Ouval Research, Lewat Media Sosial Tenar di Mancanegara

0
4954

Peran media sosial tak bisa dipungkiri membantu ekspansi sebuah bisnis ke luar negeri. Seperti yang dialami bisnis clothing yang satu ini.

rizki-yanuar-ouval-research-rsch-owner
M. Rizki Yanuar Owner Ouval Research

Siapa sih pecinta fashion – terutama penggemar skateboard – yang nggak tahu Ouval Research. Brand clothing legendaris asal Bandung ini sukses tak hanya di pasar domestik, tapi juga namanya tenar hingga mancanegara. Kesuksesannya pun memicu kemunculan bisnis clothing di Bandung.

Bisnis ini sudah dimulai sejak tahun 1997 oleh M. Rizki Yanuar dan kedua orang sahabatnya, Firman dan Arif, yang hobi bermain skateboard. Terinspirasi dari hobi mereka itu, ketiganya memulai bisnis fashion yang produknya ditujukan bagi komunitas skateboard di Kota Kembang.

Ouval Research sendiri memiliki arti ‘Originality for Understanding Viction and Artificial Languange’ serta kata ‘Research’ yang artinya selalu berupaya memberikan produk yang unik. Nyatanya, brand fashion yang satu ini memang dikenal dengan produk-produknya yang berkualias, up-to-date dan limited edition.

Kategori produk Ouval Research pun beragam mulai dari kaos, sweater, papan skateboard, kemeja, celana, dan lainnya. Tak disangka produk-produk Ouval Research mampu menarik minat pasar yang lebih luas. Tak hanya di Bandung, gerai brand ini sudah merambah kota besar lainnya seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan kota besar lainnya, bahkan mancanegara.

Ke luar negeri berkat media sosial dan pelanggan

logo ouval researchKesuksesannya di pasar domestik merambah hingga pasar mancanegara. Kala itu platform media sosial yang lagi booming menjadi salah satu pintu bagi merek ini merambah ke luar negeri. “Saya dulu bikin account Ouval di Friendster. Ternyata ada yang tertarik dari luar negeri,” kata Rizki.

Selain media sosial, mereknya bisa sampai ke luar negeri juga berkat word-of-mouth pelanggannya. “Ada juga lewat mahasiswa pertukaran pelajar. Jadi, dulu ada mahasiswa asing yang lagi belajar di sini sering belanja ke kami. Jadi, dia yang bawa (Ouval Research) ke luar negeri,” lanjutnya.

Meskipun produknya sudah merambah pasar mancanegara, tapi Ouval Research tetap melakukan upaya pemasaran untuk memperkuat eksistensi brand-nya. Diakui Rizki, memasarkan produknya di luar negeri tak lepas dari tantangan.

“Perbedaan karakter pasar ya. Kita kan nggak tahu kondisi lapangan di sana seperti apa. Itu yang harus dipelajari dan kami belajar terus,” paparnya.

Rizki mengakui pelanggannya di luar negeri menyukai produk Ouval karena desain dan gayanya. Menurutnya untuk bisa sampai ke luar negeri sebuah produk haruslah berkualitas dan memiliki ciri khas. Tanpa itu, produk bisa kalah bersaing. “Kalau dari produknya kurang berkualitas dan pemasarannya kurang ya bisa kalah saing,” jelas Rizki.

Fokus pada produk, bukan pesaing

Rizki mengakui sejauh ini bisnisnya cukup bagus dengan tingkat pertumbuhan 40% per tahun. Tapi seperti di bisnis lainnya, clothing pun tak sepi pesaing apa lagi dengan makin menjamurnya brand clothing lokal dan akan diberlakukannya pasar MEA akhir tahun ini.

Namun, Rizki tak ambil pusing soal persaingan. Menurutnya lebih baik fokus saja pada produknya. “Kalau saya kalah saing itu bukan karena kompetitor tapi karena produk saya sendiri,” ujarnya santai.

Persaingan di pasar mancanegara juga siap dihadapinya. Mereknya dikenal pasar mancanegara tak membuat Ouval Research puas dan berpangku tangan. Berbagai rencana sudah dipersiapkannya.

“Produk harus lebih menantang dan lebih bagus lagi karena itu salah satu kunci untuk bisa bersaing. Kami juga bukan bikin produk baju doang. Tapi, juga ada konsepnya. Konsep itu yang kita jual,” katanya.

Selain dari segi bisnisnya, menurutnya peran pemerintah juga penting untuk membantu kesuksesan pengusaha lokal. Rizki berharap pemerintah bisa menjadi mitra bagi pengusaha lokal dengan memberikan kemudahan dan keringanan dalam hal birokrasi dan pajak.

Hingga kini, brand Ouval Research sudah merambah ke pasar Singapura, Malaysia, Australia, dan Jerman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.