Lojai: Setiap Produk Ada Masanya

0
1424
seasonal marketing
Perputaran uang triliunan rupiah terjadi di musim liburan dan momen-momen khusus lainnya. (Gambar: coolturehhunter.it)

Seasonal selling dianggap penting lantaran setiap produk ada masanya. Lantas, bagaimana cara Lojai.com memanfaatkan setiap season untuk mendongkrak penjualan?

Agus Tjandra Owner Lojai.comHampir semua toko menjual produk atau jasa mereka dengan memanfaatkan musim, entah itu Natal, Lebaran, Imlek, Valentine atau hari besar lainnya. Tujuannya jelas, meningkatkan penjualan.

Lojai.com adalah salah satu pemain yang tidak pernah lewat memanfaatkan seasonal selling.

Sekadar informasi, pada tahun 2008, Lojai.com dibangun dengan nama Pasarkredit.com. Namun, Agus Tjandra sebagai owner merasa nama tersebut dianggap kurang cocok untuk mencapai ambisinya, yaitu go internasional. Akhirnya, pada tahun 2010, Agus mengganti namanya menjadi Lojai.com.

Dibanding pemain e-commerce lainnya, Lojai.com memiliki keunikan sendiri, utamanya dalam sistem pembayaran. Selain paling lengkap, Lojai memiliki pilihan cicilan dengan pilihan kartu kredit terbanyak (14 bank). Tak heran jika sampai saat ini Lojai dijuluki rajanya kartu kredit.

Agus mengatakan bahwa seasonal selling memiliki peranan yang sangat penting. Seasonal selling itu merupakan dasar bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis atau bertahan lama.

Pasalnya, setiap produk ada masanya atau memiliki waktu/cocok pemakaiannya. Oleh sebab itu, siapapun yang berkecimpung dalam bisnis – utamanya ritel – harus siap karena seasonal suka atau tidak tetap berjalan.

Meski begitu, menjalankan kegiatan seasonal selling bukan lah perkara mudah. Akan ada banyak kendala yang bakal ditemui. Namun, jika sudah  berjalan lama itu semua akan menjadi pengalaman yang luar biasa.

Menurutnya, supaya aktivitas seasonal selling yang dijalankan berjalan sukses, sederhananya kita harus memberikan/menyiapkan promo-promo yang menarik perhatian konsumen dan harus disiapkan dengan matang. Sehingga, barang yang ditawarkan akan habis terjual dan kita bersiap memasuki season berikutnya.

Tentunya setiap season harus dibuat berbeda agar tidak membosankan. Setidaknya ada tiga hal yang Agus siapkan agar kegiatan seasonal selling yang dilakukannya tidak membosankan dan berjalan sukses. Ketiga hal tersebut adalah evaluasi season yang sudah berjalan, menambah promo atau memberikan gimmick, dan mengemasnya dalam sebuah games.

Integrasikan ke dalam strategi marketing mix

Baginya, sukses tidaknya kegiatan seasonal selling yang dilakukan tergantung pada karakter bisnisnya masing-masing. Namun yang jelas, sebelum menjalankan aktivitas seasonal selling terlebih dahulu kita harus mencari tahu dasar-dasar marketing mix, seperti product, price, place, participant atau people, procces dan physical evidence (lingkungan fisik).

Targetkan sales di atas 10%

Untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya, di bulan season Ramadan dan menyambut Idul Fitri misalnya, Lojai menggoda dengan banyak promo dan tambahan diskon kepada para pemilik kartu kredit dan mengadakan “Lebaran Online Sale”.

Bukan itu saja, Lojai juga bekerja sama dengan beberapa bank dan bergabung dengan 65 e-commerce di Indonesia untuk menjalankan kampanye bersama dengan nama Jakarta Great Online Sales (JGOS).

Agus paham betul bahwa semua program tersebut tidak akan sukses jika tidak disampaikan dengan baik ke konsumen. Oleh karenanya, Lojai mengerahkan semua kekuatan digitalnya dan bekerja sama dengan media untuk menyebarluaskan setiap aktivitas promo yang dilakukannya.

Hasilnya, kegiatan seasonal selling tersebut membuat penjualan Lojai meningkat  10% meski situasi ekonomi Indonesia sedang kurang baik. (YM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.