Memupuk Jiwa Kewirausahaan Pada Anak-anak

0
1258

Marketing.co.id-  Tanggung jawab, kreativitas, dan mampu mengambil keputusan merupakan sifat yang akan muncul pada anak jika jiwa wirausahanya ditumbuhkan sejak dini. Sifat-sifat tersebut merupakan modal bagi keberhasilan hidup anak saat dewasa.

Nah, sebagai orang tua, Anda tentu dapat menumbuhkan jiwa wirausaha pada si kecil dengan cara meningkatkan keterampilan emosional yang dibutuhkan. Misalnya nyaman berada dalam situasi yang tidak pasti, efisien dalam memecahkan masalah, dan mampu menghadapi kegagalan dengan sikap positif.

Ini semua tentang pembentukan perilaku anak, kata Dr. Andrea Vazzana, asisten profesor psikiatri klinis anak di pusat Studi New York University. “Keterampilan emosional anak sangatlah penting dan lebih dini Anda dapat membantu mereka akan lebih baik”.

Berikut ini lima tips untuk membantu Anda mengembangkan kualitas kewirausahaan pada anak-anak:

Model pemecahan masalah yang efektif

Tingkatkan kemampuan anak memecahkan masalah sejak dini. Jika mereka memiliki masalah, cari sebuah solusi bersama dengan cara bertukar pikiran. Bantu mereka mengidentifikasi masalah, memikirkan segala kemungkinan untuk mencari solusi, mempertimbangkan pro dan kontra, dan menentukan pilihan terbaik.

Membantu anak-anak belajar dari kegagalan

Sebagai orang tua, Anda mempengaruhi keinginan anak untuk mencoba sesuatu hingga berhasil tanpa takut gagal. Ketrampilan ini sangat penting bagi seorang pengusaha.

Berikan kritikan yang membangun, damping anak untuk mempraktekkan ketrampilan wirausahanya atau ajaklah bertukar pikiran. Temukan cara alternative untuk menyiasati kegagalan yang dijumpai.

Ketika Anda menawarkan solusi, berikan pujian khusus pada mereka di kedua sisi sehingga mereka merasa tidak begitu keras dikritik, dan mereka dapat mengambil itu sebagai pesan positif,” kata Vazanna.

Biarkan anak Anda membuat keputusan

“Ketika anak Anda masih balita, mungkin Anda memberi mereka pilihan ayam atau ikan saat makan malam, atau membiarkan mereka memilih pakaian mereka sendiri. Anda sedang memperlihatkan kepada mereka bagaimana rasanya membuat sebuah keputusan, dan membantu mereka merasa nyaman karena mampu melakukan itu, ujar Vazanna.

Ketika anak sudah lebih besar, berilah kebebasan memilih yang lebih besar. Kalau Anda terlalu membatasi pilihannya, anak akan merasa kewalahan ketika pilihan membanjir. Pelan-pelan longgarkan kendali dan beri kepercayaan pada mereka untuk mengambil keputusan yang lebih besar.

Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Anak-anak membutuhkan kebebasan untuk menguji batas-batas dan rasa takut mereka. Jika si kecil menghadapi situasi yang berisiko, Anda boleh membantu mereka, namun pelan-pelan biarkan anak menghadapi sendiri masalahnya. Dengan begitu, Anda membangun rasa percaya diri anak dalam mengambil risiko.

Ajarkan cara konstruktif untuk menantang status quo.

Anak-anak sering diajarkan untuk mengikuti aturan secara membabi buta. Hal ini sebenarnya sebuah kebiasaan yang menghambat kewirausahaan.

Sebaiknya, ajarkan anak menentang norma-norma secara konstruktif dengan mengartikulasikan alasan mereka. Tanyakan, apa yang mereka pikirkan dan kenapa. Tantang juga mereka untuk mengusulkan gantinya.

Orang tua perlu memberi teladan kepada anak. “Cara bicara  dan perilaku orang tua akan ditiru oleh anak,” kata Vazanna. Tingkah laku Anda akan membantu anak memahami kapan harus mengikuti aturan dan kapan perlu mempertanyakan norma-norma secara diplomatis. (www.entrepreneur.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.