Portal Lengkap Dunia Marketing

                                                                                                               
Dunia Digital

Arafah Rianti: Jadi Diri Sendiri Saja!

Nama Arafah Rianti mendadak ramai diperbincangkan oleh banyak orang. Pasalnya, perempuan berhijab ini berhasil menarik perhatian publik selama mengikuti dan berhasil menjadi juara kedua dalam ajang Stand-Up Comedy Academy (SUCA) yang dihelat salah satu stasiun TV swasta.

arafah rianti

Jika menyebut nama Arafah Rianti beberapa bulan lalu, mungkin tidak ada yang mengenalnya. Tapi kini berbeda, kariernya melesat setelah mengikuti kompetisi SUCA 2. Kehadiran Arafah di dunia stand-up comedy saja sudah menarik perhatian, mengingat sangat jarang komika—pelaku stand-up comedy—perempuan. Ditambah lagi sebagai seorang komika, Arafah mempunyai karakter yang kuat.

Hal paling kentara adalah suara uniknya ketika menyampaikan materi stand-up comedy. Keunikan suara dan gaya bicara Arafah sangat kuat sehingga penonton akan tertawa bahkan sebelum ia menyampaikan materinya secara lengkap. Selain itu, ciri khas lainnya adalah materi yang absurd atau tidak jelas.

Berbekal dua “keanehan” yang dimiliki, dengan percaya diri dia mengikuti ajang lomba stand-up comedy bernama Stand-Up Comedy Academy 2. Tidak disangka, Arafah berhasil menjadi runner-up di ajang SUCA 2, padahal ia belum lama menggeluti dunia stand-up comedy.

Kesuksesan yang diraih dalam ajang SUCA 2 membawa dirinya kini menyandang status selebriti. Menjadi sosok yang dikenal masyarakat, Arafah juga mengaku sekarang sudah punya banyak fans yang selalu ingin mencari tahu segala sesuatu tentang kegiatannya. Fans bagi dia adalah sosok yang sangat penting dalam mendukung karier di dunia keartisan yang baru ini.

Untuk itu ia ingin selalu menjaga hubungan dengan fans sedekat dan sebaik mungkin. Media sosial adalah wadah yang dipilihnya, dan Instagram paling sering ia gunakan. Selain Instagram, Arafah juga aktif menggunakan Twitter dan Line untuk berhubungan dengan fans.

Jumlah follower di Instagram-nya mencapai 375 ribu, sementara di Twitter tercatat 28.500 follower. Semua media sosial itu dikelola sendiri. “Media sosial yang lebih sering aku pakai itu Instagram. Biasanya aku upload foto-foto kegiatan lagi shooting atau lagi open mic,” ujar mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Alasan Arafah lebih sering memakai Instagram karena media sosial ini lebih mengutamakan visual atau gambar yang penting untuk menunjang kariernya. Karena selain sebagai tempat bertemu fans, Instagram juga menjadi tempatnya untuk memasarkan produk suatu brand.

Status selebriti yang melekat di dirinya selain menarik fans juga mendatangkan pundi-pundi rupiah. Perempuan yang belum genap berusia 20 tahun ini menjadi incaran merek-merek yang ingin menggunakan jasanya memasarkan produk mereka, atau biasa disebut endorsement. Profesi sebagai endorser memang bukan yang utama, tapi diakuinya menyenangkan. Namun begitu, menjalankan profesi ini menurutnya tidak mudah.

“Jadi endorser itu enak, dapat barang seperti sepatu, celana, tas, dan lainnya. Tapi susahnya kalau harus promo. Posting jualan gak boleh keseringan, karena nanti fans yang follow kita malah terganggu dengan postingan kita dan malah kabur,” ceritanya.

Sebagai endorser, Arafah sudah banyak digandeng untuk memasarkan produk-produk, mulai dari sepatu, tas, hingga obat jerawat dan obat kecantikan. Dalam memilih produk yang akan dipromosikan, biasanya ia memilih yang sesuai dengan karakternya sebagai wanita muslim, muda, dan menarik.

Pemanfaatan media sosial secara maksimal olehnya mendapat apresiasi. Salah satunya adalah Social Media Award 2016 yang dihelat majalah MARKETING. Arafah terpilih menjadi salah satu peraih penghargaan “Artis yang Mendapat Sentimen Positif di Media Sosial” untuk kategori Stand-Up Comedy.

Penghargaan ini merupakan yang pertama bagi dirinya dan membuat dia sangat bangga. Ketika ditanya soal kunci sukses, Arafah dengan lugu menjawab kalau ia hanya menjadi diri sendiri saja ketika menggunakan media sosial. Ia menambahkan, media sosial adalah cerminan bagaimana sifat kita, jadi harus berlaku seperti sedang berhadapan secara langsung dengan lawan bicara, yaitu sopan dan baik.

Arafah hampir selalu menggunakan media sosial setiap hari, dan ini sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Hal tersebut sangat wajar mengingat dari segi usia, dia termasuk dalam generasi milenial, generasi yang melek teknologi informatika dan gadget.

Sering berselancar di media sosial, tidak jarang ia menemukan hal-hal negatif di dalamya. Salah satunya adalah bullying. Dia pun tidak luput menjadi sasaran bullying di media sosial.

“Iya pernah di-bully. Ada aja yang kasih komentar negatif, seperti ‘Arafah gak lucu’, ‘suaranya aneh’, atau ‘Arafah materinya garing’. Pokoknya mengganggu banget,” keluhnya.

Hal tersebut pada awalnya membuat dia kesal dan tidak jarang langsung bereaksi membalas komentar negatif. Namun, semakin lama Arafah pun makin menyadari bahwa haters dan bullying tidak perlu ditanggapi secara serius karena hanya akan membuang-buang waktunya saja. Ia lebih memilih untuk menanggapi fans yang memang tulus dan memberi saran bermanfaat dalam menunjang kariernya menjadi lebih baik lagi.

Wicaksono

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top