Survei Perilaku Konsumen dalam Keseharian

0
2472

www.marketing.co.id – Bagaimanakah perilaku anak-anak, wanita, dan pria pada kesehariannya?  Berikut ulasan hasil survei yang dilakukan Gramedia Majalah.

Sepanjang Februari–Maret 2012, Gramedia Majalah melakukan survei pasar. Ada tiga fokus utama segmen yang dijadikan responden, yakni anak-anak, wanita, dan pria. Total ada lebih dari 9.000 responden yang disurvei secara serentak. Di setiap segmen menyumbang masukan dari 3.000 responden.

Survei ini pun dilakukan untuk mereka yang memiliki kebiasaan membaca majalah atau tabloid. Survei dilaksanakan di sembilan kota di Indonesia. Mulai dari Medan, Palembang, Greater Jakarta, Greater Bandung, Greater Semarang, Greater Yogyakarta, Greater Surabaya, Denpasar, sampai Makassar. Dan tercatat total ada lebih dari 3.224 temuan survei.

Anak-anak

Anak-anak adalah bintang keluarga. Mereka beroleh curahan perhatian dan prioritas dari orangtua. Anak-anak mulai mempunyai kepercayaan diri dan berperan sebagai decision maker untuk kebutuhan pribadinya. Sementara yang berkaitan dengan keluarga, peran anak lebih dominan sebagai influencer.

Sebagai decision maker , anak merasa nyaman ketika dia bisa memilih kebutuhannya sendiri, baik dalam memilih aktivitas maupun memilih aneka macam produk yang dikonsumsi. Untuk kategori food, sebanyak 79% anak memilih sendiri merek produk biskuit mereka, 86% memilih sendiri produk chips, dan 82% memilih sendiri merek produk es krim.

Ketika keluarga hendak menentukan pilihan kebutuhan bersama, misalnya: memilih tempat tujuan wisata, mal, restoran, dan bahkan dalam hal pembelian kendaraan bermotor, anak-anak juga tampil sebagai influencer yang berperan aktif memberikan usulan.

Sebanyak 85% anak mengusulkan kepada orangtuanya mal yang akan menjadi tujuan mereka jalan-jalan. Untuk kategori pembelian produk otomotif, 53% orangtua yang memiliki anak menilai bahwa anak mereka memiliki peran dalam pembelian mobil, dan 22% orangtua menilai bahwa anak memiliki peran yang kuat dalam pembelian mobil.

 

Wanita

Perempuan Indonesia mengalami perubahan signifikan bukan pada usia remaja, melainkan pada usia awal 20-an tahun. Menjelang akhir usia belasan, remaja perempuan semakin menatap kagum pada wanita dewasa. Mereka mulai eksploratif, mencoba segala jenis make up. Pada usia ini pertumbuhan penggunaan make up meningkat drastis dibandingkan dengan sebelumnya.

Pada usia dewasa muda (20–24 tahun), perempuan Indonesia mulai mencoba hal baru yang lebih dewasa, salah satunya mencari dan atau mengelola uang. Perempuan muda pada akhir masa kuliahnya, mulai mencari-cari peluang untuk mendapatkan penghasilan.

Seluruh penghasilan, pada umumnya, digunakan untuk membeli kebutuhan tersier, dari fashion item yang ditampilkan sampai ponsel. Kenyataannya, 50% wanita muda berperilaku demikian. Sebanyak 82% wanita muda menggunakan compact powder, 91% menggunakan jins, 89% menggunakan kaus atau t-shirt, dan 62% menggunakan penghasilannya untuk membeli sepatu.

Pria

Beda halnya dengan wanita, pria justru lebih banyak menghabiskan penghasilannya untuk menjalin relasi atau networking dengan banyak orang, terutama para sahabat. Ya, kehidupan sosial adalah salah satu hal yang penting bagi mereka. Karenanya, kehadiran gadget sebagai penunjang konektivitas menjadi amat penting.

Dari hasil survei, didapat bahwa sebanyak 99% pria memiliki ponsel, 66% memiliki netbook/laptop, dan hanya 5% yang memiliki tablet.

Kebutuhan menjaga dan membina networking ini membuat kebanyakan pria selalu berusaha untuk terkoneksi dengan jaringan internet di mana saja, kapan saja, baik melalui laptop ataupun ponsel. Faktanya, hampir 70% pria mengakses internet melalui laptop dan 66% mengakses internet melalui ponsel.

Namun, bukan berar ti pria tak memerhatikan penampilannya seperti yang kebanyakan dilakukan wanita. Selain gadget, penampilan juga menjadi yang utama bagi banyak pria. Olahraga menjadi hal yang terpenting bagi kehidupan pria, tentu saja hal tersebut dilakukan demi menjaga kesehatan serta kebugaran fisik mereka. Selain olahraga, 43% pria memilih jamu sebagai salah satu konsumsi multivitamin kesehatan mereka, dan 32% pria mengaku bahwa mereka pun mengatur pola makan agar tidak berlebih. (Merliyani Pertiwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.