Transformasi Dari Telco Ke Dico

0
1544
Suasana Peluncuran Layanan M2M Telkomsel di Pacific Place, Jakarta
Suasana Peluncuran Layanan M2M Telkomsel di Pacific Place, Jakarta
Suasana Peluncuran Layanan M2M Telkomsel di Pacific Place, Jakarta

Industri telekomunikasi selular merupakan industri yang sangat dinamis perkembangannya dalam lima tahun terakhir. Kalau dulu operator hanya mengandalkan pemasukan dari Voice dan SMS, sekarang pendapatan dari kedua pos tersebut tidak bisa diandalkan lagi. Bahkan, pertumbuhan Voice dan SMS sudah negatif.

Tren menurunnya Voice dan SMS kata Alex J Sinaga, Direktur Utama Telkomsel, bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga di mancanegara. Beruntung kata Alex, Telkomsel masih mencatat pertumbuhan positif di Voice dan SMS. Alex mengatakan bahwa pertumbuhan Voice dan SMS di Telkomsel masih di atas 5%.

Alex yang berbicara pada peluncuran Layanan M2M (Machine To Machine) Telkomsel mengatakan, industri telekomunikasi selular tengah mengalami perubahan besar dan turbulensi. “Ada teori baru yang mengatakan jika suatu industri mengalami turbulensi, maka pelaku jangan lagi melihat industrinya tapi arenanya,” tutur Alex.

Kita mafhum, turbulensi yang dimaksud adalah merebaknya teknologi digital dan mobile. Kedua teknologi hampir merasuk ke semua sendi kehidupan manusia. Dengan teknologi digital dan teknologi mobile pula kehidupan manusia semakin mudah. Kalau dahulu ada ungkapan manusia harus memahami mesin (engine), ke depan akan terbalik, mesin yang harus memahami manusia.

Perubahan lansekap bisnis tersebut akhirnya mendorong Telkomsel bertransformasi, dari Telco (Telecomunication Company) menjadi Dico (Digital Company). Layanan M2M (Machine to Machine) yang diluncurkan 19 November 2014 lalu di Jakarta, merupakan salah satu upaya Telkomsel untuk menjadi Digital Company.

Layanan M2M Telkomsel berupa solusi end-to-end yang menyediakan fleksibilitas control syetem untuk solution provider maupun pelanggan korporasi guna memenuhi segala kebutuhan pelanggan. Peluncuran layanan M2M Telkomsel ditandai dengan penandatanganan kerjasama dan MoU antara Tellkomsel dengan LIPI, PINS Indonesia, Asuransi Astra, Ghuroba Madani, dan FEC Solutiion, serta untuk Telkomsel Corporate Business Solution dengan Astra Internasional.

Seperti dituturkan Alex, segmen korporasi menjadi target layanan ini karena efek berganda (multiplier) yang ditimbulkan bagi lingkungannya. “Untuk itu kami menghadirkan solusi M2M dengan berbagai pilihan teknologi yang terbaik dengan ekosistem yang lebih lengkap, sehingga akan membantu pelanggan menjalankan bisnisnya secara lebih efektif, efisien, dan mudah secara operasional yang akan meningkatkan produktivitasnya,” jelas Alex.

Telkomsel M2M Platform menawarkan dua fungsi, yakni Control Center dan Application Platform. Telkomsel M2M Control Center menawarkan beberapa keunggulan seperti Remote Diagnostic untuk mengetahui sebab gangguan pada kartu M2M dari jarak jauh. Secure Traffic, berupa jaringan khusus Telkomsel yang diperuntukkan bagi pelanggan sehingga aman untuk layanan perbankan dan pemerintahan.

Sementara keunggulan dari M2M Application Platform antara lain connected service (monitoring, connected acces (remote acces), dan connected content (content distribution).

Layanan M2M Telkomsel cocok diaplikasikan pada industri otomotif, keuangan, dan sektor utilities seperti transportasi, energi, dan operator bandara atau pelabuhan. Aplikasi solusi Telkomsel dalam M2M antara lain berbentuk Branchless Banking, Driving Analytics, Fleet Tracking Management, Home Automation, m-POS, Sales Force Automation, Smart Metering (untuk agrikultur, gas, dan air), dan Usage Based Auto Insurance (UBI).

Ke depannya M2M Telkomsel akan menyasar kota-kota di Indonesa, terutama kota-kota yang ingin mengadopsi konsep Smart City. Telkomsel sudah menjalin kerjasama dengan Pemda Makassar dalam bentuk pengaturan lampu-lampu di jalan raya. Kota Medan, Jakarta, dan Bogor akan menyusul bekerja sama dengan Telkomsel dalam penerapan Smart City.

“Layanan M2M akan membantu sebuah kota melakukan efisiensi waktu dan sumber daya. Selain itu, perputaran informasi juga dapat terjadi dengan cepat, sehingga pengambilan keputusan dapat diambil segera dan tepat berdasarkan informasi real time,” tutup Alex.

Tony Burhanudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.