Menjaga Bisnis Tetap Aman di Tengah Maraknya Penipuan Online

0
15
serangan saiber cyber attack

Marketing.co.id – Berita Digital | Ada banyak aspek dalam ekonomi global yang tidak dapat dikontrol perusahaan, misalnya mencegah inflasi, menghubungkan rantai pasokan, atau menghentikan perang. Namun, mereka dapat mengoptimalisasi cara mereka mengelola bisnis.

Laporan terbaru dari Stripe menunjukkan bahwa bahwa salah satu penghambat pertumbuhan bisnis terbesar adalah justru yang dapat diatasi sendiri oleh bisnis, yaitu penipuan e-commerce.

Laporan yang disusun dengan mengumpulkan data miliaran transaksi di jaringan Stripe sejak 2019 hingga 2021, dan mensurvei lebih dari 2.500 bisnis dari 9 negara tersebut memaparkan berbagai pola penipuan global di berbagai wilayah dan beragam model bisnis.

Laporan itu juga membahas dengan detail tentang peningkatan beban yang dihadapi banyak bisnis global akibat penipuan eCommerce, pilihan sulit yang harus mereka buat, dan langkah-langkah yang bisa diambil untuk melawan dan melindungi usaha mereka.

Beberapa penemuan penting dalam laporan ini, di antaranya:

  • Hampir tiga-perempat bisnis telah mengalihkan sumber daya teknisnya, dan lebih dari setengahnya telah membatasi rencana ekspansi mereka, akibat kekhawatiran terhadap penipuan.
  • Bisnis dengan model berlangganan adalah yang paling terpukul oleh penipuan. Sebanyak 72% berpikir bahwa kerugian yang mereka hadapi akibat penipuan akan semakin besar pada 2022 dibanding 2021.
  • Volume dan kecanggihan penipuan sangat beragam di berbagai pasar, membutuhkan perangkat yang dapat beradaptasi dengan berbagai pola penipuan lokal. Prancis memiliki hampir dua kali tingkat penipuan dibandingkan Jerman, sementara Singapura mengalami setengah dari angka penipuan di wilayah Asia Pasifik.

“Penipuan tidak melambat ketika laju ekonomi melambat. Sangat penting bagi bisnis untuk memaksimalkan potensi nilai setiap mata uang dengan menghindari sebanyak mungkin pelaku penipuan tanpa menghalangi pelanggan–dan laporan ini menunjukkan kepada setiap bisnis bagaimana mereka dapat melakukan hal tersebut,” kata Will Megson, Product Lead Stripe Radar, produk utama yang dikembangkan Stripe untuk pencegahan penipuan.

Makin banyak penipuan, makin sulit mengatasinya 

Lebih dari separuh bisnis yang ikut dalam survei melaporkan bahwa penipuan merupakan masalah yang kian berkembang. Kondisi dengan risiko yang terus berubah ini memberikan dampak khusus pada bisnis yang menawarkan produk SaaS B2B (business to business) dan model bisnis berlangganan B2C (business to consumer).

Dijelaskan dalam laporan tersebut, perusahaan-perusahaan ini lebih rentan terhadap penipuan karena banyak dari mereka merupakan merek yang populer, sehingga lebih mudah bagi pelaku penipuan untuk menjual kembali barang atau layanan yang mereka curi (misalnya, langganan produk digital menggunakan data kartu kredit curian, lalu menjualnya dengan harga yang lebih rendah).

Para pemimpin bisnis menghadapi pilihan sulit untuk menanggapi permasalahan ini. Semakin banyak penipuan yang mereka coba cegah, sayangnya, justru semakin besar kemungkinan mereka memblokir potensi revenue. Laporan ini mengidentifikasi tingkat kepekaan optimal terhadap model penipuan bergantung pada tingkat margin bisnis–semakin tinggi margin suatu bisnis, semakin tidak sensitif terhadap penipuan.

Bisnis juga dapat memitigasi risiko penipuan dengan melakukan peninjauan secara manual setiap transaksi yang mencurigakan, tetapi hal itu membutuhkan sumber daya manusia yang sangat besar–sesuatu yang sering kali tidak mampu dilakukan startup dan perusahaan yang sedang berkembang.

Selama setahun terakhir, Stripe telah berinvestasi secara substansial dalam pengembangan teknologi pencegahan penipuan untuk membantu bisnis memaksimalkan alokasi sumber daya mereka selama masa pelemahan ekonomi. Pada 2021, Stripe Radar mengurangi tingkat perselisihan hingga 40%, dan pengembangan baru yang hadir tahun ini membantu banyak bisnis menghemat uang mereka di seluruh aliran transaksi, menghasilkan pendapatan, dan menurunkan jumlah alokasi sumber daya, sehingga mereka dapat pergunakan untuk fokus pada aktivitas bisnis utama perusahaan.

Pembaruan rutin pada model pembelajaran mesin (machine learning) Radar mampu memblokir lebih banyak penipuan, namun di sisi lain, revenue akan tetap mengalir dari pelanggan yang sah. Stripe memperkirakan satu peningkatan bertahap yang dilakukan pada Mei lalu mampu memblokir penipuan senilai lebih dari 40 juta dollar AS dan memulihkan 70 juta dollar AS tambahan dalam pendapatan penggunanya setiap tahun–angka tersebut di luar miliaran dolar yang telah diselamatkan oleh Radar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.