Portal Lengkap Dunia Marketing

Lifestyle

Wawancara Kerja Gagal, Apa yang Harus Dilakukan?

Menerima undangan wawancara kerja merupakan sesuatu yang menyenangkan, terutama bila berasal dari perusahaan yang diimpikan. Jika Anda mendapatkan panggilan wawancara kerja, itu pertanda seseorang mengenali nilai Anda dan percaya bahwa Anda adalah kandidat yang baik untuk sebuah pekerjaan.

Tapi bagaimana jika semuanya berakhir di sana – tidak ada panggilan berikutnya? Mungkin saja masalahnya terletak pada cara Anda bersikap selama proses wawancara kerja, atau karena hal lain yang terjadi setelah proses wawancara kerja selesai.

Sering kali, rekruter akan memeriksa referensi yang Anda cantumkan untuk mencari pendapat kedua sebelum memutuskan apakah mereka ingin mempekerjakan Anda atau tidak. Apapun masalahnya, selalu ada solusi yang bisa diterapkan untuk membantu Anda membuat semua hal berbalik sesuai keinginan Anda.

Wawancara kerjaLakukan latihan wawancara kerja tiruan dengan teman

Kalau boleh jujur, kita sering kali tak sadar dengan sikap kita di akhir wawancara kerja. Harus diingat bahwa jawaban yang diberikan saat wawancara kerja hanya mempengaruhi sebagian kecil dari proses secara keseluruhan. Pewawancara tidak hanya mendengarkan setiap kalimat yang diucapkan, mereka juga mengamati cara kita berkomunikasi melalui bahasa tubuh kita. Sebuah gerakan kecil yang alami bagi kita dapat ditafsirkan secara berbeda oleh orang lain, jadi sebaiknya kita memperhatikannya selama proses wawancara berlangsung.

Solusi terbaik untuk masalah ini adalah dengan merekam sebuah wawancara tiruan dengan seseorang yang dipercaya sehingga Anda dapat melihat apa yang pewawancara lihat saat mereka berbicara dengan Anda. Perhatikan dengan cermat bagaimana Anda menjawab sebuah pertanyaan begitu juga dengan sikap selama sesi berlangsung. Begitu Anda telah menemukan hal-hal yang perlu ditingkatkan,  kerjakan dengan pasangan sehingga Anda tidak akan mengulangi kesalahan yang sama pada saat wawancara yang sebenarnya.

Latihan, latihan, latihan

Pepatah lama mengatakan, “Latihan membuat jadi sempurna,” tetap berlaku selama proses pencarian pekerjaan. Sebagai pelamar, peran Anda adalah meyakinkan rekruter bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk pekerjaan ini, jadi pastikan Anda sudah siap untuk setiap undangan wawancara yang diterima. Antisipasi setiap jawaban yang mungkin akan ada selama wawancara dan latihlah jawaban sampai Anda hafal.

Latihan wawancara tiruan dari tips yang pertama adalah cara sempurna untuk melakukan semua itu. Interpretasikan diri dengan baik melalui jawaban yang benar dan  mungkin Anda akhirnya akan mendapatkan tawaran pekerjaan. Mundur sedikit ke belakang dan bayangkan hal yang menjadi pertimbangan Anda dalam memilih pekerjaan yang dilamar.

Agar solusi ini berhasil, Anda harus kembali tepat diwaktu saat Anda baru saja mulai mencari lowongan pekerjaan. Bagaimana Anda memilih kriteria pekerjaan yang ingin dilamar? Mungkin alasan mengapa Anda tidak ditelepon kembali adalah karena manajer HRD tidak berpikir Anda cocok untuk mereka. Anda mungkin telah melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikan. Ini mungkin juga merupakan situasi di mana Anda mungkin sesuai dengan kriteria untuk mengisi posisi tersebut, hanya saja Anda tidak cocok untuk bekerja di perusahaan yang membutuhkan. Jangan sedih jika begitu, Anda harus lebih berhati-hati saat melamar pekerjaan ke depannya . Carilah lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan di perusahaan yang sesuai dengan kepribadian Anda.

Lihat bagaimana cara Anda mempresentasikan diri di depan pewawancara

Pesona diri adalah segalanya ketika melakukan wawancara kerja – ini adalah pertama kalinya rekruter bertemu dengan Anda dan ini bisa menjadi satu-satunya kesempatan untuk meraih hadiah jadi pergunakan kesempatan ini untuk membuat kesan yang bagus dan tidak terlupakan.

Berpikiran positif adalah kuncinya – orang akan tertarik pada orang yang bersikap ramah dan optimis jadi pastikan Anda memancarkan getaran itu dari dalam diri Anda. Bersikaplah yang ramah dan menyenangkan, dan perhatikan sikap Anda selama proses ini berlangsung.

Inilah rahasia yang mungkin tidak ingin diberitahukan oleh seorang HR profesional: Benar sekali, pencari kerja mendapat pekerjaan sesuai dengan bakat dan keahlian mereka, tetapi perekrut juga akan mempertimbangkan kepribadian calon pekerja ketika saatnya tiba bagi mereka untuk memutuskan siapa yang akan dipekerjakan.

Secara singkat, orang ingin bekerja dengan orang-orang yang mereka rasa memiliki hubungan atau merasa bisa bergaul dengan mereka. Jika Anda orang yang agresif, gugup atau hanya orang memiliki sifat negatif secara keseluruhan, ada kemungkinan besar Anda tidak akan diterima di awal bahkan jika Anda memenuhi (atau bahkan melampaui) kriteria yang dibutuhkan oleh pekerjaan tersebut.

Lakukan pengecekan latar belakang diri Anda sendiri secara online dan offline

Bagaimana jika Anda mendapati diri Anda sudah melakukan yang terbaik pada hari wawancara – Anda dapat menjawab pertanyaan pewawancara secara memadai dan penuh percaya diri, semua sembari menjaga hubungan baik dengannya – namun Anda masih belum mendapatkan tawaran pekerjaan pada akhirnya?

Anda mungkin ingin melakukan sedikit investigasi untuk menemukan alasannya. Pertama, cek referensi Anda: apakah orang-orang ini dapat Anda percaya untuk memberikan ulasan positif tentang Anda? Selanjutnya, periksa tentang diri Anda secara online: apakah itu manggambarkan diri Anda dengan cara yang positif atau tidak?

Sering kali, rekruter tidak akan ragu mengubah pikiran mereka tentang mempekerjakan seseorang saat mereka menemukan sesuatu hal yang negatif tentang orang tersebut setelah wawancara selesai. Periksa untuk melihat apa yang bisa mereka temukan tentang Anda secara online dan offline dan perbaiki hal hal yang mungkin Anda sukai sesegera mungkin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top