Mandiri Group Luncurkan Startup IPO Whitepaper

0
565
Mandiri Capital Indonesia - Whitepaper IPO
(dari kiri ke kanan): Daniel Subianto - Komisaris Utama Mandiri Capital Indonesia, Timothy Utama - Direktur Information Technology Bank Mandiri, Eddi Danusaputro - Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia, Panji Irawan - Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Silvia Halim - Direktur Capital Markets Mandiri Sekuritas dan Andry Asmoro - Direktur Eksekutif Mandiri Institute

Marketing.co.id – Berita Marketing | Mandiri Group meluncurkan Whitepaper penawaran saham perdana (IPO) bagi startup berjudul ‘The Billion Dollar Moment: A Paradigm Shift for Indonesian IPOs’. Whitepaper ini terdiri dari empat bagian besar, yaitu The Exit Landscape for Startups, IPO Specific Section, IPOs for Startups, dan Policy Treatment for IPOs in Indonesia.

Melalui Whitepaper ini, Mandiri Group yang terdiri dari yang terdiri dari Mandiri Capital Indonesia (MCI), PT Mandiri Sekuritas (Mandiri Sekuritas), dan Mandiri Institute menyatakan,  bahwa penawaran saham perdana atau IPO (public listing) merupakan salah satu exit strategy yang dapat dipertimbangkan selain merger & acquisition (M&A).

Seperti diketahui M&A akhir-akhir ini banyak dilakukan oleh startup teknologi, antara lain beberapa perusahaan startup portofolio MCI seperti Moka yang diakuisisi oleh Gojek dan Qontak yang diakuisisi oleh Mekari.

Selain itu, Whitepaper ini membahas tren dan regulasi terkait IPO untuk startup, pro dan kontra terhadap rencana startup dalam melakukan IPO, serta keuntungan startup untuk melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca juga: Catatan Akhir Tahun 2021, IFSoc Sorot Pinjol Ilegal dan Kemunculan Unicorn Baru

Strategi M&A untuk industri startup teknologi sedang tumbuh pesat di Asia Tenggara, seiring jumlah startup yang melakukan IPO di Indonesia yang mengalami kenaikan cukup signifikan selama empat tahun belakangan ini. Tren IPO diprediksikan akan tetap bertumbuh karena adanya dukungan dari Pemerintah Indonesia.

Untuk meningkatkan jumlah startup teknologi yang melakukan IPO, pemerintah memperbarui regulasi agar lebih ramah untuk startup. Saat ini, perusahaan tidak harus mempunyai laba untuk terdaftar secara publik, sehingga menyederhanakan proses persyaratan perijinan. Pemerintah juga sedang berdiskusi tentang kemungkinan diijinkannya dual market listing; pengurangan persentase pajak perusahaan serta memberikan insentif pajak tambahan untuk mendukung perusahaan publik.

Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danusaputro melihat peluncuran IPO Whitepaper ini sebagai strategi kolaborasi di sektor-sektor terkait. “Kami sangat bersemangat dengan peluncuran IPO Whitepaper ini, dimana ini sangat sejalan dengan komitmen MCI sebagai bagian dari Mandiri Group, mendorong bertambahnya jumlah startup yang bisa go public demi melayani konsumen dengan lebih baik lagi,” tutur Eddi.

“Ke depannya, kami berharap strategi ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi perkembangan bisnis, namun juga demi mendorong kontribusi terhadap kemajuan ekonomi Indonesia melalui peran startup – mempersiapkan mereka lebih baik lagi untuk memasuki IPO,” lanjutnya.

Whitepaper IPO Mandiri Group menjabarkan secara komprehensif potensi keberhasilan yang dapat dicapai oleh startup teknologi melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan tetap membantu menjawab tantangan saat startup memutuskan menjadi perusahaan publik – pengawasan yang lebih ketat, kendali yang lebih sempit, pengelolaan risiko pasar, serta persiapan IPO yang cukup mahal.

Melalui IPO di BEI, startup teknologi dapat mendukung pertumbuhan PDB nasional, meningkatkan jumlah pajak penghasilan, mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan kompetisi dan inovasi di pasar Indonesia, meningkatkan penanaman modal asing, dan memperoleh beberapa keuntungan lainnya.

Mandiri Capital Indonesia - Whitepaper IPO
(dari kiri ke kanan): Daniel Subianto – Komisaris Utama Mandiri Capital Indonesia, Timothy Utama – Direktur Information Technology Bank Mandiri, Eddi Danusaputro – Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia, Panji Irawan – Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Silvia Halim – Direktur Capital Markets Mandiri Sekuritas dan Andry Asmoro – Direktur Eksekutif Mandiri Institute

Oleh karena itu, dalam upaya mendukung akselerasi pertumbuhan bisnis startup teknologi melalui IPO, Mandiri Group memberikan tempat pengasuhan untuk startup, yaitu Mandiri Capital Indonesia, yang merupakan perusahaan modal ventura, yang dapat memberikan penanaman modal dan ilmu manajerial yang sangat bermanfaat bagi perusahaan startup, dan dilanjutkan dengan layanan Underwriting dari Mandiri Sekuritas untuk menuju IPO. Hal ini memperlihatkan layanan end-to-end dalam membimbing startup sampai IPO dari Mandiri Group.

Direktur Eksekutif Mandiri Institute, Andry Asmoro, menyambut Startup IPO Whitepaper sebagai langkah korporasi yang berpotensi besar demi mendukung perekonomian Indonesia.

Baca juga: IPO dan Merger Tahap Wajar Perkembangan Startup

“Kami di Mandiri Institute melihat strategi Whitepaper IPO ini sebagai langkah yang baik untuk mendukung pertumbuhan tersebut. Bersama dengan Mandiri Group, kami berkomitmen untuk memanfaatkan kemampuan dan kelebihan masing-masing untuk visi dan tujuan yang sama,” katanya.

Sejumlah perusahaan teknologi lokal yang baru saja IPO di BEI adalah Bukalapak, Cashlez, dan beberapa perusahaan lain. Startup lain seperti GoTo dikabarkan sedang mempersiapkan IPO.

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing & Bisnis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.