Awas! Perusahaan di Indonesia dalam Bahaya

0
1560
grafik perusahaan terkena serangan cyber
Presentase perusahaan yang terkena serangan cyber dari Juli-Desember 2015

FireEye melaporkan empat kelompok penyerang dengan kemampuan advance atau tingkat tinggi menyasar Indonesia. Untuk mengatasi ancaman cyber ini dibutuhkan sistem pertahanan yang lebih kuat.

Bryce Boland, Chief Technology Officer FireEye Asia Pasifik Marketingcoid – Mulai sekarang, perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia harus lebih berhati-hati dan memperkuat sistem pertahanan agar lebih kuat untuk mengantisipasi serangan cyber.

Pasalnya, riset terbaru yang dilakukan FireEye, Inc. menemukan bahwa 36% perusahaan yang disurvei di Indonesia menjadi target serangan cyber tingkat tinggi pada paruh kedua tahun 2015. Angka ini lebih dari dua kali lipat angka rata-rata global yang hanya mencapai 15%.

Bryce Boland, Chief Technology Officer FireEye Asia Pasifik mengatakan, kesenjangan keamanan cyber di Indonesia patut menjadi perhatian yang harus segera ditangani terutama dalam kaitannya dengan perekonomian dan keamanan nasional.

Menurutnya, di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat di seluruh kawasan ini, penting untuk menyadari bahwa ketegangan ini juga tercermin di dunia cyber.

grafik perusahaan terkena serangan cyber
Presentase perusahaan yang terkena serangan cyber dari Juli-Desember 2015

Ketika perusahan menjadi korban serangan cyber tingkat tinggi, berbagai efek negatif bisa terjadi seperti gangguan operasi, kerugian finansial, rusaknya reputasi, serta tuntutan hukum.

Untuk membangun postur keamanan yang kuat, selain menggunakan teknologi untuk mendeteksi dan merespon serangan, sangat penting juga bagi perusahaan untuk memadukan ahli dari dalam dan luar perusahaan serta membangun intelijensi serangan.

Berdasarkan observasi FireEye, di wilayah Asia Pasifik, sektor industri yang paling banyak mendapat serangan APT (advance persistent threat) pada setengah tahun terakhir 2015, antara lain: pemerintahan federal (45%), hiburan/media/hospitality (38%), high-tech (33%), manufaktur (2%), energi (29%), pemerintahan negara bagian dan lokal (28%), jasa/konsultasi (25%), dan jasa keuangan (20%).

Sebelumnya (April 2015,  FireEye mengungkapkan adanya kampanye cyber espionage atau kegiatan spionase cyber selama satu dekade oleh pemain cyber threat atau ancaman cyber asal China.

Fokus target operasi mereka adalah pemerintahan, bisnis, dan jurnalis – yang memegang kunci politik, ekonomi, dan informasi militer tentang Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Analisis FireEye terhadap kelompok malware ini menghasilkan petunjuk bahwa kelompok tersebut menyasar Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.