Manjakan Penghuni, Pakubuwono Tawarkan Internet Ultra Cepat 1Gbps

0
1318
(ki-ka): Tito Solagratia - Chief Sales & Marketing The Pakubuwono Development, Dani Sumarsono - Chief Executive Officer CBN
(ki-ka): Tito Solagratia - Chief Sales & Marketing The Pakubuwono Development, Dani Sumarsono - Chief Executive Officer CBN
(ki-ka): Tito Solagratia – Chief Sales & Marketing The Pakubuwono Development, Dani Sumarsono – Chief Executive Officer CBN

The Pakubuwono Development memberikan fasilitas terbaru berupa internet ultra cepat 1 Gbps (gigabyte per second). Fasilitas ini tersedia atas kerjasama The Pakubuwono Development dengan penyedia Internet Service Provider (ISP) CBN.

Tito Solagratia, Chief Sales & Marketing The Pakubuwono Development mengatakan, koneksi intenet hingga 1Gbps di apartemen The Pakubuwono sangatlah sesuai, karena koneksi internet ultra cepat memang menjadi kebutuhan primer para penghuni dan owner apartemen.

Sementara itu, Marcelus Ardiwinata, Chief Operational Officer CBN mengatakan, The Pakubuwono Development terpilih sebagai pilot project layanan CBN Fiber Broadband 1 Gbps (CBN Giga Fiber) setelah melalui riset dan survei terkait dengan kebutuhan dan permintaan para penghuni terhadap koneksi ultra cepat.

Paket CBN Giga Fiber dilengkapi dengan layanan TV Anywhere dari DensTV dengan kualitas High Definition (HD). DensTV bisa diakses melalui pesawat TV dan gadget.

Marcelus mengatakan, jaringan fiber optik CBN sudah menjangkau 200 kota di Indonesia. Sebagai ISP, CBN bukan hanya menyasar segmen apartemen, namun juga segmen lain seperti perbankan, pemerintahan, dan institusi pendidikan.

Menurut Marcelus, dalam menilai layanan internet konsumen hendaknya memperhatikan tiga faktor, yang mencakup kecepatan (speed), keterjangkauan harga (affordability), dan kemudahan layanan (simple).

Harga paket 1 Gbps ditawarkan Rp8,5 juta per bulan bagi setiap penghuni apartemen The Pakubuwono. “Harga itu menjadi lebih murah karena CBN memberikan diskon 50 persen,” tandas Marcelus.

The Pakubuwono Development tidak memaksa penghuni untuk menggunakan layanan CBN. “Harga paket internet tersebut juga tidak memengarahui harga jual apartemen karena kami tidak memasukan komponen harga tersebut ke dalam penjualan unit kami,” jelas Tito.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.