Merek Perlu “Social Purpose” untuk Berhasil

0
973

Marketing.co.id – Marketer top dunia meyakini bahwa social purpose atau tujuan sosial semakin penting dalam kesuksesan sebuah merek.

Penelitian terbaru dari  World Federation of Advertisers (WFA) dan Edelman, menemukan bahwa delapan dari 10 (83%) marketer global setuju atau sangat setuju bahwa penting bagi sebuah merek untuk memiliki kesadaran akan tujuan. Sementara 81% setuju bahwa memiliki sebuah tujuan sosial membuka peluang bagi bisnis.

Meski demikian, 49% marketer setuju atau sangat setuju bahwa merek mereka saat ini memiliki kesadaran akan tujuan. Hanya 38% dari mereka merasa telah berhasil dengan efektif mengomunikasikan tujuan kepada konsumen dan organisasi mereka.

Sekitar 80% marketer setuju, tujuan harus menjadi sebuah proses “top down”. Sementara 74% dari mereka mengatakan CMO harus terlibat dalam merancang dan membentuk tujuan perusahaan.

Para marketer yang disurvei juga percaya social purpose mendapat dukungan dari semua fungsi bisnis, meskipun 53 % dari mereka berpikir bahwa semua karyawan harus dilibatkan.

Sebanyak 69% dari marketer setuju, tujuan ini perlu dibentuk melalui keterlibatan orang di luar organisasi, termasuk pelanggan dan rantai pasokan.

Mereka berpikir media sosial sangat penting  untuk melibatkan orang-orang  dengan tujuan merek. Media sosial juga dapat membantu membentuk tujuan merek sebagai bagian dari dialog yang sedang berlangsung.

Marketer dan konsumen umumnya sepakat, tujuan sosial dapat didefinisikan sebagai menciptakan program yang membuat dampak positif ke masyarakat, melindungi, dan meningkatkan lingkungan dan kegiatan bisnis yang beretika.

Sementara itu laporan dari Edelman menemukan bahwa marketer tampaknya meremehkan arti penerimaan konsumen dalam keterlibatan perusahaan.

Lebih dari tiga perempat (76 %) konsumen mengatakan itu dapat diterima untuk merek yang mendukung tujuan baik dan membuat keuntungan pada saat yang bersamaan. Sementara marketer pikir ini akan menjadi jauh lebih rendah (56 %).

Perbedaan paling besar terjadi antara persepsi marketer adalah tentang bagaimana memotivasi konsumen di daerah yang berbeda dengan merek.

Sebagian besar marketer percaya benua Eropa dengan proporsi terbesar dari konsumen yang mengambil keputusan pembelian berdasarkan tujuan yang baik. Namun, penelitian Edelman menemukan konsumen di China, India, Indonesia, Malaysia, Uni Emirat Arab dan Brazil adalah yang paling bullish dengan tujuan. (marketingweek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.