Memenangkan Kompetisi di Pasar yang Bergejolak

0
1003
memenangkan persaingan

memenangkan persaingan

Bank Dunia mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,6% sementara investasi turun dari 12% bulan Juni 2012 menjadi hanya 5% bulan Juni 2013 akibat pengetatan moneter.  Sebaliknya, belanja konsumsi meningkat pesat. Tahun 2020, diprediksi 87% atau 53 juta rumah tangga di Indonesia akan berada di kelas konsumsi masal.

Meskipun pada tingkat makro tampak lesu, konsumen masih membeli. Kondisi ini menarik minat perusahaan-perusahaan luar untuk berinvestasi dan memindahkan fasilitas produksi ke Indonesia.

Sooho Choi – Managing Director, Freight & Logistics, Accenture Asia Pacific mengatakan, “Riset kami menunjukkan banyak perusahaan mengantisipasi pasar yang bergejolak akibat ketidakstabilan nilai tukar global, biaya komoditas yang tak dapat diprediksi, ketidakpastian permintaan konsumen, kondisi sosial dan politik, serta potensi perubahan kebijakan pemerintah.”

Hanya sekitar 9% dari perusahaan dalam survei Accenture menunjukkan peningkatan produksi, profit, serta efisiensi tenaga kerja lebih dari 10% sejak 2011. Di samping itu, kelompok yang disebut “pemimpin manufaktur” ini juga menunjukkan kenaikan pendapatan dan pertumbuhan lebih dari 10% sejak 2011.

Sooho menambahkan, “Para pemimpin manufaktur ini terus menjaga keunggulan dalam biaya dan kualitas layanan, serta menjaga agar kegiatan operasi tetap dinamis dengan menggabungkan inovasi, kemampuan adaptasi, serta penanganan risiko dalam strategi rantai pasok mereka.”

Menghadapi dinamika rantai pasok global, industri manufaktur modern harus mampu mengelola stakeholder yang kompleks. Mengolah dan melakukan analisa terhadap data dalam jumlah besar yang terus tumbuh secara eksponensial dan tidak terstruktur (big data) menggunakan tool business intelligence (BI) dapat menghasilkan insight yang relevan dengan mudah sehingga berguna dalam pengambilan keputusan. (***)

Editor: Sekar Ayu

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.