Lagi Melamar Kerja? Ikuti 5 Tips Public Speaking Ini

0
1993
tujuan dan manfaat psikotes

WawancaraMelakukan wawancara kerja sangatlah menggairahkan, namun sering kali menakutkan bagi sebagian orang. Sebenarnya Anda tidak perlu takut. Ada cara-cara cerdas untuk mengubah kecemasan tersebut.

Wawancara yang baik haruslah seperti sebuah percakapan, bukan interogasi. Berikut lima tips kunci dari dunia public speaking yang akan membantu Anda tampil mengagumkan dalam sebuah wawancara kerja:

Tahu diri

Kebanyakan orang merasa takut ketika si pewawancara kerja meminta menceritakan tentang diri kita. Pertanyaan sederhana ini diterjemahkan: “Apa yang bisa Anda ceritakan tentang kepribadian, minat, kebiasaan kerja, dan latar belakang Anda.” Jika dijawab dengan benar itu bisa membantu Anda meraih posisi yang diincar, tapi kalau tidak peluang tersebut mungkin akan melayang.

Sebelum menjawab, pikirkan kembali ketika Anda hendak melamar kerja. Biasanya, alasan yang muncul dalam pikiran Anda adalah jawaban yang sedang dicari si pewawancara. Ingat, Andalah yang paling berpengalaman dengan subjek Anda. Ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk membuktikan diri bahwa Andalah orang paling tepat untuk pekerjaan itu.

Menjembatani gap antara keyakinan dan antusiasme

Berapa kali Anda merasa yakin dengan kemampuan Anda namun tidak selalu merasa antusias untuk melakukan sebuah tugas, atau sebaliknya? Keyakinan adalah tentang cara Anda mempersepsikan diri, sementara antusiasme lebih menunjukkan perasaan tentang sesuatu atau seseorang selain diri Anda sendiri.

Guna memastikan keseimbangan di antara keduanya, konseplah sederet alasan yang Anda yakini tentang kemampuan Anda untuk melakukan sebuah pekerjaan, dan alasan mengapa Anda begitu antusias. Anda harus mengomunikasikannya dengan jelas selama wawancara berlangsung.

Gunakan profil LinkedIn

Hal terakhir yang harus Anda lakukan adalah menaruh semua resume Anda ke dalam profil LinkedIn. Sebaliknya, lihatlah bagaimana Anda menggambarkan peran Anda di pekerjaan sebelumnya.

Agar terlihat seperti profesional, buatlah wawancara bohongan dengan teman dan rekamlah. Tanyakan pada diri Anda sendiri, “Dapatkan saya benar-benar mengatakan itu?”

Tahu kapan harus berhenti

Agar tidak dicap sebagai pendengar yang buruk, berhati-hatilah dengan setiap jawaban yang akan disampaikan. Jika si pewawancara tidak memberikan validasi dalam bentuk mengangguk, tersenyum atau tertawa, tidak perlu takut untuk sekadar berhenti berbicara setelah Anda menjawab pertanyaan itu.

Jika Anda dapat berkomunikasi secara efektif dalam lima kata, jangan gunakan 25 kata. Percayalah, jika mereka ingin tahu lebih banyak mereka akan bertanya.

Butuh latihan tentang hal ini? Lakukan pencarian untuk “pertanyaan wawancara paling sering diajukan” yang relevan dengan posisi yang akan dilamar. Tuliskan apa yang diperjuangkan dengan berlatih menjawab setiap pertanyaan tersebut.

Pertanyaan terbuka terkadang memerlukan tanggapan lebih panjang. Tetapi biasanya, Anda harus mampu memberikan jawaban yang bijaksana untuk pertanyaan wawancara di bawah 60 detik.

Jadilah team player

Ini bukan berarti menahan diri dari berbagai prestasi dan tanggung jawab individu, namun menjelaskan bagaimana memperoleh hal-hal yang bermanfaat dari tim Anda. Jika ragu, gunakan persamaan ini: Apa yang tim saya lakukan + bagaimana saya melakukan bagian saya untuk memastikan kita sampai ke garis finish = kemenangan.

Tentunya, tidak ada dua wawancara yang sama, tetapi jika Anda menerapkan tips ini, Anda meningkatkan peluang  untuk mendapat panggilan kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.