Milenial Ga Bisa Punya Rumah? Bisa Dong

0
45
Kiri ke kanan: Aldo Daniel (Managing Director Synthesis Huis), Lolita Setyawati (Founder PT Daya Uang Indonesia Tangguh) dan Ayu Pertiwi (VP Consumer Loans Group Bank Mandiri) usai acara diskusi "Kelola Rencana Keuangan Ala Milenial Miliki Properti" di Taman Synthesis Huis, Jakarta Timur (29/09). Foto: Marketing.co.id/lialiy.

Marketing.co.id – Berita Property & Retail | Permasalahan rumah masih menjadi momok yang tak pernah habis diperbincangkan. Ancaman kenaikan inflasi dan merangkaknya suku bunga KPR menjadi salah satu hal yang menyebabkan generasi milenial sulit untuk memiliki rumah.

Kiri ke kanan: Aldo Daniel (Managing Director Synthesis Huis), Lolita Setyawati (Founder PT Daya Uang Indonesia Tangguh) dan Ayu Pertiwi (VP Consumer Loans Group Bank Mandiri) usai acara diskusi “Kelola Rencana Keuangan Ala Milenial Miliki Properti” di Taman Synthesis Huis, Jakarta Timur (29/09). Foto: Marketing.co.id/lialiy.

Dalam forum diskusi bertema “Kelola Rencana Keuangan Ala Milenial Miliki Properti”, yang digelar oleh pengembang terkemuka Synthesis Development berlokasi di Synthesis Huis pada Kamis, 29 September 2022, para narasumber yang hadir berupaya memberikan solusi bagi generasi milenial yang ingin memiliki hunian sendiri dari usia muda.

Menurut Lolita Setyawati, Founder PT Daya Uang Indonesia Tangguh, gaya hidup generasi milenial saat ini menjadi masalah terbesar. Mereka akhirnya sulit untuk menabung untuk kebutuhan masa depan yang lebih penting.

Tidak hanya gaya hidup saja, namun mencari lokasi yang strategis, harga tanah yang semakin tinggi, tidak ada keharusan membayar pajak rumah menjadi hal yang menjadi penyebab generasi milenial memutuskan untuk lebih baik menyewa daripada memiliki rumah.

Cara yang tepat menurutnya adalah pengaturan cash flow untuk mengalokasikan sebagian penghasilan mereka sebagai tabungan uang muka mencicil rumah.

Rumah 3 lantai, mengusung fitur smart home dari pengembang Synthesis Huis berlokasi di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. Foto:  marketing.co.id/lialily.

Managing Director Synthesis Huis, Aldo Daniel mengatakan, “Kami ingin menepis pandangan masyarakat terhadap milenial yang kesulitan punya rumah di Jakarta. Synthesis Huis yang berlokasi di Cijantung ini merupakan lokasi yang saya katakan berlokasi di Jakarta Timur namun dengan “rasa” Jakarta Selatan. Tetap strategis, dekat kemana-mana, akses mudah dijangkau juga pilihan investasi yang tepat.

Lebih lanjut Aldo mengatakan, untuk membidik executive milenial, Synthesis Huis telah menggandeng sejumlah perbankan di antaranya KPR Bank Mandiri. Harapannya, selain mempermudah dari sisi pembiayaan, penjualan unit Synthesis Huis dapat terjual sesuai target yang direncanakan.

“Pembelian rumah melalui KPR masih cukup tinggi. Melihat trend investasi properti yang semakin membaik sesudah pandemi, Bank Mandiri turut membidik kalangan milenial. Bekerja sama dengan berbagai pengembang, berkolaborasi dengan developer termasuk join program, KPR Bank Mandiri menawarkan keringanan biaya provisi dan admin bagi executive milenial serta kemudahan prosesnya,” tambah Ayu Pertiwi, Vice President Consumer Loans Group Bank Mandiri.

Menurut Ayu, ada beberapa pilihan KPR Bank Mandiri yang cocok untuk executive milenial antara lain program pricing yang terdiri dari suku bunga selected developer dengan suku bunga 3,88% fix 3 tahun untuk tenor minimal 12 tahun, suku bunga 5,99% fix 5 tahun untuk tenor minimal 12 tahun, dan khusus untuk karyawan pekerja ditawarkan suku bunga 8,5% fix 10 tahun.

Lolita memberikan 4 (empat) tips agar generasi milenial melek investasi properti dan tepat memiliki rumah yang diinginkan, antara lain:

  1. Membeli rumah itu jodoh, jangan asal beli karena murah dan menyesal dikemudian hari. Belilah rumah sesuai bujet dan menjadi investasi jangka panjang.
  2. Manfaatkan program pembiayaan KPR. Dengan banyaknya program kemudahan yang ditawarkan oleh perbankan untuk memiliki rumah, bisa menjadi pertimbangan membeli rumah melalui developer yang terpercaya.
  3. Bandingkan KPR sesuai jenis suku bunga (flat vs floating). Ini penting untuk menyusun cash flow keuangan sehingga tidak mengganggu arus kas lainnya.
  4. Siapkan sekitar 10% dari harga rumah untuk biaya-biaya lainnya.

“Berbagai promo menarik kami tawarkan untuk pembelian rumah di Synthesis Huis. Mulai dari sistem pembayaran cash keras, cash bertahap dan KPR diharapkan dapat memudahkan calon konsumen. Khusus untuk KPR, ada program subsidi DP. Rasanya sekarang saatnya yang tepat untuk “menabung” di Synthesis Huis sebelum bunga KPR naik.

Marketing.co.id: Portal berita Marketing dan Bisnis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.