Sayup-sayup Karma Blackberry Datang dari Android

0
874

www.marketing.co.id – Setelah menjungkalkan Nokia Communicator ke titik nadir, Blackberry menjadi Smartphone paling favorit di negeri ini. Namun, belakangan ini serbuan dari berbagai arah mulai dihadapi oleh Blackberry. Apakah “karma” mulai menghantui Blackberry?

Berbagai operating system ponsel pintar mulai merangsek ke pasar akhir-akhir ini. Sebut saja, Symbian, Windows phone 7, dan Android. Merek terakhir tersebut merupakan besutan Google dan menjadi operating system (OS) yang paling dianggap mengancam BlackBerry. Memang, bila pertarungan antara keduanya semakin tajam, prediksi hasil akhir tidak akan mirip dengan ketika merek ponsel pintar asal Kanada ini menggeser total merek dari Swedia. BlackBerry akan tetap punya penggemar yang susah diajak pindah ke lain hati.

Tapi, meski begitu BlackBerry tetaplah harus waspada, sebab migrasi besarbesaran yang juga mungkin terjadi akan membuat equity merek ini melorot. Tentu pula, revenue yang dihasilkan pun akan berkurang.

Saat ini, BlackBerry masih bisa meyakinkan diri bahwa kekuatan mereka dalam messaging menjadi magnet yang membuat orang tetap bertahan. Tapi, fitur ini sepertinya akan segera bisa didapatkan di OS lainnya. Android sudah memiliki fitur ini. Kabar-kabarnya, Nokia sedang berusaha melakukan fight back. Mereka akan melengkapi seri ponsel pintarnya dengan Nokia Messaging pula.

Sekilas kita review kekuatan BlackBerry. Fasilitas messaging BlackBerry yang menarik adalah BlackBerry Mesengger (BBM). Fitur BBM ini semakin menarik dengan adanya grup BBM yang begitu nyaman dipakai sebagai ruang dialog antar kelompok yang punya minat atau latar belakang yang sama.

Di samping itu, ada fasilitas push email. Kekuatan lainnya adalah kemampuan BlackBerry dalam melakukan kompresi data, sehingga semua menjadi terasa lebih cepat ketika melakukan pertukaran data memakai BB. Di Indonesia, kemampuan kompresi ini menjadi pilihan menarik karena tanpa banyak menunggu lama, data yang dibutuhkan pun sudah didapat.

Akan tetapi, semua keunggulan ini menjadi tidak maksimal lagi ketika pengguna BlackBerry sudah sangat banyak. Kecepatan akan berkurang akibat keterbatasan bandwith. Research in Motion (RIM) pun mulai mencoba mengantisipasi masalah tersebut. Belum lama ini, mereka merilis BlackBerry 6.0 bersamaan atau ada di BlackBerry Tourch—walaupun sebenarnya OS yang ada sekarang ini masih belum ketinggalan zaman. Tapi, mengingat gerakan OS lain semakin gencar, nampaknya OS model terbaru ini akan dijadikan andalan untuk tetap memegang kendali di Indonesia. OS terbaru dari BlackBerry ini akan digunakan ke versi-versi lebih baru nantinya.

Namun begitu, apakah setelah OS BlackBerry terbaru ini diluncurkan akan bisa meredam Android dan lainnya? Mengingat, Android memiliki taktik pemasaran yang cukup gesit. Memang, saat ini Android memiliki kendala dalam kecepatan akses internet yang masih lamban di negeri ini. Nantinya, ketika koneksi internet kita sudah cepat, Android bisa menunjukkan keandalannya dengan maksimal. Saat itulah, OS buatan Google ini benar-benar mengancam BlackBerry.

Sekarang ini saja, pertumbuhan Android lumayan signifikan. Ponsel dengan sistem operasi ini rata-rata terjual 200 ribu unit per hari di seluruh  dunia. Sejak Maret lalu, jumlah aplikasi Android tumbuh hingga tiga kali lipat. Di Indonesia, pertumbuhan Android didorong oleh cara Android merangsek pasar yang menggandeng banyak merek di industri seluler—untuk merek-merek ponsel seperti HTC, Samsung, Sony Ericsson, LG, Motorola, dan Nexian. Lalu, Android bekerja sama juga dengan provider seluler—Telkomsel, Indosat, dan Telkom (melalui Flexi). Lini distribusi yang sangat luas ini tidak dimiliki oleh BlackBerry yang hanya bisa menggandeng provider telekomunikasi.

Bicara soal harga sepertinya juga harus membuat BlackBerry semakin waspada. Di negara kita, harga paling rendah BlackBerry sekitar Rp 2,5 juta. Bandingkan dengan Android yang berkisar di angka Rp 2 jutaan saja.

Terlebih lagi, para pemilik merek—baik operator seluler dan ponsel—sangat antusias menyambut kedatangan Android. Bahkan, Telkomsel yang menjadi operator pertama di Indonesia dalam menawarkan ponsel Android tidak kapok meski pernah kurang sukes meraih pasar. Waktu itu, Telkomsel menggandeng HTC Magic, namun hasilnya kurang sukses karena versi HTC Magic yang digunakan adalah open handset distribution.

Versi ini tidak mendukung sejumlah layanan Google, termasuk Android Marketplace. Pada 29 Juni 2010 lalu, Telkomsel come back dengan mengusung Samsung Galaxy S9000. “Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan suatu layanan Android yang dapat mengakomodasi kebutuhan mobile lifestyle pelanggan dengan harga yang terjangkau,” jelas Ricardo Indra, GM Corporate Communications PT Telekomunikasi Seluler Tbk. Selain Samsung, Telkomsel juga akan menggandeng Nexian, LG, dan TiPhone.

Operator seluler lain seperti Indosat juga mengeluarkan pendapat serupa mengenai Android. Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya yakin ponsel Android bisa melebihi BlackBerry. Alasannya, Android bisa menyasar semua lapisan masyarakat karena didukung berbagai varian harga. “Sejak masuknya BlackBerry pada tahun 2008, mulai terlihat masyarakat menyukai ponsel cerdas dengan sistem online 24 jam. Kami optimistis Android bisa mengalami kesuksesan yang sama,” katanya.

Untuk mendorong penjualan, menurut Teguh, Indosat mengusung beberapa strategi khusus. Indosat menyediakan smartphone berbasis Android dengan beragam level harga. Kemudian, dilengkapi dengan layanan jasa berupa broadband unlimited—baik pascabayar maupun prabayar—yang tersedia di Indosat. “Hingga akhir tahun ini, kami menargetkan 100 ribu handset. Kami optimistis melihat respons masyarakat seperti itu,” tambah Teguh.

Ia menambahkan bahwa mereka juga memiliki Komunitas Indosat Android. Di komunitas ini, para pengguna layanan dapat saling berinteraksi. Selain itu, juga ada Android Application Store atau A-Store. Salah satu handset Android yang banyak dibeli konsumen adalah Samsung.

Samsung pun begitu optimistis mengenai prospek Android di negara ini. Di antara beberapa merek ponsel dengan OS Android, sepertinya Samsung yang lebih dekat image-nya dengan Android. Sebab, merek ini begitu gencar melakukan promosi mengenai penggunaan Android dalam OSnya.

Marketing Head Samsung Mobile PT Samsung Electronics Indonesia Eka Anwar mengatakan, prospek ini sangat besar dan menjanjikan. Berbagai vendor sekarang ini berlomba untuk meluncurkan mobile phone ber-OS Android. Persaingan pasar dimasa yang akan datang diperkirakan akan semakin ketat. “Di samping menjual smartphone Android, kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk merealisasikan consumer education tentang OS Android kepada masyarakat dan juga developer aplikasi berbasis Android,” katanya.

Sudah tersebut di atas mengenai Android Market. Fasilitas ini merupakan salah satu keunggulan juga yang dimiliki Android karena di dalamnya terdapat ratusan aplikasi yang bisa diunduh.

Hanya dalam dua tahun masa peluncurannya, Android Market telah memiliki 100 ribu aplikasi yang dirilis di pasar online. Untuk bisa menyamai aplikasi yang dimiliki iPhone, iPad, dan iPod Touch, Google harus berusaha lebih. Sebab, perkiraan jumlah aplikasi bagi produk-produk Apple tersebut di atas sekitar 280 ribu. Supaya bisa mengejar ketertinggalan ini, menurut New York Times, saat ini sebanyak 270 ribu developer sedang mengerjakan aplikasi untuk ponsel Android. Tapi, dibanding dengan BlackBerry, Android sudah jauh melampui. Jumlah aplikasi BlackBerry baru sekitar 10 ribuan.

Melihat banyaknya potensi yang dimiliki Android dan antusiasme pelaku bisnis seluler di Indonesia, tampaknya Android akan menjadi lawan berat BlackBerry di negeri ini. Memang, kendala yang dihadapi oleh Android selain koneksi juga masih sedikitnya pemahaman konsumen pada OS ini. Tapi, hal itu hanya masalah waktu. Mungkin yang perlu diantisipasi oleh BlackBerry adalah ketika teknologi 4G hadir di negeri ini. Meski belum pasti kapan, tapi itu pun kembali hanya masalah waktu. Kalau sudah begitu, siapa yang tahu akan nasib BlackBerry? (Ign. Eko Adiwaluyo/DM/09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.