Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia Digital

Akses Konten VOD Kian Meningkat

Indonesia menjadi pasar yang seksi bagi para penyedia layanan video on demand. Namun, apakah benar prospeknya cemerlang?

VOD

Layanan video on demand (VOD) menjadi primadona baru di Indonesia. Sistem televisi interaktif yang memfasilitasi pengguna untuk mengontrol atau memilih sendiri program video dan film yang ingin ditonton, baik secara streaming ataupun diunduh ke dalam gadget ini semakin berkembang sejak kanal 4G LTE diperkenalkan.

Berbagai layanan aplikasi asing VOD terus masuk ke Nusantara, seperti Hooq asal Singapura, iFlix dari Malaysia, Viu dari Hong Kong, dan terakhir Catchplay dari Taiwan. Mereka beradu memperebutkan ceruk pasar (niche market) yang belum terlayani dengan baik seiring pertumbuhan kelas menengah yang cukup signifikan.

General Manager Video PT Telkomsel Eriek Lukito, mengatakan layanan VOD di Indonesia berkembang sangat pesat dalam satu tahun terakhir, terlihat dari banyaknya penyedia layanan VOD yang bermunculan. Hal ini didukung oleh pertumbuhan pengguna smartphone yang terus meroket.

“Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia dalam tingkat adaptasi smartphone. Pengguna smartphone di jaringan Telkomsel sendiri pertumbuhannya mencapai 31,7% YoY yang didominasi smartphone berbasis Android dengan tingkat pertumbuhan mencapai 58,1% YoY,” jelas Eriek.

Faktor lain yang mendorong perkembangan layanan VOD adalah perubahan perilaku pelanggan. Kini mereka membutuhkan layanan telekomunikasi berbasis data untuk kegiatan sehari-hari, seperti mengunggah foto melalui berbagai aplikasi media sosial dan instant messaging, video streamingmusic streaming, maupun online games menggunakan gadget.

Peningkatan ini juga dinikmati Telkomsel. Tercatat trafik layanan data pada QIII-2016 meningkat signifikan mencapai 84% jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. “Minat pelanggan dalam mengakses konten VOD dari perangkatnya terus meningkat seiring terus berkembangnya ekosistem 4G LTE di Telkomsel,” beber Eriek.

Gandeng Layanan VOD Global

Telkomsel pertama kali menjajaki layanan VOD sejak Desember 2014, dan mulai April 2016 melakukan kerja sama dengan penyedia layanan VOD global. Layanan VOD merupakan bagian dari application yang merupakan reason to use bagi para pelanggan untuk menikmati dan merasakan keunggulan jaringan luas 4G Telkomsel.

Lewat layanan VOD ini Telkomsel ingin memberikan pengalaman baru bagi pelanggan untuk mulai beralih ke dunia yang lebih “digital”, dimana berbagai tayangan menarik bisa dinikmati secara lebih mudah, nirkabel, kapan pun, dan di mana pun. Saat ini Telkomsel telah bekerja sama dengan Hooq dan Viu, dan sedang dalam penjajakan dengan beberapa layanan VOD lainnya, baik regional maupun global.

“Pelanggan Telkomsel yang telah berlangganan dan menikmati layanan VOD, baik untuk Hooq maupun Viu, berkembang sangat pesat dalam beberapa bulan terakhir. Saat ini ada sekitar 2 juta pelanggan sudah berlangganan kedua layanan VOD ini,” ungkap Eriek.

Untuk menikmati layanan premium Hooq dan Viu, pelanggan prabayar (simPATI, Kartu As, LOOP) cukup membeli paket data bulanan seperti biasa. Setelah pembelian sukses maka pelanggan akan menerima SMS notifikasi yang akan membimbing langkah selanjutnya untuk proses download, install, dan registrasi ke layanan Hooq dan Viu.

Sedangkan para pelanggan postpaid bisa langsung menghubungi *363# dan pilih menu VideoMax. Setelah itu pelanggan akan dibimbing untuk proses download, install, dan registrasi.

Selama masa promosi, pelanggan Telkomsel tidak dikenakan tambahan biaya untuk mengaktifkan layanan premium Hooq dan Viu.KONTEN VOD

Soal besaran kuota yang dibutuhkan untuk menonton video dan film di layanan VOD di jaringan Telkomsel, Eriek menyebut rata-rata kuota yang dibutuhkan akan berbeda-beda untuk tiap-tiap VOD platform. Hal tersebut tergantung teknologi video compression dan kualitas jaringan yang tersedia.

Saat ini semua platform VOD sudah menerapkan “adaptive bit-rate”. Jadi ketika pelanggan berada di lokasi dengan kualitas jaringan yang baik, kualitas video akan terdorong ke resolusi yang lebih tinggi (HD–high definition). Namun, pelanggan pun dapat memilih secara manual resolusi yang lebih rendah, misalnya MD (medium definition) atau SD (standard definition) agar konsumsi datanya tidak terlalu besar.

“Untuk resolusi yang cukup detail (HD dan Sub-HD) di tampilan layar 4”–5” (layar smartphone pada umumnya), menonton 1 film dengan durasi 1,5 jam rata-rata dibutuhkan antara 1– 1,5 GB kuota data,” sebut Eriek.

Perkaya Varian Konten

Kendati pelanggan data yang aktif menikmati layanan VOD meningkat, Eriek mengakui masih fokus dalam membangun awareness dan shaping behavior pelanggan. Apalagi sebagai layanan baru tentunya dibutuhkan waktu untuk mengedukasi pasar dan mengubah perilaku pelanggan, dari awalnya menonton di big screen yang bersifat komunal/bersama-sama beralih menjadi small screen yang personal.

Telkomsel akan terus menambah dan memperluas partner VOD untuk mengisi gap kebutuhan yang ada di market. Tidak hanya untuk film dan serial, varian akan terus diperkaya dengan konten-konten olahraga, anak-anak, edukasi, religi, dan lain sebagainya. “Varian konten yang kaya diharapkan menambah reason to use dan meningkatkan attractiveness yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah pelanggan layanan VOD,” jelasnya.

Menurut Eriek, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi penyedia konten VOD yang bekerja sama dengan Telkomsel, yakni memiliki unique selling proposition dan konten yang bisa memberi nilai tambah bagi layanan Telkomsel—terutama broadband, serta mematuhi segala peraturan dan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Sistem kerja sama dibangun sebagai sebuah simbiosis mutualisme yang memberikan benefit bagi Telkomsel dan penyedia konten VOD, serta bersifat jangka panjang. Model bisnis dari kerja sama ini akan bervariasi untuk setiap partner penyedia konten VOD, tergantung pada karakteristik dan konten yang ditawarkan. 

 

Moh. Agus Mahribi

 MM.02.2017/W

“Minat pelanggan dalam mengakses konten VOD dari perangkatnya terus meningkat seiring terus berkembangnya ekosistem 4G LTE di Telkomsel.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top