Pasar Ritel Masih Seksi, RetailNext Tergoda Masuk ke Indonesia

0
1381
Petinggi RetailNext Berfoto Bersama
Petinggi RetailNext Berfoto Bersama
Petinggi RetailNext Berfoto Bersama
Petinggi RetailNext Berfoto Bersama

Pasar ritel di Indonesia semakin seksi dan menggairahkan. Ini tergambar dari angka pertumbuhannya yang mencapai sekitar 10-15 persen per tahun seperti dirilis Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo).

Gairah tersebut kian menarik peritel global dan industri pendukungnya untuk mencoba peruntungan di Indonesia, bahkan perusahaan pengembang IT kelas dunia, RetailNext yang bermarkas di Silicon Valey, California, Amerika Serikat pun turut tergoda untuk memasarkan produknya di Indonesia.

Berkongsi dengan Relindo Prima Solusitama, RetailNext menawarkan software yang mampu mengoptimalkan kinerja industri ritel. “Potensi pasar ritel Indonesia sangat  besar, namun kemampuan peritel dalam menganalisis konsumen masih kurang. Peluang inilah yang mendorong kami untuk memboyong aplikasi analitik ritel berbasis penggunaan video,” kata Alexei Agratchev, CEO RetailNext.

Secara global pemakaian platform analitik ritel telah meningkat secara eksponensial. Perusahaan ritel di seluruh dunia paham betul akan besarnya keuntungan yang dapat mereka peroleh dengan melakukan analisa mendalam terhadap pelanggan dan kebiasaan belanja mereka.

“Kami menggunakan berbagai sensor, kamera, bluetooth dan video dari pergerakan konsumen di toko. Sistem akan menganalisa data, keamanan toko dan menganalisa video dari sensor-sensor itu,” lanjut Alexei.

President Director PT Relindo Prima Solusitama, Andreas Kartawinata, mengemukan produk sistem informasi yang dibangun RetaiNext sangat berguna bagi pelaku industri ritel, baik toko ritel maupun maupun pusat perbelanjaan di Tanah Air mengembangkan bisnisnya melalui platform analitik ritel. .

“Aplikasi analitik ritel besutan RetailNext secara komprehensif mampu menganalisa jumlah pelanggan (shopper), kebiasaan pelanggan, berapa lama waktu pelanggan menghabiskan waktu melihat-lihat sebelum membeli, hingga menganalisa trafik (lalu lintas) calon pembeli pada jam-jam tertentu,” jelasnya.

Andreas menambahkan, pihaknya memasarkan produk aplikasi RetailNext ke semua segmen ritel, baik toko ukuran besar . aupun kecil dengan cara sewa atau rental sesuai selera dan kebutuhan pelanggan (klien), termasuk perawatan dan perbaikannya.

Saat ini software RetailNext sudah tersebar di 60 negara di seluruh belahan dunia, dan ditargetkan bisa merambah 90 negara di akhir tahun 2016 ini, sedangkan pasar Indonesia ditargetkan bisa menggandeng sebanyak 5-6 peritel besar. (Moh. Agus Mahribi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.