Nggak Punya Skill IT Tapi Ingin Kerja di Industri Teknologi? Yuk Simak Tips Berikut

1
43
Model kerja baru (4 hari kerja dalam seminggu) memicu kekhawatiran akan jam kerja yang lebih panjang, frustasi pelanggan, dan penurunan kinerja perusahaan.

Marketing.co.id – Berita Lifestyle | Seiring dengan teknologi yang kini menjadi kebutuhan, bisnisnya pun berkembang dan permintaan untuk sumber daya manusia (SDM) meningkat.

Alhasil, industri teknologi menjadi magnet kuat bagi para pencari kerja, terutama dari generasi Z, untuk membangun karier.

Associate Director HRBP & Perfomance Fuse, Sukmawati dalam webinar bertajuk “Career Development 101: Breaking into the Tech Industry”, akhir pekan lalu, mengatakan bahwa saat ini banyak bidang pekerjaan yang trendy atau kekinian yang 10 tahun lalu belum ada tapi sekarang menjadi profesi yang paling dicari di bursa kerja.

“Untuk itu, penting untuk mengembangkan kemampuan diri, belajar menambah skill, karena saat ini supply (SDM yang tersedia) di industri teknologi tidak terlalu banyak. Sehingga, kalau kamu punya kemampuan itu, pasti akan bermanfaat dan dicari di bursa kerja,” ujarnya dalam webinar yang diselenggarakan startup insurtech Fuse bersama platform pengembangan akademik Ruang Mahasiswa tersebut.

Lebih lanjut Sukmawati menjelaskan, industri teknologi tak melulu tentang coding atau pemrograman. Pencari kerja yang datang dari latar belakang pendidikan dan pengalaman non-teknologi juga punya kesempatan, asalkan mau meningkatkan kemampuan diri.

Misalnya, profesi product manager diisi oleh talenta yang berlatar belakang administrasi bisnis, ilmu manajemen ataupun manajemen produk. Seseorang dengan latar belakang ilmu komunikasi juga bisa menjadi seorang digital marketer atau SEO specialist.

“Teknologi adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Untuk itu, kita perlu beradaptasi, mengembangkan dan meningkatkan kemampuan diri. Untuk bisa bekerja di industri teknologi, harus belajar banyak hal baru, ikut bootcamp, miniclass. Banyak juga lembaga atau institusi yang menawarkan training ataupun webinar gratis,” ungkap wanita lulusan Universitas Indonesia ini.

Selain meningkatkan kemampuan diri, Sukmawati juga memberikan tips bagi para pencari kerja untuk mempersiapkan diri. Beberapa di antaranya adalah melakukan riset terhadap perusahaan yang dilamar, mengerti lingkup kerja jabatan yang dilamar, serta mengetahui kelebihan dan kelemahan diri.

“Satu hal yang tak kalah penting: percaya dengan diri sendiri untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang diimpikan. Pahami dan sayangi diri sendiri, ketahui kekuatan dan kelemahan diri. Kalau punya kekurangan, sebaiknya diperbaiki agar tidak stuck di titik itu,” pungkas Sukmawati.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.