Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia UKM

Mengubah Konflik Menjadi Kreativitas

office-gossip

Ketika ada seseorang yang tidak sejalan, jangan menganggap itu sebagai hal buruk. Hal tersebut bisa saja menjadi salah satu peluang terbaik untuk mendapatkan perspektif baru.

Anda baru saja sampai ke kantor dan menutup pintu. Di situ Anda terkunci dalam sebuah konflik dengan salah satu rekan atau karyawan lain untuk mencari cara terbaik dalam memecahkan masalah bisnis. Terkadang itu membuat kita marah.

Pertama, ambil nafas dalam-dalam. Kedua, pertimbangkan ini: “sebuah konflik dalam perusahaan adalah salah satu peluang terbesar untuk berpikir kreatif”.

Ketika semua orang berada dalam jalur yang sama, organisasi cenderung berjalan lancar tanpa ada yang goyang atau tidak ada kejutan. Ketika sebuah konflik terbuka muncul, tiba-tiba semua orang waspada, dan aturan tak tertulis pun dipertanyakan.

“Sebuah konflik bisa sangat bagus atau juga buruk – itu tergantung pada bagaimana mengatasinya,” kata Kaveh Mir, penulis Wars at Work: An Action Guide for Resolving Workplace Battles.

Perbedaan keinginan dan kebutuhan bisa menjadi sebuah hambatan untuk mencapai tujuan, atau jika ditangani dengan baik itu dapat menjadi sumber tersembunyi yang mendatangkan sebuah inovasi.

Memang, ketika berada dalam sebuah konflik, kita mungkin sulit melihatnya sebagai sebuah peluang untuk membawa perusahaan ke arah yang lebih baik dan kreatif. Namun kesempatan benar-benar mungkin ada. Berikut langkah-langkah untuk membantu Anda menemukan peluang tersebut:

Pastikan kondisi tepat

Pertama, perlu ada waktu untuk membahas dan memperdebatkan masalah yang sedang dihadapi. Jika keputusan segera diperlukan, Anda harus menemukan cara untuk menekan konflik atau menundanya sementara.

Kedua, Anda dan rekan harus peduli terhadap hubungan, meskipun satu sama lain mungkin marah. “Jika kita tidak saling percaya untuk berbicara kebutuhan riil yang lain, kita tidak bisa terlibat satu sama lain,” jelas Mir.

Luangkan waktu untuk bertemu

Idealnya, mengatur waktu untuk bertemu beberapa kali, sebaiknya dalam suasana santai. “Jika bertemu tidak memungkinkan, teleponlah. Email, pesan teks, dan interaksi media sosial dengan mudah sering kali disalahartikan,” kata  Mir.

Mendengarkan

Langkah berikutnya adalah mendengarkan apa yang orang lain katakan. “Kita semua belajar bagaimana berbicara, membaca dan menulis, tetapi tidak untuk mendengarkan,” ucap Mir lagi.

Masalahnya adalah orang lebih frustasi ketika mereka merasa seperti tidak didengar. Jadi pastikan membiarkan orang-orang di sisi lain tahu Anda mendengar dan memahami sudut pandang mereka, meskipun Anda mungkin tidak setuju dengan itu.

Pelajari paradigma orang lain

“Jika Anda berhenti dan mencoba mengekspos diri dengan paradigma yang berbeda, mungkin Anda akan menemukan hal-hal yang tidak pernah Anda tahu,” terang Mir.

Memahami paradigma orang lain bukan berarti menerimanya. Tapi belajar untuk memahami sudut pandang orang lain seharusnya memberikan perspektif baru pada masalah yang dihadapi – saat itulah kreativitas bisa terjadi.

Tentukan siapa yang paling peduli tentang hasil

Jika konflik diselesaikan, apakah itu membuat perbedaan besar kepada orang lain selain Anda? Jika jawabannya ya, maka pertimbangkan memberikan masukan.

“Saya menyadari bahwa penting bagi Anda untuk mencapai kebutuhan dan keinginan. Dalam hal ini, itu kurang penting bagi saya. Ini adalah waktu yang tepat untuk bekerja sama, dan berharap terus berlanjut. Ketika Anda melihat sesuatu yang penting bagi saya Anda akan membalas budi,” terang Mir.

Itu tidak hanya akan memberikan sebuah kesempatan dan berpikir kreatif tentang bagaimana melakukan sesuatu, katanya. “Ini adalah kesempatan yang fantastis untuk mempromosikan kepercayaan,” imbuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top