Praktik Bisnis Kecil Agar Lebih Sukses

0
947

Small-Business-jpgSmall-Business-jpgSmall-Business-jpgSmall-Business-jpgSmall-Business-jpgKetika memiliki bisnis kecil, tekanan yang dihadapi terkadang cukup besar. Masalah persaingan, minimnya keuangan serta hubungan internal dan eksternal sangat memusingkan. Joshua Steimle, seorang pengusaha, membagikan pengalamannya dalam mengatur bisnis kecil agar terus berkembang.

  1. Simpan US$ 1.000 di bank

Intinya adalah menabung. Sisakan uang di tabungan dan jangan mudah terbujuk segala tawaran. Jika Anda seseorang yang terlalu sering menggunakan kartu kredit, ubahlah kebiasaan tersebut.

Prioritaskan membayar utang Anda. Setelah lunas, Anda akan lebih tenang dan fokus memikirkan perkembangan bisnis.

  1. Tepat waktu

Dan Kennedy, seorang konsultan bisnis dan penulis buku, menyebutnya sebagai “kebiasaan terpenting bagi entrepreneur yang sukses.” Steimle mengungkapkan ketika dirinya tepat waktu, dia mendapat kepercayaan lebih dari konsumen. Hal itu menyebabkan dirinya mendapat lebih banyak perjanjian dan hubungan berjalan dengan baik.

  1. Respon dengan cepat

Steimle mengatakan 9 dari 10 kliennya menyampaikan rasa kagum kepada dia dan timnya atas kecepatan merespon. Melalui website perusahaan, dia mengusahakan untuk merespon secepat mungkin. Namun ketika dia harus menunggu beberapa jam atau satu hari untuk merespon, peluangnya untuk mendapatkan kesepakatan berkurang hingga setengahnya.

  1. Komunikasi secara proaktif

Sebagai bisnis di dunia servis, Steimle mengatakan lebih mudah untuk merespon ketika klien menanyakan hal tersebut. Gantilah kebiasaan itu. Buat klien mengerti di mana posisi mereka tanpa harus bertanya. Hal ini bisa dilakukan sesederhana mengirim email mingguan, yang penting konsumen tahu kita siap melayani mereka.

  1. Mempekerjakan hanya ketika membutuhkan

Steimle dulu sering mempekerjakan seseorang berdasarkan keyakinan pada banyaknya kebutuhan pada masa yang akan datang. Tapi hal tersebut hanya membuat kondisi pengeluaran perusahaan semakin buruk.

Sekarang Steimle hanya akan mempekerjakan seseorang ketika tidak ada seorangpun pada bagian itu. Memang dia akan merasa kekurangan pegawai, namun dia telah belajar hal itu lebih baik daripada kelebihan pegawai.

  1. Hire small, train, reward big

Memang sangat menggoda untuk menyewa seseorang yang telah berpengalaman. Namun dari pengalamannya, dia belajar untuk memilih menyewa lulusan baru yang cerdas dengan sikap yang baik.

Steimle akan melatihnya dan memberikan insentif untuk bekerja. Ditambah lagi gaji awal yang dibayarkan jauh lebih kecil daripada para profesional yang berpengalaman. Dengan pelatihan yang tepat, Steimle yakin para lulusan muda itu dapat berkembang dengan sangat cepat, tentunya dengan insentif yang tepat pula.

Sumber: Forbes.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.