Mencari Tahu Kebutuhan Konsumen

0
2968

www.marketing.co.id – Tren kebutuhan konsumen tidaklah mudah ditebak. Karena itu, dibutuhkan riset mengenai konsumen. Seperti apakah?

Melakukan market intelligence tidaklah harus mahal dan rumit, seperti survei dengan melibatkan responden besar, focus group discussion (FGD), atau lainnya. Karena sejatinya, kegiatan tersebut mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan secara langsung memprediksi sepak terjang kompetitor—baik lokal maupun asing.

Sama halnya yang dilakukan oleh PT Catur Mitra Sejati Sentosa, pemilik merek Mitra 10. Seperti yang dikatakan Indra Gunawan, Merchandise Director Mitra 10, pihaknya menyadari bahwa market intelligence memiliki peranan penting—khususnya terkait riset. Selain untuk membaca situasi market, riset pun berguna untuk mengetahui arah tren di bisnis ritel modern khusus bahan bangunan.

“Sejak berdiri tahun 1997, kini Mitra 10 memiliki 18 store yang terbagi menjadi 13 super store dan lima express store. Namun, memang diakui bahwa Mitra 10 baru-baru ini mulai memfokuskan lebih dalam soal market intelligence dan riset. Bagi kami, riset merupakan hal penting guna menunjang kegiatan marketing,” kata Indra.

Indra menambahkan, riset yang dilakukan Mitra 10 memang tidak terlalu rumit. Hanya menggunakan metode kuesioner dan ditujukan kepada konsumen. Kuesioner tersebut, sambung dia, selanjutnya akan diolah dan dikembangkan. Hasil yang bisa diharapkan adalah informasi terkait keinginan dan kebutuhan konsumen.

“Fokus Mitra 10 dalam melakukan riset biasanya seputar tren kebutuhan konsumen. Setiap tahun tren selalu berubah-ubah, sehingga kami pun harus terus memantau barang-barang apa saja yang dibutuhkan. Oleh karena itu, Mitra 10 pun mengusung konsep one stop shopping,” papar dia.

Indra mengatakan, jika ditelusuri lebih lanjut, kehadiran Mitra 10 merupakan hasil pengamatan pasar. Waktu itu, konsep toko yang menyediakan bahan bangunan masih bersifat tradisional. Bahkan, kondisi toko masih sederhana, produk pun ditempatkan seadanya tanpa memerhatikan estetika dan kenyamanan konsumen. Dari kondisi tersebutlah lahir Mitra 10 yang memberikan warna baru di kategori ritel modern bahan bangunan.

“Berdasarkan pengalaman tersebut, Mitra 10 pun melakukan remodeling pada semua store yang ada. Tujuannya untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi konsumen yang datang ke Mitra 10. Tidak hanya itu, Mitra 10 pun memiliki sales consultant guna memberikan kemudahan bagi konsumen dalam memilih produk, desain, dan kesesuaian dalam pemakaiannya. Tentu saja ini pun disesuaikan dengan biaya yang ingin dialokasikan oleh konsumen itu sendiri,” imbuhnya.

Indra melanjutkan, sales consultant Mitra 10 pun sebelumnya dibekali dengan berbagai training. Setiap sales consultant memegang satu kategori tertentu, sehingga dia bisa memahami secara keseluruhan produk-produk yang berada dalam naungannya. Diharapkan, dengan adanya sales consultant, kebutuhan konsumen bisa diketahui—baik dari kualitas produk maupun harga,” lanjut dia.

Diakui Indra, meskipun tidak memiliki divisi khusus untuk riset, sejauh ini Mitra 10 bisa mengikuti tren kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, tahun 2011 merupakan langkah yang tepat untuk mulai serius mengembangkan riset guna menunjang kegiatan marketing. Bagi dia, riset merupakan salah satu bagian penting di antara kegiatan marketing lainnya.

“Sejauh ini, kami mengerjakan riset dengan melakukan sampling di beberapa store. Tujuannya adalah untuk mengetahui produk-produk apa saja yang terbaru dan dibutuhkan konsumen. Oleh karena itu, untuk mengetahui arah tren—misalnya keramik, Mitra 10 pun mendapat informasi dari para supplier. Selanjutnya, kami akan menginformasikan lebih lanjut ke konsumen,” terang dia.

Sebagai ritel modern khusus bahan bangunan, Indra melanjutkan, biasanya informasi yang disasar Mitra 10 tidak terlepas dari kebutuhan konsumen. Artinya, riset yang dilakukan seputar informasi produk, seperti kualitas, harga, dan model terbaru. Maklum saja, biasanya konsumen tidak terlalu mengikuti tren item bahan bangunan terbaru. Karenanya, Mitra 10 memiliki peranan penting dalam memberikan informasi tersebut.

Sebab itu, guna memberikan informasi terbaru bagi konsumen, Mitra 10 berusaha melakukan riset secara bertahap dan berkesinambungan. Sejauh ini, terkait riset masih dikelola oleh pihak internal, yakni tim marketing. Sifatnya pun tidak secara massal, hanya memberikan kuesioner di setiap acara gathering yang digelar oleh Mitra 10.

Setelah riset dilakukan, Mitra 10 pun menentukan harga sesuai tiga kategori, yakni good, better, dan best. Untuk penempatan produk pun disesuaikan dengan 10 kategori yang ada. Demi kenyamanan konsumen, produk-produk ditata sedemikian rapi untuk memudahkan mereka ketika ingin mencari produk.

“Menurut prediksi dan tren yang berlaku di industri sejenis Mitra 10, ke depannya aktivitas bisnis akan terus bertumbuh. Tidak hanya dari kompetitor asing, tetapi juga kompetitor lokal. Oleh karena itu, Mitra 10 pun menargetkan pertambahan store setiap tahunnya. Ini bertujuan untuk menjangkau konsumen lebih dekat lagi,” kata dia. Maka, tak heran jika di tahun 2011 lalu Mitra 10 memasang target untuk lima tahun ke depan bisa merambah pasar regional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.