Kuncinya Adalah Bermain dengan Smart

0
1796

Belum genap setahun, Lamudi Indonesia berhasil menembus listing lebih dari 150 ribu dan 2.800 agen properti. Tentu kehadirannya tidak bisa dipadang sebelah mata. Apa rahasia kesuksesannya?

Managing Director dan Co-Founder Lamudi Indonesia, Karan Khetan
Karan Khetan, Managing Director dan Co-Founder Lamudi Indonesia

Internet telah mengubah cara orang mencari properti. Di pasar negara berkembang seperti Indonesia, prospek portal properti sangat menjanjikan. Di negara maju seperti Amerika Serikat, lebih dari 95% pencarian dilakukan secara online.

Lebih dari 50% penduduk Indonesia berusia di bawah 30 tahun, dan mereka akan menjadi pembeli rumah pertama kalinya. Sebagai konsumen yang tech-savvy, untuk mencari dan membeli rumah pertama mereka, banyak yang akan melakukannya melalui online.

Ada lebih dari 80 juta orang Indonesia yang mengakses internet, dan 30% dari mereka menggunakan smartphone. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh sebuah perusahaan pemasaran mobile, lebih dari 50% dari mereka suka menggunakan ponsel internet-enabled mereka untuk berbelanja dan menemukan penawaran terbaik, teramasuk penawaran properti.

Managing Director dan Co-Founder Lamudi Indonesia, Karan Khetan mengatakan, berdasarkan analisa Lamudi terhadap penggunanya, orang yang secara aktif mencari, membeli dan menjual properti di Indonesia berusia di atas 27 tahun, kelas menengah dengan tingkat pendapatan tinggi dan memiliki pekerjaan penuh-waktu. Mereka bergerak dalam bisnis atau wiraswasta profesional, dan kebanyakan dari mereka sadar dengan aktifitas online serta didominasi oleh laki-laki.

Menurutnya, kehadiran Lamudi Indonesia untuk memberikan kemudahan dan efisiensi bagi para pencari rumah untuk menemukan rumah impian mereka. Lamudi Indonesia hanya bekerja sama dengan agen terpercaya di Indonesia. Semua agen properti yang ada di Lamudi Indonesia telah melalui proses on-boarding.

Ia menjelaskan bahwa Lamudi Indonesia bisa bersaing dengan kompetitor – bahkan unggul – karena bermain dengan smart. Selain itu, Lamudi Indonesia juga memiliki orang-orang yang mumpuni di area digital industri.

Bukan itu saja, dari sisi tampilan website, Lamudi Indonesia juga memiliki user interface yang memudahkan penggunanya, clear dan tidak banyak iklan. Juga, memiliki excelent customer service yang siap membantu mengunduh listing.

Sedangkan dari sisi marketing, Lamudi Indonesia sangat tahu porsi yang sesuai untuk main “smart” baik secara online maupun offline dan yang pasti efektif.

Tidak hanya itu, Lamudi Indonesia juga sangat menyadari bahwa konten merupakan cara terbaik untuk menarik pelanggan potensial. Jika dikerjakan dengan benar akan mampu merangkul target audience dan menghasilkan keuntungan bagi bisnis.

Namun, strategi content marketing haruslah memberikan informasi berharga dan konsisten untuk pasar yang ditargetkan. Ketika  strategi ini bekerja, tentu dapat menggugah konsumen menjadi pembeli.

“Kami terus berupaya memberikan informasi-informasi yang berguna dan menarik bagi customer,” katanya.

Resmi diluncurkan pada April 2014 lalu, Lamudi Indonesia berhasil menembus jumlah listing lebih dari 150.000. Hal ini merupakan hal yang luar biasa mengingat Lamudi belum genap setahun hadir di Indonesia.

Dengan lebih dari 150.000 listing dan 2.800 agen properti, Lamudi Indonesia menghidupkan slogannya sebagai ”Indonesia’s Best Real Estate Marketplace”. Perkembangan ini membuat Lamudi Indonesia sebagai portal properti global dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia maupun di antara 28 negara Lamudi lainnya.

“Pencapaian ini hanyalah sebuah awal demi menjadi yang paling relevan bagi para konsumen. Masih banyak yang harus dicapai dan kami akan berusaha lebih keras dan tumbuh lebih cepat lagi,” katanya lagi.

Kecepatan pertumbuhan ini juga dibarengi dengan produk tambahannya. Di mana selain tersedia melalui website, Lamudi juga dapat diakses menggunakan telepon genggam baik untuk pengguna Android maupun iOS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.