Mengenal Apa Itu Psikotes dan Tujuannya bagi Recruiter dan Job Seeker

0
19

tujuan dan manfaat psikotesMelalui artikel ini Anda akan mengetahui apa itu psikotes, tujuan dan manfaat psikotes bagi Recruiter dan Job Seeker 

Marketing.co.id – Berita Lifestyle | Bagi Anda yang sudah beberapa kali melakukan lamaran kerja, psikotes tentu menjadi salah satu tahapan seleksi kerja yang biasa dilakukan oleh perusahaan. Walaupun begitu, tidak sedikit job seeker atau pencari kerja yang masih bingung dan cenderung takut saat harus dihadapkan dengan jenis tes tersebut.

Alasannya karena psikotes biasanya berisi dengan pertanyaan yang umumnya sulit untuk bisa diterka, bahkan tidak jarang soal yang ditanyakan tidak memiliki jawaban ilmiahnya. Oleh sebab itu, kebanyakan pelamar kerap merasa khawatir ketika diharuskan untuk melalui psikotes ini dan menjadi alasan dirinya gagal mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum tahap pertanyaan interview kerja berlangsung.

Namun, tahukah Anda jika psikotes ini dilakukan untuk berbagai tujuan dan manfaat yang tidak hanya berguna bagi pemberi kerja atau recruiter, tapi juga bagi job seeker? Nah, agar mampu mengetahui lebih lanjut tentang apa itu psikotes dan sederet manfaatnya, simak penjelasan lengkap berikut ini.

Apa Itu Psikotes?

Secara sederhana, psikotes bisa diartikan sebagai suatu hal yang dibutuhkan recruiter agar mampu menilai aspek tambahan yang dimiliki kandidat kerjanya. Oleh sebab itu, tidak jarang tes ini akan dilakukan seusai seorang kandidat melakukan sejumlah tahap seleksi kerja dan dinyatakan lolos, seperti, tahap wawancara kerja dan sebagainya.

Meski termasuk sebagai aspek tambahan dalam menilai kemampuan dan kualitas calon pekerja, psikotes ini bersifat sangat penting guna mengetahui perilaku dan sikap seseorang. Tidak hanya itu, jenis tes ini juga berguna untuk mengetahui karakteristik dan juga sifat yang dimiliki pesertanya.

Seperti yang umum diketahui, selain memiliki keahlian di bidang tertentu, sikap dan sifat psikologis mampu memberi pengaruh krusial terhadap kualitas kerja seseorang. Karenanya, hampir semua pemberi kerja pasti akan melakukan tahap psikotes ini agar mampu mendapatkan sumber daya manusia yang tepat untuk mengisi kekosongan di perusahaannya.

Tujuan dan Manfaat Psikotes

Psikotes memiliki tujuan dan manfaat, di antaranya:

  • Menjadi Tolok Ukur Kecerdasan

Melalui jawaban soal psikotes, kecerdasan intelegensi atau IQ serta kecerdasan spiritual dan emosional atau EQ bisa diketahui. Tentunya, pemberi kerja menginginkan karyawan yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual dan emosi seimbang agar mampu menjalankan kinerjanya dengan baik, khususnya saat bersama tim.

Melalui tingkat IQ bisa diketahui kemampuan kandidat dalam menjalani pekerjaan dan kemampuannya memecahkan masalah. Sementara untuk EQ adalah kemampuan kandidat dalam berdiplomasi, bernegosiasi, mengambil keputusan, dan melakukan delegasi pekerjaan. Jadi, dengan mengetahui informasi tersebut, recruiter bisa mengetahui gambaran performa kandidat saat sudah diterima kerja nantinya.

  • Mengenali Kepribadian dan Perilaku

Selain itu, melalui tes ini pula kepribadian dan perilaku job seeker bisa diketahui walaupun tidak bisa benar-benar akurat karena tak ada standar objektif ilmiah terkait hal tersebut. Di samping itu, penilaian kepribadian ini juga biasanya kurang konkret karena sikap kandidat yang pasti berusaha terlihat sebaik mungkin pada tahap seleksi kerja tersebut. Walaupun begitu, melalui psikotes, gambaran umum tentang sikap kandidat ini sedikit banyak bisa diketahui secara lebih mendalam.

  • Menguak Sifat Kejiwaan

Di samping itu, fungsi psikotes ini adalah untuk menguak sifat kejiwaan dari calon pekerja. Menjadi salah satu poin penting yang harus diketahui, penilaian terkait sifat kejiwaan kandidat ini tidak boleh sampai dilewatkan saat menyeleksi pelamar kerja.

Dengan menggunakan tahap tes ini, pihak recruiter mampu mengevaluasi kondisi dari kejiwaan kandidatnya. Tentunya, ada kriteria atau sifat kejiwaan tertentu yang dihindari oleh perusahaan sehingga hal tersebut bisa memengaruhi peluang pelamar kerja untuk lolos ke tahap seleksi yang selanjutnya.

  • Memprediksi Performa Kerja Kandidat

Sejatinya, psikotes dilakukan untuk mendapatkan gambaran terkait performa kerja dari seorang kandidat ketika sudah berada dalam lingkungan kerja nantinya. Melalui tahap tes ini pula bisa diketahui bagaimana sikap seseorang saat harus dihadapkan pada kondisi penuh tekanan agar tetap bisa memberikan kinerja yang baik. Apabila perusahaan mampu memprediksi performa tersebut, maka kesempatan mendapatkan kandidat terbaik, termasuk dalam hal produktivitas dan turnover, menjadi lebih tinggi.

  • Memahami Psikodinamika Pekerja

Tujuan terakhir dilakukannya psikotes adalah untuk memahami psikodinamika dari calon pekerja. Secara umum, yang dimaksud dari psikodinamika ialah dasar dari teori psikologi maupun teori kepribadian yang mampu menganalisis dasar dari kepribadian seseorang dengan tepat.

Psikodinamika sendiri mencakup penelitian dengan poros yang tidak hanya mengenai kepribadian seseorang saja. Melainkan, teori tersebut juga mencakup emosi serta perasaan, khususnya terkait sikap seseorang dalam menghadapi sebuah masalah maupun tantangan. Nah, melalui psikotes tersebut perusahaan atau recruiter mampu memahami psikodinamika dari calon pekerjanya agar mendapatkan kandidat yang terbaik.

Itulah penjelasan mengenai psikotes beserta manfaat dan tujuan dilakukan tes tersebut. Tidak hanya berguna bagi pihak pemberi kerja atau recruiter, ternyata adanya tahapan tes tersebut juga mampu memberi penilaian diri terhadap pihak job seeker sendiri. Tidak seharusnya ditakuti, psikotes sebaiknya dipahami agar mampu menjalani tesnya dengan baik dan lancar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.