Masih Meremehkan Kekuatan Website Anda? Baca Ini!

1
985

choosing from images stream

Apakah Anda masih percaya bahwa iklan akan memberikan keuntungan tertinggi dari investasi? Kapan terakhir kali itu bekerja untuk Anda?

Dulu, bisnis kecil menghabiskan puluhan juta rupiah untuk kampanye iklan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini ada perubahan besar yang terjadi dalam dunia pemasaran dan pergeseran tersebut mulai masuk ke inti industri periklanan.

Penelitian Nielsen menyebutkan ada tiga jenis iklan yang paling tinggi dipercaya oleh konsumen:

  • Rekomendasi dari orang yang mereka kenal: 84%
  • Website merek 69%
  • Pendapat konsumen yang posting secara online.

Orang lebih percaya pada situs perusahaan ketimbang artikel di surat kabar, iklan mainstream, dan iklan mobile.

Statistik ini sangat mengejutkan, mengingat besarnya jumlah uang yang dihabiskan orang untuk iklan mainstream bahkan PR.

Kebanyakan pemasar tahu betul kekuatan word-of-mouth, tapi mengapa mereka masih mengabaikan kekuatan situs merek mereka sendiri. Bahkan investasi di website tidak sebanyak investasi yang mereka lakukan pada iklan mainstream.

Alasannya, teknik marketing lama masih dianggap sebagai metode utama bagi bisnis kecil. Namun, sebagian besar bisnis kecil menginvestasikan keuntungan mereka untuk mengejar metode inbound marketing seperti social media marketing, email marketing, dan konten marketing.

Salah satu kesulitan dari inbound marketing adalah mengukur ROI. Tapi alat-alat baru sedang dikembangkan setiap harinya untuk memfasilitasi ini. Misalnya, Facebook memungkinkan pemasar menempatkan konversi pada situs web mereka untuk melacak efektivitas iklan Facebook mereka.

Masa depan

Dunia bisnis kecil sedang memintal inbound marketing. Dalam dua tahun ke depan diprediksi, bisnis kecil akan berinvestasi lebih banyak pada website dan konten marketing ketimbang iklan mainstream.

Lantas, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda masih melihat iklan mainstream sebagai yang paling “wah” dalam kegiatan marketing?

Editor: Wahid FZ|Sekar Ayu  Sumber: StarUpSmart

Sulit mengaku menjadi brand digital kalau website saja tidak punya. Jadi memiliki website adalah sebuah keharusan. Itulah etalase Anda di dunia maya. Tapi punya website pun tidak bisa sembarangan. Selain informatif,web juga harus interaktif. Simak ulasannya di Majalah Youth marketers Edisi 15. Anda bisa men-downloadnya di sini

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.