Perlu Upaya Kolaboratif untuk Keberlanjutan, EIGER Hadirkan Produk Upcycling Collection

0
12
EIGER Adventure

Marketing.co.id  –  Berita Lifestyle | Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, Indonesia masuk urutan kedua penyumbang sampah plastik sejagat pada tahun 2019 dengan 3,21 Juta metrik ton/tahun. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan menjadi salah satu faktor penyebab permasalahan sampah ini.

Siska Nirmala, aktivis lingkungan hidup dan brand ambassador EIGER Adventure mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak menganggap remeh permasalahan sampah di Indonesia, termasuk sampah plastik.

“Setiap 5 menit sekali ada satu truk sampah dibuang ke laut, jika dirata-rata setiap hari satu orang Indonesia menghasilkan 0,7 kg sampah,” kata Siska dalam jumpa pers kerjasama antara EIGER dan Lazada, di salah satu outlet EIGER, di Jakarta Selatan, Rabu (11/01/23).

Menurut Siska masyarakat perlu berperan aktif dalam mengurangi sampah melalui berbagai upaya sederhana, seperti melakukan pemilahan sampah sebelum ditempatkan ke bak sampah atau diserahkan kepada bank sampah dan terlibat dalam proses daur ulang sampah. “Ini tidak mudah, karena bagi sebagaian masyarakat Indonesia ajakan membuang sampah pada tempatnya saja belum selesai,” tuturnya.

Baca juga: ECOTON Ungkap 5 Tertinggi Penyumbang Sampah Plastik di Sungai

Karena itu sebagai penggiat lingkungan dia menyarankan harus semakin banyak kolaborasi antar brand untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dia mengatakan, tren belanja online ikut berkontribusi terhadap peningkatan sampah di masyarakat dengan adanya kardus atau pembungkus paket dari belanja online.

“Permasalahan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Setiap hal kecil yang dilakukan, jika dilakukan bersama-sama pasti akan berdampak besar. Mungkin hasilnya tidak akan dirasakan sekarang, namun di masa depan. Sehingga generasi mendatang tetap dapat menikmati keindahan alam Indonesia,” tutup Siska.

Untuk mengurangi volume sampah dan mendukung konsep keberlanjutan (sustainability) di Indonesia,  EIGER dan Lazada memperkuat kolaborasi. Komitmen kedua belah pihak yang telah terjalin lama diperkuat dengan memperkenalkan kemasan kardus bersertifikasi Forest Stewardship Council (FSC) dan lebih ramah lingkungan khusus untuk pelanggan EIGER yang berbelanja melalui platform Lazada. EIGER juga memperkenalkan EIGER Green Project dengan gerakan upcycling yang akan dijual secara eksklusif di Lazada.

EIGER Adventure
Konferensi Pers Kolaborasi EIGER Adventure dan Lazada Indonesia dalam Program Keberlanjutan Jadi Bagian Solusi Menjaga Kelestarian Bumi

Harimula Muharam, GM Product & Sustainability Project Leader EIGER Adventure, menjelaskan sejak tahun 2021, EIGER telah mengukuhkan komitmennya untuk dapat menjadi bagian dari solusi permasalahan lingkungan.

“Melihat perkembangan bisnis digital EIGER Adventure yang meningkat pesat khususnya melalui platform Lazada, kami menyadari adanya dampak yang dihasilkan terutama sampah plastik dari pengiriman barang kepada konsumen. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab kami untuk dapat memberikan pengalaman berbelanja yang berkelanjutan kepada seluruh konsumen,” ujar Harimula.

EIGER dan Lazada juga berkomitmen untuk memulai rantai pasokan yang lebih ramah lingkungan dengan menggunakan material kardus pengiriman bersertifikasi FSC dan mengganti bubble wrap berbahan plastik menjadi honeycomb paper wrap dari hasil daur ulang limbah kardus.

Dalam kemasan kardus tersebut, akan ada QR Code yang bisa dipindai dan  mengarahkan pelanggan ke laporan keberlanjutan EIGER dan Lazada untuk memahami lebih lanjut inisiatif keberlanjutan dari kedua perusahaan.

“Dengan menggunakan kardus yang ramah lingkungan akan mengurangi penggunaan plastik sebesar 70 persen di Lazada logistic,” tutur Adiputra Wiharja, SVP Logistics Lazada Indonesia.

Menurut Adi kesadaran konsumen Lazada untuk membeli produk yang sudah mengadopsi konsep keberlanjutan terus meningkat. Dia pun mengutip riset dari Google yang menyatakan, ada 40 persen konsumen yang sudah aware tentang keberlanjutan, namun dari presentase tersebut hanya 4 persen yang membeli produk yang mendukung konsep keberlanjutan.

“Jadi gap nya memang masih besar, penyebabnya antara lain karena belum terciptanya trust terhadap produk yang mengadopsi keberlanjutan, atau konsumen masih bingung mau berbuat apa untuk ikut terlibat dalam keberlanjutan,” imbuh dia.

Produk Upcycling yang Lebih Ramah Lingkungan 

Pada kesempatan yang sama, EIGER juga memperkenalkan EIGER Green Project melalui rangkaian produk Upcycling Collection vol.1, sebuah gerakan koleksi produk daur ulang yang dirancang untuk memberikan warna baru pada industri mode sekaligus berkontribusi pada lingkungan hidup. Produk upcycling dari EIGER diciptakan dari pemanfaatan produk yang tidak memenuhi standar kualitas atau tidak layak jual dengan tujuan untuk mengurangi limbah mode.

Baca juga: Setali Beri Kehidupan Baru Untuk Barang Lama Bersemi Kembali

“Melalui proses upcycling, kami memberikan kesempatan kedua kepada produk-produk yang awalnya tidak layak jual, lalu kami desain dan olah kembali menjadi produk baru dengan memberikan nilai tambah kepada produk tersebut, sehingga dapat diterima konsumen,” ujar Harimula.

Ia menambahkan, kedepannya konsumen dapat menjadi bagian dari gerakan tersebut dengan mengirimkan barang-barang mereka yang sudah tidak digunakan, untuk kemudian disortir oleh pihak EIGER dan diubah menjadi barang trendi baru.

Pada EIGER Upcycling Collection vol.1, terdapat setidaknya 35 produk yang dihasilkan dari ratusan produk tidak layak jual. Rangkaian produk upcycling kedepannya akan dijual secara terbatas mengikuti ketersediaan bahan baku dan eksklusif hanya di EIGER Adventure Official Store di platform Lazada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.