Paper.id Ajak Pelaku Bisnis Percepat Penerapan Supply Chain Digital

0
569
oracle scm cloud

Marketing.co.id – Berita Digital | Pandemi COVID-19 memberikan efek besar dalam berbagai industri. Sebagai contoh, sebagian besar pelaku usaha di industri logistik merasakan masalah, seperti pengiriman barang menjadi telat serta biaya operasional yang membengkak. Selain itu, pandemi juga memaksa semua orang melakukan segala aktivitas di rumah, termasuk belanja secara online.

Perubahan tersebut menjadi faktor penting yang memaksa para pelaku usaha untuk mengubah proses bisnis konvensional ke digital. Selama ini, digitalisasi masih berjalan lambat. Namun, dengan adanya pandemi, hal ini menjadi titik percepatan untuk menerapkannya dalam proses bisnis.

Ex-Direktur Eksekutif Nielsen Yongky Susilo berpendapat bahwa krisis yang terjadi sekarang berbeda dengan krisis sebelumnya, dimana banyak orang hanya dapat beraktivitas di dalam rumah. Hal ini mengubah pola pikir dan gaya hidup yang sekaligus mendorong para pebisnis untuk mengotomasi bisnis mereka agar bergerak lebih cepat dalam menerapkan digitalisasi sebagai investasi masa depan.

Tetapi, hal ini juga perlu didukung dengan berbagai faktor, seperti infrastruktur, kebijakan, dan skill individu. Menurut Lead Partner Technology Services Crowe Indonesia Marko Suswanto, baik individu maupun perkembangan teknologi harus berjalan berdampingan. Kenyataannya, perkembangan teknologi yang sekarang bertumbuh sangat kencang dan tidak diiringi dengan peningkatan kemampuan individu dalam mengoperasikannya.

“Dengan adanya teknologi yang berkembang kencang dan skill individu yang mumpuni, hal ini dapat menciptakan sebuah consumer journey yang nyaman dan transparan” imbuh Marko Suswanto.

Yang harus diperhatikan adalah, keberhasilan penerapan digitalisasi tidak hanya diukur hanya dari pergantian kebiasaan dari penggunaan kertas ke digital. Digital Native Reps Google Cloud Asryan Aghati melihat bahwa para pebisnis juga perlu menerapkan otomasi untuk mengubah proses operasional bisnis mereka menjadi lebih efisien dan efektif.

Tentunya, momen ini perlu dimanfaatkan para pebisnis guna melakukan digitalisasi sebagai bentuk investasi di masa yang akan datang. Dengan begitu, opportunity cost bisnis akan berkurang drastis, pengelolaan bisnis akan berjalan lebih efektif dan meningkatkan tingkat kompetitif perusahaan di masa yang akan datang.

Hal ini sejalan dengan pendapat Presiden ISCEA Indonesia Nyoman Pujawan, dimana ia mengatakan bahwa pengelolaan arus kas dipengaruhi dua elemen, pendapatan dan biaya. Jika keduanya dapat dikontrol dengan mekanisme supply chain yang baik, keuangan perusahaan akan menjadi sehat serta meningkatkan efektivitas komunikasi antar divisi dalam operasional bisnis.

Lebih lanjut CTO Paper.id Yosia Sugialam menambahkan bahwa komunikasi bukan sekadar dari hubungan internal perusahaan saja, tapi juga dari eksternal, hubungan antara buyer dan supplier.

Menurutnya, proses transaksi antara buyer dan supplier bisa berjalan lebih efektif dengan menggunakan faktur dan pembayaran digital untuk mempermudah transaksi hingga mendapatkan akses pendanaan usaha. Hal ini diyakini bisa menjadi faktor penting guna mendongkrak perkembangan bisnis terutama di saat pandemi ini.

Dengan penerapan digitalisasi di supply chain, beragam proses operasional bisnis dapat berjalan lebih cepat dengan hasil yang lebih maksimal, salah satunya proses penagihan. Di kala pandemi, proses penagihan berjalan lebih lambat. Banyak pebisnis meminta memperpanjang tempo agar kas bisnis tetap aman. Untuk mengatasi hal ini, solusi supply chain financing dapat digunakan untuk memberikan pendanaan usaha, agar bisnis tetap berjalan lancar, terutama bagi UMKM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.