Penetrasi Akun Tabungan di Indonesia Naik

0
880

www.marketing.co.id – Peningkatan kepemilikan akun tabungan adalah pertanda masyarakat kian percaya terhadap industri perbankan. Penetrasi akun tabungan kini menyasar 1 dari 5 konsumen di 14 pasar yang disurvei Nielsen di Indonesia, termasuk 9 kota besar dan 5 wilayah di sekitar Jawa.

Consumer & media view yang dilakukan Nielsen menemukan fakta bahwa masyarakat kian percaya terhadap institusi perbankan. Hal ini ditandai oleh adanya peningkatan kepemilikan akun tabungan sebesar 32% dari tahun2008 hingga kuartal I tahun 2012. Dengan kata lain, ada lebih dari 9,8 juta orang telah memiliki akun tabungan. Meski begitu, berdasarkan riset yang dilakukan Nielsen, jumlah kepemilikan rekening tabungan itu masih dinilai rendah.

“Kenaikan kepemilikan akun tabungandi Indonesia merupakan indikasi yang baik bagi industri perbankan. Mengapa? Karena menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen terhadap institusi ini meningkat dari tahun ke tahun, dan kita akan melihat pertumbuhan yang lebih signifikan lagi dengan edukasi yang terus dijalankan oleh bank melalui kegiatan pemasaran dan periklanan mereka,” ujar Dena Firmayuansyah, Director for Financial Services Nielsen Indonesia.

Penetrasi kepemilikan akun tabungan menjangkau 1 dari 5 konsumen di 14 kota yang disurvei di Indonesia, termasuk 9 kota besar dan 5 wilayah sekitar di Jawa. Sementara penetrasi semua kota cenderung rendah, kepemilikan akun tabungan di empat kota besar di Jawa menunjukkan angka yang lebih besar. Yogyakarta memiliki penetrasi tertinggi dengan 40% konsumen mengatakan bahwa mereka memiliki tabungan, diikuti oleh sepertiga konsumen di Jakarta (35%), Surabaya (31%), dan Semarang (33%).

Rendahnya kepemilikan akun tabungan didorong karena rendahnya penetrasi di lima area sekitar di Jawa, terutama di wilayah Bodetabek yang mengambil hampir 50% dari total populasi orang di 14 kota yang disurvei. Hanya sekitar 1 dari 10 konsumen (13%) di Bodetabek yang mengaku memiliki akun tabungan. Sementara, wilayah sekitar lainnya yang juga memiliki penetrasi yang rendah adalah Sleman-Bantul (24%), outer Semarang (15%), outer Surabaya (12%), dan outer Bandung (9%).

“Tingkat pendidikan dan pekerjaan dari orang di kota besar telah mendorong bank untuk memiliki penetrasi yang lebih tinggi di area tersebut dibandingkan di area outer, terutama dengan kegiatan perekonomian yang terpusat pada kota besar. Baik sebagai medium untuk menerima gaji bulanan atau sebagai tempat menabung untuk bekal di saat susah atau masa tua, konsumen di kota besar mengandalkan bank untuk membantu dalam mengamankan uang mereka,” sambung Dena.

Akses Mudah dan Keamanan Merupakan Kunci untuk Memenangkan Konsumen

Tiga dari empat konsumen (76%) menyatakan bahwa keamanan merupakan faktor utama ketika memilih bank, menurut edisi terakhir dari survei tahunan Nielsen Bank Rapid Reaction Monitor (BRRM), sebuah studi yang berfokus memahami perilaku konsumen terhadap perbankan. Banyak cabang dan ATM mengikuti di tempat kedua dan ketiga dengan masing-masing 61% dan 52%, konsumen pun menganggap bahwa kedua faktor ini adalah yang terpenting.

Walaupun 37% konsumen mengatakan bahwa lokasi strategis adalah faktor utama ketika memilih sebuah bank, faktor ini menjadi yang paling utama ketika analisis derivate/emotive importance dilakukan. Analisis ini memberikan faktor “tak sadar” konsumen yang mendorong pemilihan sebuah brand. Keamanan dan lokasi strategis mendapatkan nilai tinggi pada emotive importance untuk rata-rata di semua kota.

Dena berkomentar bahwa sementara keselamatan, keandalan, dan layanan yang baik tetap menjadi faktor penting bagi konsumen; aksesibilitas telah menjadi faktor kunci bagi konsumen ketika memilih sebuah bank. Karena faktor aksesibilitas sendiri terdiri dari tiga bidang (lokasi bank, jumlah cabang, dan ATM) yang cenderung memerlukan investasi besar, bank harus kreatif dalam kegiatan pemasaran dan branding mereka untuk membangun persepsi yang kuat akan aksesibilitas bank di mata konsumen.

Penetrasi internet dan telepon seluler juga tumbuh dengan sangat cepat di Indonesia dan merupakan hal yang penting bagi bank untuk meningkatkan brand dan pelayanan mereka terhadap konsumen. Bank dapat mengambil keuntungan dari karakter “anytime-anywhere” medium ini untuk meningkatkan faktor aksesibilitas.

“Hasil survei BRRM Nielsen menunjukkan bahwa penggunaan internet banking meningkat 3 poin persentase dari tahun 2010 dengan mencapai 37% pada tahun 2011. Pertumbuhan ini sedikit lebih lambat dari pertumbuhan penetrasi internet (5 poin persentase), sehingga selain menyiapkan infrastruktur, bank juga perlu memahami “siapa dan apa” yang memengaruhi konsumen untuk menggunakan layanan internet banking,” Dena menjelaskan.

Cabang bank merupakan titik kontak pertama yang paling penting bagi konsumen untuk “diperkenalkan” tentang internet banking. Dan sebanyak 60% dari pemilik rekening tabungan mengatakan bahwa “perkenalan” mereka terhadap internet banking dilakukan melalui cabang bank, meningkat 10 poin persentase. Namun, lebih dari setengah (54%) dari pemilik rekening bank mengatakan bahwa rekan kerja, teman, dan keluarga merupakan influencer untuk menggunakan internet banking, dengan rekan kerja sebagai yang paling berpengaruh, yakni 33%.

Meskipun sebagian besar konsumen menyatakan bahwa akses cepat (78%) dan keamanan (73%) adalah faktor kunci ketika memilih situs internet banking, analisis emotive importance menunjukkan bahwa reputasi bank memiliki peran penting dalam pikiran konsumen selama proses pemilihan brand.

Kenyamanan dalam proses transaksi yang cepat merupakan faktor terpenting kedua. “Bank perlu mengalokasikan sumber daya tersendiri dan upaya pemasaran untuk mendorong pertumbuhan penggunaan internet banking di antara konsumen yang ada dan calon konsumen. Dengan pertumbuhan yang cepat dari akses internet melalui ponsel, bank harus menggunakan kesempatan ini sebagai alternatif untuk berinteraksi dan melayani konsumen mereka dengan biaya investasi yang relatif  ‘rendah’ daripada faktor ‘aksesibilitas’ yang lama,” tandas Dena. (Merliyani Pertiwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.