Salesmanship

Bagaimana Membangun Semangat yang Kuat dalam Tim?

Faktanya setiap penjual akan mengalami penolakan setiap hari. Setelah seharian mengalami penolakan, si penjual kembali ke kantor malam harinya. Suasana apa yang dialami ketika mereka kembali ke kantor?

Apakah mereka kembali ke kantor di mana semua orang tidak peduli akan orang lain? Apakah mereka kembali ke kantor yang orang-orangnya saling iri dan curiga? Apakah mereka kembali ke kantor menemui orang-orang yang saling peduli akan sesama rekan kerja? Apakah mereka mendapat penghiburan atau dukungan, dan bahkan seorang teladan yang bisa menginspirasi supaya mereka semangat lagi untuk keluar keesokan harinya?

james gwee team

Ya, kerja sama tim dan suasana kerja tim sangat penting dan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan seorang penjual, plus kesuksesan seluruh tim.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa berguna bagi tim di seluruh dunia. Saya yakin tips-tips ini bisa membantu Anda membangun kerja sama tim yang kuat:

Tips 1: Miliki Identitas yang Unik

Setiap negara mempunyai nama, bendera yang unik, dan warna. Mengapa? Supaya para penduduk bisa mempunyai rasa kepemilikan yang kuat terhadap negaranya.

Setiap negara mempunyai lagu kebangsaan supaya penduduk bisa menyanyikannya saat upacara, ketika terjadi bencana (untuk menunjukkan solidaritas dan memberi kekuatan kepada yang sedang menderita), atau pada waktu kemenangan (saat berhasil meraih medali emas di Olympic Games). Beberapa negara bahkan memiliki maskot sendiri, seperti Burung Garuda, Merlion, atau Ayam Jantan.james-gwee-2

Setiap tim sepakbola dan bola basket mempunyai nama, logo, dan warna khas sendiri. Mengapa? Agar para pemain dengan cepat tahu tim mana yang mereka perjuangkan. Ini juga penting bagi para fans dan suporter tim supaya mereka juga bisa punya sense of belonging pada tim favorit mereka, supaya mereka bisa mengusung warna/lambang tim, dan menyanyikan lagu tim di stadium saat pertandingan untuk memberi dukungan.

Jadi, apa identitas unik tim penjualan Anda?

  • Apa logo/simbol tim Anda?
  • Apa warna khas tim Anda?
  • Apa slogan/lagu tim Anda?

Jika Anda tidak mempunyai semua ini, bagaimana anggota tim Anda bisa mempunyai sense of belonging? Bagaimana mereka bisa punya rasa kebanggaan? Apa yang bisa mereka nyanyikan atau ingat pada saat sedih maupun senang?

Inilah asalan tim dan negara berusaha keras menciptakan identitas unik bagi mereka. Anda juga harusnya demikian.

Tips 2: Mempunyai Tujuan yang Sama

Ini relatif sederhana bagi tim penjualan mana pun. Target penjualan dan target tim penjualan yang harus dicapai dalam tahun tertentu hanyalah berupa angka. Angka hanyalah angka. Angka hanya menggambarkan “apa” yang harus dicapai. Tapi, hal yang lebih penting lagi adalah “mengapa”. Mengapa mereka harus mencapai target tersebut?

  • Karena belum pernah dicapai sebelumnya dan ketika berhasil, maka tim akan dicatat dalam sejarah perusahaan karena berhasil memecahkan rekor.
  • Karena tim penjualan berusaha untuk menciptakan tren positif, misalnya 25% pertumbuhan penjualan dalam 5 tahun berturut-turut, dan kita sudah berhasil mencapainya dalam 3 tahun berturut-turut, sehingga tinggal tersisa 2 tahun lagi.
  • Karena jika kita berhasil mencapai target, maka—misalnya—perusahaan akan mencapai 38% market share, dan ini adalah pangsa pasar paling tinggi yang pernah dicapai.

Semua orang akan lebih bersemangat untuk mencapai “mengapa” daripada “apa”. Jadi, mengapa tim penjualan Anda harus mencapai target tertentu? Apa kesenangan dan prestise di balik semua target angka tersebut?

Itulah tujuan yang sama, bukan hanya berupa angka. Inilah mengapa begitu banyak penjual hanya peduli soal mencapai target mereka sendiri, dan tidak peduli dengan pencapaian target tim. Inilah mengapa ketika ada sesama rekan satu tim tidak berhasil mencapai target, mereka tidak peduli, karena masing-masing tidak punya tujuan yang sama.

Tips 3: Satu Naik Semua Naik, Satu Jatuh Semua Jatuh

Kita semua sadar bahwa profesi menjual melibatkan usaha individual. Saya yang bekerja keras, saya yang dapat komisi dan insentif. Jadi, mengapa saya harus membantu sesama rekan untuk mencapai target mereka sendiri? Tak ada untungnya bagi saya.

Jadi, untuk bisa membuat semuanya saling peduli, kita butuh sesuatu yang lebih daripada sekadar penghargaan dan apresiasi untuk performa per individu. Kita membutuhkan reward untuk performa tim juga. Dengan demikian, setiap sesama rekan penjual akan saling mendukung dan mendorong untuk memastikan mereka bisa mencapai target individual, sekaligus tim. Hasilnya seluruh performa dan persentase penjualan akan terdorong.

Jadi, apa insentif dan reward bagi tim penjualan Anda?

Happy team-building!

James Gwee is now co-host of “I’M_POSSIBLE” in MetroTV every Sunday 20.00-21.00.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top