe secara cepat
  7. Melakukan uji coba dan menyempurnakan prototipe
  8. Berfokus pada prototipe dan membuat solusi akhir

Sebuah perusahaan desain terkemuka di Amerika yang bernama IDEO, meyakini bahwa ada beberapa tahap dalam deep-dive prototyping (untuk informasi selanjutnya lihat di The Art of Innovations: Lessons in Creativity from IDEO, America’s leading design firm karya Tom Kelley dan Jonathan Littman).

  1. Pahami pasar, pelanggan, teknologi, dan hambatan yang dihadapi.
  2. Amati orang dalam kehidupan nyata.
  3. Padukanlah dan aturlah tema kunci dari dua tahappertama tersebut.
  4. Visualisasikan: seringkali melibatkan brainstorming dan diskusi secara intensif. Bayangkanlah konsep dan ide baru di sekitar tema utama desain.
  5. Prototyping adalah tahap selanjutnya dan proses ini melibatkan pembuatan ide serta brainstorming secara fisik.
  6. Sempurnakanlah dan sederhanakanlah ide-ide Anda. Lalu, lakukanlah kembali brainstorming tentang cara-cara memperbaiki bentuk dasar dan mengatasi halangan serta persempit dan selalu menfokuskan konsep. Selain itu, evaluasi dan buat perioritas bagi ide-ide Anda serta tentukan bagaimana ide-ide tersebut akan diimplementasikan.

Aspek-aspek penting lain dalam pemecahan masalah secara kreatif yang dapat diterapkan ketika waktu yang dimiliki sangat sempit, mencakup:

  1. Mencoba terlebih dahulu
  2. Menguji pemasaran
  3. Memastikan tim seberagam mungkin
  4. Mencari masukan eksternal
  5. Mengurangi, dan pada praktiknya menghapuskan, hierarki
  6. Melibatkan orang,membangkitkan rasa senang bermain dan bekerja tanpa ada batasan
  7. Fleksibel dalam hal pengaturan kerja
  8. Menerima bahwa mencoba dan gagal bukanlah sebuah masalah
  9. Menetapkan tenggat waktu, di samping juga memberikan waktu bagi orang untuk menjadi kreatif. (HN)

Dari buku 100 Ide Bisnis Hebat

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.