Portal Lengkap Dunia Marketing

News & Event

BBM Tetap Jadi Aplikasi Chatting Terbesar dan Diminati Pengiklan

Meskipun saat ini tersedia beragaman aplikasi chatting (pengiriman pesan), BBM (BlackBerry Messenger) tetap menunjukkan keperkasaannya. Hingga saat ini pengguna BBM di Indonesia mencapai lebih dari 60 juta. Angka ini diklaim Krishnadeep Baruah, Vice President, Sales  Asia Pacific merupakan yang terbesar di Indonesia. Bukan itu saja, pengguna BBM di Indonesia juga yang terbesar di dunia.

black berry messenger

Dhusyant Spare, Direktur Regional, Global Supply & Business Development, Criteo Pasifik (kiri) Krishnadeep Baruah, Vice President, Sales Asia Pacifik (kanan)

Keberhasilan BBM merupakan hasil dari transformasi yang dilakukan. Agar tetap kompetitif BBM bertransformasi dari sekadar aplikasi penghantaran pesan menjadi “social platform” dengan menawarkan beragam fitur. Selain chatting, melalui aplikasi ini pengguna bisa menggunakan atau membeli stiker, bermain game, menonton video, membeli tiket, dan belanja online. “Aplikasi ini dirancang agar penggunanya bisa membuat komunitas,” tutur Krishnadeep dalam jumpa pers di Jakarta.

Lebih jauh dia mengatakan, ada dua faktor yang membuat BBM tetap bertumbuh. Pertama,  faktor eksternal karena tingginya pertumbuhan pengguna internet dan perangkat mobile di Indonesia. Kedua, keberhasilan menciptakan diferensiasi.”Kami lebih dari sekadar aplikasi chat,” tandasnya.

Menyoal persaingan antar aplikasi pengiriman pesan, dia mengaku tidak terlalu khawatir, karena setiap orang biasanya menggunakan lebih dari aplikasi pengiriman pesan di perangkat mereka. “Berdasarkan riset, rata-rata tiap orang menggunakan 3,4 aplikasi pengiriman pesan,” tutur Krishnadeep.

Demografi pengguna BBM didominasi pria. Untuk pengguna wanita, sebagian besar berasal dari segmen Mom. Pengguna BBM terbesar masih berasal dari kawasan Jabodetabek, disusul secondari city seperti Bandung dan Makassar.

Keberhasilan BBM juga bisa dilihat dari banyak iklan di aplikasi ini. Ritel dan e-commerce, FMCG (Fast Moving Customer Good),  otomotif,  serta telco adalah beberapa industri yang sering beriklan di BBM. Untuk mengoptimalkan revenue dari iklan, sejak tahun lalu BBM menjalin kemitraan dengan Criteo. Criteo adalah perusahaan agensi digital advertising.

Dhusyant Spare, Direktur Regional, Global Supply & Business Development, Criteo Pasifik mengatakan, Criteo menawarkan solusi digital marketing yang bersifat personal (Personalize Marketing). Strategi ini sangat tepat untuk merek yang ingin meningkatkan impresi, klik, dan transkasi secara digital.

Lebih jauh Dhusyant mengatakan, Personalize Marketing dibutuhkan di era digital karena konsumen ketika mengakses informasi menggunakan multiplatform, seperti smartphone, tablet, laptop, dan desktop. “Personalize Marketing penting, karena kita bisa mengetahui dengan persis kebutuhan konsumen, merek apa yang mereka suka, berikut perilaku pembeliannya,” jelas Dhusyant.

Dhusyant menambahkan, dengan teknologi yang dimiliki Criteo, merek atau perusahaan bisa mengetahui berapa sebenarnya jumlah konsumen mereka. “Konsumen suatu merek bisa terlihat besar, padahal jumlahnya sedikit, karena konsumen menggunakan lebih dari satu device atau platform ketika mengakses sebuah merek,” jelas dia.

Hingga saat ini, Criteo memiliki 600 terabytes data. Angka ini mewakili sekitar 1,2  miliar pembeli dari seluruh dunia dan sepertiga pengguna internet global. Dhusyant mengklaim, sejak menjadi bagian dari publisher Criteo, BBM telah memetik beberapa manfaat. Manfaat tersebut antara lain peningkatan rasio klik sebesar 50 persen, peningkatan rasio klik untuk iklan ritel sebesar 50 persen, dan peningkatan pendapatan iklan harian sebesar 50 persen.

Tony Burhanudin

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top