Portal Lengkap Dunia Marketing

Salesmanship

Menjual di Era Disruptif

Era disruptif adalah sebuah era dimana perubahan begitu masif terjadi sehingga mengganggu dan merusak pasar yang sudah ada. Era ini memberikan dampak yang sangat besar, termasuk mengganggu tatanan dalam dunia penjualan.

menjual

Salah satu contohnya ada sebuah toko pembuat kue ulang tahun, sebut saja toko Party Cake, yang sebelumnya memiliki pelanggan yang ramai, hampir setiap hari banyak orang datang ke sana untuk memesan kue ulang tahun. Namun, beberapa tahun terakhir ini pengunjung yang datang ke toko semakin menurun. Setelah dicari tahu, penyebabnya adalah ada pemain baru penjual kue ulang tahun yang mempromosikan kue melalui media sosial dengan berbagai macam model dan pilihan, pemesanannya juga mudah karena pelanggan tidak perlu datang ke toko sehingga bisa menghemat waktu.

Hal ini membuat pemilik toko Party Cake marah besar. Tetapi, apakah kemarahan si pemilik akan mengubah keadaan dan membuat tokonya kembali ramai?

Coba lihat seberapa sering tukang ojek pangkalan, sopir angkot, sopir taksi melakukan demo dengan adanya ojek dan taksi online, tapi nyatanya tidak banyak membawa perubahan yang signifikan. Market mereka tetap tergerus oleh pemain-pemain baru yang merusak dan mengganggu.

Era disruptif tidak bisa dihadapi dengan emosi, karena ini akan membuat Anda frustasi. Rasa frustasi yang berkelanjutan akan membuat Anda terserang depresi.

Dalam kondisi ini seorang sales perlu melakukan “3 si” yang berbeda, yaitu:

Adaptasi

Adaptasi sangat diperlukan oleh makhluk hidup untuk mempertahankan hidupnya. Maka tak heran, pada zaman dahulu kala dinosaurus punah akibat tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Kalau saat ini semua orang sales menjual dengan menggunakan teknologi, maka Anda harus segera menyesuaikan diri dan beradaptasi.

Inovasi

Inovasi merupakan setiap ide ataupun gagasan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Di dunia yang berubah dengan sangat cepat, maka teknik menjual yang Anda lakukan juga perlu diubah, jangan hanya mengandalkan teknik canvassing atau pameran untuk mendapatkan prospek. Saya jadi teringat setiap kali menemani istri saya pergi ke Mangga Dua, setiap sales promoter-nya masih saja menyapa menggunakan cara lama dengan berteriak, “Boleh…, boleh Bu….” Bagaimana orang mau masuk ke toko kalau cara menyapa pelanggan Anda tidak ada inovasi.

Koneksi

Rasa kekeluargaan dan kekerabatan di Indonesia sangatlah tinggi, maka tidak aneh bila ada pelanggan memutuskan membeli produk atau jasa dari seorang sales hanya karena alasan kenal. Untuk itu, setiap sales di era disruptif ini harus mempunyai koneksi yang luas, gunakan media sosial untuk menjual diri sehingga teman-teman percaya kepada Anda. Tingkatkanlah online skills Anda agar koneksi semakin bertambah.

Perubahan akan selalu terjadi dalam kehidupan. Anda tidak perlu menyalahkan perubahan, tetapi lakukanlah adaptasi, inovasi, dan perluaslah koneksi.

Dedy Budiman,
Champion Sales Trainer
dedy@dedybudiman.com

MM.06.2017/W

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top