Mike Berry: Mobile Sudah di Depan Mata

0
994
Mike Berry

www.marketing.co.id -Bertempat di Hotel Mulia Senayan, Jakarta,12 Juni 2012, Marketing.co.id dan Majalah MARKETING kembali menggelar seminar sehari “The Best of Global Digital Marketing 2012” dengan pembicara Mike Berry (UK) dan Handi Irawan D. Mike Berry adalah pengajar dan konsultan digital marketing di beberapa institusi pendidikan internasional Inggris terkemuka. Ia adalah pemilik Mike Berry Associates yang berkantor pusat di Inggris, juga profesor tamu dan konsultan di Hult Business School, Chartered Institute of Marketing, Institute of Direct Marketing.

Dalam seminar The Best of Digital Marketing 2012 kali ini, Mike Berry memberikan pengetahuan dan pengalamannya yang terbaru di semua bidang yang berhubungan dengan digital marketing, antara lain email marketing, social media marketing, search, online display advertising, mobile marketing. Sedangkan Handi Irawan D memberikan pengetahuan tentang digital marketing measurement.

Di luar jadwal seminar, Mike Berry menyempatkan diri berkunjung ke kantor Marketing.co.id dan Majalah MARKETING untuk menjalani wawancara yang juga disiarkan langsung oleh www.radiomarketing.fm.

Seperti apakah pandangan-pandangan Mike Berry tentang dunia digital marketing di Indonesia? Berikut adalah petikan wawancara Mike Berry dengan Kusnadi Assaini dan Andika Priyandana dari portal Marketing.co.id.

Apa opini Anda tentang pertumbuhan digital marketing di Asia?

Well, saya pikir pertumbuhan digital marketing di Asia sangatlah menarik, karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa ekonomi Asia sedang bertumbuh. Jika kita bandingkan dengan pasar Eropa dan Amerika Utara, Asia adalah pasar yang sangat dinamis. Sebagai contoh, sangat banyak orang Asia yang berada dalam pergerakan situasi di mana sebelumnya mereka tidak memiliki smartphone—ponsel pintar, menjadi memilikinya untuk kali pertama. Jadi, mendadak mereka memiliki akses ke internet dan dalam banyak kasus di Asia—di mana kelas menengah tumbuh dengan pesat—ikut memacu merek menyusun strategi untuk menumbuhkan diri dengan mencari konsumen-konsumen baru.

Di sini, digital marketing dapat menjadi bagian besar dari strategi tersebut. Tambahan pula, sejak saya berada di Jakarta, saya melihat begitu banyak energi, komitmen dari para marketer untuk merangkul kanal-kanal digital dan menggunakannya dalam bauran pemasaran. Karenanya saya berpendapat, aksi mereka akan semakin mempertegas awal era digital marketing di Asia.

 

Suasana Seminar The Best of Digital Marketing 2012

Google mengatakan, mobile adalah masa depan, apa pendapat Anda?

Well, sepertinya langkah-langkah Google saat ini berdasarkan keyakinan mereka kan? Jika Anda berpikir tentang Android mobile dari perusahaan-perusahaan seperti Samsung dan HTC, yang juga sudah diketahui jika mereka saat ini benar-benar sangat merasuk ke dalam dunia ponsel pintar. Mereka sepertinya juga percaya bahwa apa pun yang biasa kita lakukan di personal computer (PC) saat ini akan dilakukan juga di mobile phone atau tablet seperti iPad dan tablet-tablet lainnya.

Ke depannya, saya pikir kita akan semakin sering melihat begitu banyak pekerjaan yang biasa dilakukan di PC akan berpindah ke mobile. Namun, layar besar tetap akan memiliki pangsa pasarnya sendiri. Contoh, jika Anda ingin melihat film, akan sangat tidak nyaman untuk melihatnya di telepon. Jadi saya pikir, kita akan melihat makin beragamnya ukuran layar di masa depan. Kelak akan ada yang selalu kita bawa ke mana pun dan diletakkan di kantong, yang lainnya akan kita tinggalkan di rumah, dan yang lainnya lagi hanya untuk berpindah dari satu kamar ke kamar lainnya.

Karenanya saya berpandangan, kita akan memiliki ragam ukuran layar yang semakin bervariasi di masa depan. Saya juga berpendapat bahwa kata “mobile” tidak akan memiliki arti khusus lagi di lima tahun mendatang karena internet adalah mobile. Bahkan saat ini memang sudah seperti itu adanya. Ide mobile VS PC akan menjadi segmentasi kuno. Jadi, saya setuju dengan Google. Mobile sebenarnya sudah ada di masa depan yang dekat dengan kita dan bukan yang jauh.

Anda mengetahui bahwa Facebook dan Twitter tumbuh sangat cepat. Nah, menurut Anda, mungkinkah Facebook atau Twitter akan mati cepat di masa mendatang?

Pertanyaan yang menarik, kalau bukan sangat sulit. Ingatkan Anda terhadap My Space? My Space pernah menjadi media sosial yang sangat kuat dan kemudian Facebook membunuhnya, really. Kemudian, Twitter datang dan mulai terlihat pertumbuhannya pada tahun 2008, 2009. Pada masa itu, orang-orang berkata kalau Twitter tidak akan bertahan karena Facebook akan melindasnya. Kenapa? Karena bentuknya seperti bagian dari layanan Facebook dan bagi sebagian orang, tidak sebaik Facebook. Kenyataannya, Twitter dan Facebook tumbuh bersama-sama. Namun ke depannya, untuk menjamin keberlangsungan hidup perusahaan digital, menurut pendapat saya, kerja sama atau mungkin akuisisi diperlukan.

Anggaplah Twitter akan menjual dirinya, mungkin, ke Amazon atau Google. Bisa juga ada hal-hal lain yang secara tak terduga dapat menjatuhkan perusahaan. Bisa jadi Facebook mengambil langkah salah seperti isu privasi yang semakin meruyak, atau mungkin mereka menjadi terlalu komersial. Hal ini dapat dilihat sejak Facebook semakin banyak memasang iklan. Di masa depan, mungkin saja orang akan berkata, “Saya sudah muak dengan Facebook,” dan kemudian pindah ke media sosial yang baru. Tetapi, ini baru sekadar bayangan, dan dalam kenyataannya, tanda-tanda kebosanan belum terlihat secara signifikan.

Apa kunci-kunci sukses di digital marketing?

Di sini tidak ada yang namanya tongkat sihir, peluru perak. Saya takut, hal ini akan seperti semacam mantera-mantera atau sebuah pilot otomatis yang menyatakan bahwa kita menuju dunia baru di mana semuanya serba berbeda, khususnya semenjak dunia dalam jaringan diciptakan.

Pendapat tentang dunia digital, sekali lagi, semuanya sudah berubah. Saya tidak setuju dengan pendapat tersebut. Saya berpendapat, prinsip-prinsip marketing masih akan tetap berlaku dan saya rasa saya cukup tua dan kuat untuk mengingat masa-masa marketing sebelum internet menguasai dunia. Prinsip-prinsip marketing dulu dan sekarang masih sama seperti sebuah sepatu tua yang tetap terasa nyaman dipakai. Prinsip tersebut yaitu, Anda harus tahu siapa audiens yang Anda tuju, apa yang ingin Anda jual kepada mereka, dan bahwa Anda perlu memiliki strategi untuk mengomunikasikan manfaat-manfaat dari merek Anda sejelas dan sejernih mungkin.

Fakta saat ini adalah kita mengetahui bahwa digital platform yang berhubungan dengan media digital membuat keadaan terasa semakin rumit… tetapi, tetap saja tidak mengubah tugas utama marketer. Jadi, tugasnya adalah menentukan kanal manakah yang akan membantu Anda meraih tujuan Anda dan kemudian taruhlah kanal tersebut ke dalam rencana terintegrasi. Jadi, mungkin kita akan memiliki sebuah rencana marketing yang memanfaatkan media sosial, mobile, dan di saat bersamaan juga memberdayakan TV, iklan cetak, alat-alat promosi dan penjualan, dan surat langsung, dan Anda akan membiarkan alat-alat tersebut menjalankan tugas mereka sebaik mungkin.

Singkatnya, tantangan bagi para CMO dan agensi adalah membuat rencana terintegrasi yang ikut memasukkan digital sebagai media baru di dalamnya, secara pas dan bergerak bersama-sama. Jadi, konsumen tidak dapat mengatakan kalau ini adalah aktivitas digital dan itu adalah aktivitas TV. Mereka berbeda secara tipis. Para konsumen harus melihat ke sebuah merek yang sama dengan titik sentuhan yang berbeda. Dengan kata lain, pemikiran kita tidak boleh berhenti di perencanaan, tetapi juga harus berlanjut hingga eksekusi. Saya berkeyakinan, cara inilah yang akan menentukan sukses masa depan di dunia digital.

Apa pesan dan saran Anda untuk para marketer di Indonesia?

Well, saya bertemu dengan banyak marketer minggu ini selama saya di Jakarta dan saya merasakan begitu banyak energi, begitu banyak ketertarikan, begitu banyak orang pandai dan juga sangat ambisius. Saya rasa Anda semua berhak untuk merasakan ketertarikan yang kuat terhadap dunia digital sebagai sebuah disiplin yang bergerak cepat. Tetapi, ingatlah selalu basisnya.

Hal-hal yang pernah dibicarakan Philip Kotler di abad ke-20 untuk benar-benar memahami konsumen Anda, memahami perilaku mereka, bagaimana cara menyampaikan manfaat kepada mereka, dan kemudian memahami cara menggunakan media—yang termasuk di dalamnya penggunaan media baru—tetap relevan hingga sekarang. Kemudian, ikatlah faktor-faktor ini ke dalam sebuah rencana yang dieksekusi di saat yang tepat dan tentunya hal ini tidaklah mudah. Lagi pula, tidak ada orang waras yang mengatakan bahwa marketing itu mudah. Sukses selalu untuk semua orang Indonesia. (Kusnadi Assaini & Andika Priyandana – Pemimpin Redaksi Marketing.co.id)

This article powered by eXo Digital Agency. eXo is a digital media agency serving local and international brands ranging from SME (small and medium enterprises) to multinational companies from various industries. We are an all-round agency with tremendous experience in digital activation, social media, search engine marketing, interactive game, web and software development.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.