Masih Efektifkah Promo dan Iklan Digital?

0
638
Memaksimalkan Potensi Iklan Video Online

Marketing.co.id – Berita Marketing | Laporan terbaru yang dirilis Kantar dan Goole berjudul “SEA e-Conomy Research 2021” menyebutkan bahwa di Indonesia ada 21 juta konsumen digital baru selama pandemi 2020, dan paruh pertama tahun 2021. Sebanyak 72% dari konsumen baru tersebut berasal dari area non-metropolitan, yang secara positif menunjukkan peningkatan penetrasi digital di Indonesia.

Pertanyaannya, di tengah meningkatnya penetrasi digital di Indonesia ini masih efektifkan promo digital?

Seperti diketahui, konsumen digital sudah terbiasa mencari sendiri informasi produk yang dibutuhkannya sesuai dengan cara dan waktu yang mereka inginkan. Kondisi tersebut membuat mereka sulit dijangkau dan di-engage. Digital membuat mereka lebih mandiri dan tak terbiasa lagi dicekoki dengan berbagai pesan promo.

Mereka memiliki begitu banyak pilihan media; mereka bisa menikmati konten yang mereka inginkan, dimanapun dan kapan pun. Kebutuhan mereka pun semakin beragam namun semakin spesifik. Perilaku belanja dan konsumsi mereka kerap berubah cepat mengikuti tren yang sedang berlangsung. Ini karena perputaran berita yang cepat dan bahkan instan, bisa dengan cepat juga memengaruhi perilaku dan kebiasaan konsumen. Tantangan promo tak lagi hanya dibatasi oleh musim-musim liburan saja. Merek harus memikirkan strategi promo yang mengikuti tren yang ada.

Kondisi pasar saat ini tidak hanya bisa dipengaruhi oleh merek atau perusahaan saja, konsumen pun bisa menjadi influencer bagi kategori produk tertentu, menciptakan tren baru, bahkan menciptakan perilaku konsumsi yang baru. Konten promo harus bisa berubah dan disesuaikan dalam sekejap supaya bisa tetap uptodate dengan situasi dan kondisi pasar.

Semua fenomena tersebut berujung pada satu tantangan yang harus dihadapi para pemasar saat ini dan ke depan, yaitu bagaimana pemasar bisa mengatasi segala pengalih perhatian dan durasi atensi konsumen yang semakin sempit dalam mencerna suatu konten. Inilah mengapa era digital sering  sering disebut sebagai era yang disruptif; mudah teralihkan, dan waktu untuk mencerna konten cenderung semakin sempit.

Berbagai berita dan merek saling berebut berteriak melalui semua media atau channel yang ada di sekitar konsumen. Mulai dari bangun pagi ketika menyalakan televisi, membuka koran, mengoperasikan smartphone, mendengarkan radio kita sudah diserbu oleh begitu banyak pesan pemasaran.

Apapun kesukaan, hobi atau media yang digunakan, kita tak bisa lari dari promo atau pesan-pesan pemasaran. Tak peduli kita hanya menonton film lepas, film seri, menikmati saluran olahraga, saluran tren fashion, bermain game online, menelusuri media sosial, membuka aplikasi musik dalam smartphone sampai berbagai konten di YouTube, semuanya sudah disesaki dengan konten promo atau iklan dari berbagai merek.

Dengan semakin masifnya konsumen menggunakan digital, melakukan promosi dan iklan digital memang tak bisa dihindari karena di situlah konsumen berada dan menghabiskan sebagian besar waktunya. Oleh karena itu, jika ingin  dilihat oleh konsumen, merek harus membuat konsep promo dan iklan yang unik, menarik dan bisa membuat konsumen merasa terhubung dengan iklan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.