Pariwisata, Anak Muda dan Youthnesian 2014

0
1142
Putri Pariwisata Kalteng 2013 Fia Delfia Adventy dan Putri Pariwisata Kalteng 2014 Yesi Angraini Menampilkan Tarian Mandau Dadas di Youthnesian 2014
Putri Pariwisata Kalteng 2013, Fia Delfia Adventy dan Putri Pariwisata Kalteng 2014, Yesi Angraini Menampilkan Tarian Mandau Dadas di Youthnesian 2014 (9/8)

Putri Pariwisata Kalteng 2013 Fia Delfia Adventy dan Putri Pariwisata Kalteng 2014 Yesi Angraini Menampilkan Tarian Mandau Dadas di Youthnesian 2014

Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) mendukung pelaksanaan Youthnesian 2014, sebuah kegiatan kepemudaan yang dilaksanakan oleh UNFPA Indonesia dan Ford Foundation.

Bertempat di Balai Kartini, acara yang telah dilaksanakan pada Sabtu 9 Agustus 2014 lalu itu dihadiri 1500 orang pengunjung.

Tema yang diangkat Adwindo untuk acara tersebut “Investing in Young People”, dimaksudkan agar pemerintah lebih menaruh perhatian pada pengembangan kapasitas pemuda yang menjadi pelaku industri pariwisata.

Adi Pratama, Ketua Umum Asosiasi Duta Wisata Indonesia mengatkan, keikutsertaan Adwindo di Youthnesian 2014 didasari oleh kesamaan pemikiran bahwa pemerintah perlu lebih menaruh perhatian pada pengembangan kapasitas pemuda.

“Pengembangan kapasitas pemuda harus dilakukan secara merata di semua bidang, khususnya pariwisata. Saat ini, tidak sedikit daerah di Indonesia yang industri pariwisatanya justru lebih dinikmati oleh investor asing. Penting bagi pemerintah untuk bekerja sama dengan pemuda untuk menciptakan lebih banyak wirausahawan muda yang bisa menjadi tuan di negeri sendiri bagi industri pariwisata Indonesia. Kolaborasi lintas sektoral di Youthnesian 2014 merupakan sebuah inisiatif bagus, ketika semua stakeholders diundang untuk lebih menaruh perhatian pada pengembangan pemuda,” katanya.

Representatif UNFPA di Indonesia, Jose Ferraris menambahkan, Youthnesian 2014 dirancang bukan hanya untuk mengumpulkan anak muda, tetapi juga menyatukan mereka dengan stakeholder yang akan membantu mendekatkan “jurang” antara anak muda dengan proses pengambilan keputusan.

“Acara seperti Youthnesian 2014 sangat penting, karena memungkinan anak muda berada pada garis depan dalam lingkup upaya nasional dan internasional untuk membentuk masa depan, menyediakan mereka dengan informasi, sarana dan jaringan untuk menjadi agen perubahan,” tambahnya lagi.

Pengembangan pariwisata adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Perlu kolaborasi yang baik untuk mengoptimalkan potensi yang tersedia.

“Pemerintah dan masyarakat harus saling menguatkan dalam melakukan promosi pariwisata Indonesia. Hal ini misalnya bisa dimulai dengan menyediakan sarana dan prasarana bagi pemuda untuk turut mengembangkan Industri pariwisata nasional. Berbagai pelatihan yang ditunjang dengan dukungan pinjaman atau hibah modal  adalah hal-hal yang tentu diperlukan para pelaku industri pariwisata,” sambung Duta Wisata Indonesia 2013, Saza Anindyo.

Youthnesian 2014 terdiri dari 3 rangkaian kegiatan yaitu Youth Fair, Youth Hangouts dan Youth Concert yang menghadirkan Maudy Ayunda, Raisa dan Vidi Aldiano.

Beberapa pembicara Youthnesian 2014 diantaranya Nafsiah Mboi (Menteri Kesehatan Republik Indonesia), Dino Pati Djalal (Wakil Menteri Luar Negeri), Handry Satriago (CEO General Electrics Indonesia), dan Arif Zulkifli (Pemred Tempo).

Editor: Wahid FZ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.