Snapcart Ungkap Daya Tarik Utama E-Commerce di Momen Festival Belanja Akhir Tahun

0
28

Marketing.co.id  –  Berita Marketing| Fenomena meningkatnya animo masyarakat untuk berbelanja menjelang akhir tahun bukanlah hal yang baru. Momen ini pun dimanfaatkan para pemain commerce untuk menggelar Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Terkait hal ini Snapcart mengadakan penelitian perilaku belanja online masyarakat di tengah kemeriahan akhir tahun. Penelitian dilakukan secara online selama 3 bulan terakhir dengan melibatkan 1000 responden dari usia 20 – 35 tahun, yang tersebar di berbagai area di Indonesia.

“Setiap tahunnya Harbolnas menjadi sarana para pemain e-commerce unjuk gigi dalam memberikan penawaran terbaik dan menghadirkan inovasi serta program baru guna meningkatkan daya saing. Survei Snapcart Indonesia melihat 95% responden mengaku telah memanfaatkan momentum 12.12 untuk berbelanja. Melihat antusiasme terhadap periode ini, Snapcart melakukan penelitian untuk mengetahui lebih dalam mengenai pengaruh ragam inovasi serta program yang dihadirkan dalam melahirkan tren baru dalam berbelanja online,” ujar Astrid Wiliandry, Direktur Snapcart Indonesia, di Jakarta (16/12).

Dari riset ini, ditemukan berbagai manfaat yang dirasakan, sebanyak 71% responden mengakui Harbolnas membantu untuk menghemat, 56% program yang menguntungkan, 50% bisa mendapat barang-barang yang menarik, dan 27% untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun.

Baca juga: Tren Belanja Online: “Demam” eCommerce Bikin Laki-laki Lebih Sering Belanja Daripada Perempuan

Dari tiga pemain utama, ditemukan mayoritas responden memilih Shopee sebagai platform yang paling sering digunakan untuk berbelanja saat perayaan kampanye Harbolnas, diikuti oleh Tokopedia dan Lazada di posisi ke dua dan ke tiga.

Adapun data dapat dilihat melalui persentase masing-masing faktor yang menjadi poin konsiderasi masyarakat dalam memilih sebuah platform untuk dimanfaatkan saat kampanye harbolnas sangat beragam. Persebaran preferensi responden pada 3 bulan terakhir diantaranya:

Indikator Shopee Tokopedia Lazada
Harga terjangkau 55% 46% 43%
Gratis ongkos kirim/ongkos kirim murah 68% 66% 57%
Pilihan jenis kategori produk yang beragam dan lengkap 41% 40% 21%
Menyediakan fitur tambahan selain untuk berbelanja (Contoh: Game, Hiburan, dll) 28% 15% 18%
Menyediakan metode pembayaran cicilan (PayLater) 31% 18% 21%

Dapat dilihat dari paparan data di atas, setiap pemain e-commerce memiliki keunggulan masing-masing. Terlihat, Shopee unggul pada sebagian besar indikator antara lain, Harga Terjangkau, Menyediakan Fitur Tambahan selain untuk berbelanja dan menyediakan Metode Pembayaran Cicilan. Sedangkan Tokopedia dan Shopee juga bersaing sengit pada beberapa indikator seperti Ongkos Kirim Murah dan Pilihan Jenis Kategori Produk yang Beragam dan Lengkap.

Tren Baru Belanja Online

Berinovasi menghadirkan sebuah fitur menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan pemain e-commerce untuk meningkatkan daya tarik di mata konsumen. Tidak berhenti pada ketersediaan wadah yang menjadi perpanjangan tangan antara penjual dan pembeli, inovasi fitur dan program ini melahirkan kebiasaan baru ketika berbelanja online.

“Beberapa waktu ke belakang, ragam inovasi fitur yang dihadirkan seperti Live Shopping, Short Video dan Games cukup menarik perhatian masyarakat. Masing-masing fitur ini menawarkan pengalaman berbeda yang disesuaikan dengan tren dan kebutuhan penjual maupun pembeli. Diawali dari hiburan yang ditawarkan melalui berbagai pilihan Games dalam aplikasi, hingga munculnya inovasi Live Shopping serta Short Video yang menawarkan interaksi lebih dekat dan keunggulan, seperti kemudahan akses belanja online,” lanjut Astrid.

Dari beberapa fitur-fitur interaktif yang dikenal, pada riset Snapcart telihat sebanyak 37% responden memilih Shopee Live sebagai fitur yang paling disukai. Posisi berikut nya terdapat Tiktok (30%), Shopee Video (23%), Tokopedia Play (7%), dan (1%) untuk BukaLive, LazLive dan LazadaFeed.

Terdapat berbagai alasan yang mempengaruhi pemilihan penggunaan fitur, menariknya 5 alasan utama konsumen menyukai fitur-fitur interaktif yang dihadirkan adalah untuk mengisi waktu luang (16%), tertarik dengan hadiah atau promosi yang ditawarkan (16%), mengetahui sebuah produk lebih dalam (15%), dapat berinteraksi dan bersosialisasi melalui program tersebut (11%), dan berbelanja produk menjadi lebih mudah (11%).

Adanya fitur interaktif seperti Live Shopping dan Short Video mulai mengubah kecenderungan perilaku belanja masyarakat Indonesia. Salah satu contohnya pengaruh aspek-aspek dari Live Shopping seperti kesempatan untuk berinteraksi secara proaktif, kesempatan bagi konsumen untuk mengetahui sebuah produk lebih dalam serta kemudahan akses berbelanja dimana produk dapat langsung dibeli saat siaran berlangsung.

Baca juga: Tren Live Shopping Dorong Jet Commerce Indonesia Bangun Live Stream Center

Tidak jarang masyarakat menunggu penjual mengadakan konten live streaming terlebih dahulu sebelum memutuskan pembelian sebuah produk. Hal ini memiliki pengaruh kuat khususnya dalam membangun tingkat kepercayaan antara penjual dan pembeli. Sedangkan Short Video melahirkan peluang baru melalui wadah yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk tidak hanya menyaksikan tetapi menciptakan konten-konten video menarik. Mulai dari tutorial, informasi produk hingga berbagai kreasi video lainnya.

“Menariknya, fitur-fitur ini juga sangat membantu dalam strategi penjual khususnya lokal untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya. Melalui interaksi yang lebih dekat dan konten kreatif, para penjual lokal dapat semakin terdorong untuk meningkatkan eksposur produknya dan memperluas jangkauan ke seluruh lapisan masyarakat. Faktor yang mendorong perkembangan dan kemajuan pelaku usaha khususnya lokal,” kata Astrid.

 Melihat hasil sebagian besar indikator pada riset Snapcart, mayoritas responden menganggap Shopee sebagai salah satu platform penjualan online yang konsisten dalam membawa kemudahan berbelanja, melalui ragam inovasi, program, dan fitur interaktif untuk para penggunanya, baik itu pembeli maupun penjual.

Astrid menegaskan, melihat peta persaingan e-commerce pada kuartal 4 tahun ini, menunjukan bahwa saat ini daya tarik masyarakat saat berbelanja tidak hanya bergantung pada promo, namun pada aspek lain seperti pilihan produk yang lengkap serta fitur-fitur pendukung kemudahan berbelanja online.

“Pengalaman berbeda yang dihadirkan setiap pemain e-commerce melalui inovasi fitur memberikan warna baru pada kemeriahan festival belanja akhir tahun. Bahkan dapat dilihat bahwa inovasi fitur ini dapat menciptakan sebuah tren dan merubah perilaku belanja online masyarakat. Tentunya pertarungan masih belum selesai. Sangat menarik untuk diamati kelanjutannya di tahun 2023 nanti,” tutup Astrid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.