Yuda Wirawan: Industri Asuransi Harus Berubah

0
1006
Yuda Wirawan, Chief of Marketing Officer Jagadiri. Foto: Istimewa.

Yuda Wirawan, Chief of Marketing Officer Jagadiri. Foto: Istimewa.

Marketing.co.id – Berita Financial Service | Menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) di sebuah perusahaan asuransi menjadi tantangan tersendiri bagi Yuda Wirawan. Pria kelahiran Sukabumi tahun 1978 ini sudah bergabung menjadi bagian dari layanan asuransi JAGADIRI sejak Desember 2017.
JAGADIRI adalah sebuah layanan asuransi digital yang mengusung konsep supermarket asuransi dengan mengedepankan aspirasi konsumen, menyediakan perlindungan tanpa beban, dan mengutamakan kenyamanan melalui produk-produk inovatif.
Sejak mulai beroperasi tahun 2015, JAGADIRI sudah menunjukkan kemajuan yang pesat. Selama kuartal I/2018 saja peningkatan permintaan data yang masuk ke website JAGADIRI mencapai 124% dibanding tahun sebelumnya. Hadir dalam format digital, sebanyak 59% dari total konsumen JAGADIRI adalah generasi milenial.
Bagi pria yang akrab disapa Yuda, marketing adalah sebuah passion yang sudah ia geluti bahkan sebelum lulus kuliah. Perjalanan karir sebagai marketer tak hanya mengasah keterampilannya berkomunikasi dan memperkaya ilmu, tetapi juga menjalin pertemanan yang membawanya dari satu industri ke industri yang lain.
Mengejar passion sebagai marketer
Diakui Yuda, saat kecil dirinya bukanlah tipe anak yang punya banyak teman. Ia malah sering di-bully. Namun, itu semua berubah sejak ia mulai memasuki sekolah menengah. Jiwa pemberontak, ingin tampil dan leadership mulai timbul. Ia pun rajin bergabung dalam organisasi sekolah hingga duduk di perguruan tinggi. “Saya punya interest di marketing. Nah, itu tersalurkan selama kuliah. Saya bekerja sebagai penyiar selama empat tahun. Dari hasil itu saya cukup mandiri dan bakat komunikasi dan jualan mulai terasah,” ungkap Yuda.
“Selama jadi penyiar sering juga jadi MC. Akhirnya, pekerjaan pertama setelah lulus kuliah di salah satu bank sebagai call center yang tugasnya menerima keluhan pelanggan selama 3 tahun,” tambahnya.
Pria yang hobi berenang dan bulu tangkis ini betul- betul merasakan kerja keras dan pengalaman meniti karir dari bawah. Inilah yang membuatnya belajar untuk terbiasa mengenali permasalahan dari akar dan melihatnya secara holistik hingga ke detail. Dari posisi call center di industi perbankan, Yuda kemudian pindah ke industri periklanan sebagai account executive di sebuah agensi marketing. Di pekerjaan yang baru inilah ia mulai belajar lebih dalam mengenai marketing dan sales.  Bagi Yuda pengalamannya tersebut tak bisa dilupakan karena ia menganggap pekerjaannya kala itu sebagai tempat kuliah baru.
“Bagaimana bekerja dengan deadline yang ketat, demanding client, project management, dalam waktu bersamaan ada begitu banyak project yang harus diselesaikan, dan tentu belajar stress management,” katanya.
Dari agensi marketing, Yuda kemudian menjadi content marketer untuk industri TV kabel. Yuda mengakui pilihan karirnya saat ini pun tak lepas dari dukungan mantan atasannya dahulu. “CEO saya pindah ke sini bangun JAGADIRI dengan konsep digital marketing. Beliau ajak saya join. Setelah berpikir mungkin ke depannya bakal ke arah digitalisasi, akhirnya saya memutuskan untuk bergabung,” jelasnya
Ia menyadari perjalanan karirnya tak lepas dari rekomendasi kolega kerja. Itulah mengapa baginya networkinag sangat penting dalam berkarir.
Perubahan membutuh perjuangan
Berada di indsutri asuransi selama lebih dari empat tahun menyadarkannya bahwa industri ini harus berubah. Image asuransi yang kurang baik di mata masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi Yuda untuk mengubahnya. Selain itu, industri asuransi perlu untuk beradaptasi dengan pesatnya perkembangan dunia digital dengan menyediakan produk yang relevan, distribusi mudah dan pelayanan yang cepat.
“Miris melihat industri asuransi di Indonesia, dari 250 juta orang dalam jangka waktu 100 tahun setelah konsep asuransi diperkenalkan pertama kali, penetrasinya baru 6 persen. Masih kecil. Apa yang salah? Persepsi masyarakat bahwa asuransi itu bukan kebutuhan utama dengan alasan sehat, kematian takdir dan lainnya. Asuransi ga penting. Padahal asuransi itu  soal mengalihkan risiko,” papar Yuda.
Inilah tantangan besar yang dihadapi Yuda sebagai CMO JAGADIRI yaitu mengubah persepsi masyarakat dengan mengembangkan produk-produk yang inovatif dan relevan. “Banyak dari orang yang saya hadapi sering mengeluarkan kata-kata ‘tak bisa, tak bisa ditoleransi, wah susah!’ dan kata-kata negatif lainya. Kita membutuhkan mindset positif, menyelesaikan masalah dan tak melarikan diri karena segala rintangan pasti ada jalan keluarnya,” ungkapnya.
Yuda menyadari bahwa sesuatu tidak bisa didapat dengan mudah, tapi dengan perjuangan. Kerja keras, ikhlas dan jujur adalah karakter yang ia pelajari sejak kecil dari kedua orang tuanya. Baginya kesalahan adalah hal yang lumrah, yang terpenting adalah belajar dari kesalahan dan bangkit untuk berjuang kembali. Memahami masalah penting, tapi mencari solusi juga tak kalah penting.
Dengan gaya kepemimpinan yang berfokus pada hasil serta mengadopsi gaya manajerial ala manajer tim sepak bola ternama, Alex Ferguson yang adaptif dengan perubahan instan, Yuda berharap bisa mengembangkan JAGADIRI dan membuat perubahan di industri asuransi Indonesia. (CS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.