Portal Lengkap Dunia Marketing

                                                                                                               
Salesmanship

Empat Tahap Bangun Kerjasama Tim Solid (2)

Pada artikel sebelumnya kita membahas empat tahapan dalam membangun kerja sama tim yang solid, dan kita sudah sampai pada tahap ke-2. Pada tahapan ini konflik di antara para anggota tim mulai terjadi. Melanjutkan poin yang pertama, yaitu perbedaan karakter dan pribadi, poin kedua adalah:

  • Perbedaan pengalaman kerja di perusahaan sebelumnya (ini menyangkut juga perbedaan lingkungan kerja dan perbedaan budaya kerja).
  • Perbedaan tingkat pendidikan tiap-tiap
  • Perbedaan sikap atau kebiasaan dalam bekerja serta etika dalam bekerja.
  • Perbedaan harapan atau ekspektasi dari tiap-tiap

Dengan semua perbedaan ini menyangkut setiap anggota dalam satu tim, maka sangatlah normal apabila terjadi badai atau konflik. Masalahnya adalah, seberapa kencang badai itu, seberapa lama badai berlanjut, dan seberapa sering badai tersebut terjadi.

kerjasama tim james gwee marketing.co.id

Jawabannya bisa terdapat pada beberapa faktor berikut:

  • Susunan Kepribadian atau Karakter di Antara Anggota Tim

Semakin banyak orang agresif, dinamis, dan ambisius di dalam tim, maka semakin sering dan intens konflik akan terjadi. Sebaliknya, jika semakin banyak orang yang santai dan damai di dalam tim, maka akan semakin sedikit dan semakin jarang terjadi badai. Bagus bukan? Tergantung. Jika Anda menginginkan tim Anda bersikap agresif terhadap pasar, supaya bisa mengalahkan kompetitor, mencapai target tinggi, maka Anda akan lebih membutuhkan orang-orang yang agresif. 

Tetapi, konsekuensinya bakal terjadi lebih banyak badai. Namun jika Anda mempunyai lebih banyak orang yang santai dan damai, kehidupan dalam tim tersebut pun akan lebih damai. Meski begitu, kemungkinan besar Anda tidak bisa berharap banyak akan ada kedinamisan dan sikap agresif dari tim. Pada kenyataannya, sulit untuk bisa memiliki keduanya dalam satu tim. Pasti ada pengorbanan yang harus Anda keluarkan. Yang penting sekarang Anda mengerti bagaimana komposisi yang seharusnya ada dalam tim.

  • Peraturan Permainan dalam Tim

Semakin jelas aturan mainnya, semakin mudah para anggota ikut bermain di dalam lingkup peraturan tersebut, plus semakin jarang akan terjadi konflik. Semakin tidak jelas aturan main atau semakin banyak area abu-abu, akan semakin sering terjadi konflik. Semakin cepat para anggota memahami dan menyetujui aturan main, maka semakin banyak badai konflik yang bisa dicegah.

Idealnya aturan main dalam tim harus secara jelas diuraikan sebagai bagian dari program orientasi/training untuk para anggota yang baru direkrut. Jadi, seberapa jelas aturan main dalam tim Anda? Apakah semua anggota memahami aturan dengan jelas? Apakah mereka semua sudah setuju akan bermain sesuai aturan?

  • Kualitas dari Manajer Tim

Apakah manajer tim mempunyai karisma dan kepemimpinan yang kuat? Apakah ia mampu menangani konflik atau badai yang terjadi di antara para anggota tim? Apakah ia mampu bersikap tegas pada para anggota yang lebih agresif atau dominan? Apakah ia mampu menerapkan hukuman sesuai dengan aturan main yang sudah ditetapkan? Apakah ia mampu mendapatkan respek dari anggota lain? 

Semakin kuat manajer tim, semakin sedikit konflik yang akan terjadi. Semakin lemah si manajer tim, maka semakin sering dan semakin intens badai konflik akan terjadi. Karena Alex Ferguson adalah seorang manajer yang andal, semua anggota dalam timnya menjadi solid; jarang terjadi konflik, walaupun setiap pemain adalah orang yang agresif dan superstar yang dominan.

Apakah masalahnya anggota tim yang tidak kooperatif? Atau masalah sebenarnya adalah manajer tim yang tidak kompeten? Jadi, seberapa kompeten manajer tim Anda?

Pada artikel selanjutnya kita akan masuk dan membahas tahap ke-3 dalam membangun kerja sama tim yang solid, yaitu tahapan “Adaptasi – Norming”. Seperti namanya, pada tahap ini semua anggota tim dianggap sudah memahami dan menganut aturan atau norma dari tim, segala peraturan, dan prioritas dari manajer.

Para anggota tim yang datang dari perusahaan lain sekarang sudah mulai meninggalkan perilaku dan kebiasaan lama dari tempat kerja yang lama. Mereka sudah mulai masuk dan beradaptasi pada lingkungan kerja yang sekarang. Kita tunggu pembahasannya.

 

James Gwee

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

To Top